11 Tips Menjaga Bumi Agar Tetap Lestari

Menjaga Bumi Agar Tetap Lestari

Kamu sadar nggak sih, bumi tempat Kita berpijak ini umurnya sudah semakin tua. Kita bisa melihat banyak fenomena alam yang mulai bergeser, salah satunya adalah cuaca yang tidak menentu karena waktu musim kemarau tapi intensitas hujan belum juga berkurang, begitu juga sebaliknya.

Anomali cuaca ini juga mengindikasikan adanya perubahan iklim akibat pemanasan global saat ini.

Tentu Kamu juga sudah tahu berbagai aktivitas manusia yang bisa merusak alam seperti emisi kendaraan bermotor, asap-asap hasil industri yang bisa menyebabkan hujan asam, dan masih banyak lagi.

Apabila kebiasaan ini tidak dihentikan, anak cucu Kitalah yang akan menjadi korbannya. Mau makan apa Mereka nantinya, jika alam ini telah rusak.

Menjaga Bumi Agar Tetap Lestari

Lestari tidaknya bumi ini sangat tergantung dari upaya Kita bersama. Gerakan-gerakan positif dalam rangka pelestarian bumi harus terus dipupuk sejak dini melalui berbagai kegiatan pendidikan. Tujuannya agar karaker cinta lingkungan itu benar-benar tertanam dalam hati sanubari para generasi muda bangsa ini.

Tips Menjaga Bumi Agar Tetap Lestari dengan Cara yang Sederhana

Upaya menjaga bumi tidak melulu berkaitan dengan pasal perundang-undangan yang terkadang tidak dimengerti oleh masyarakat luas. Namun, kesadaran cinta lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang akan menyebarkan virus-virus positif pada masyarakat luas. Harapannya akan menghasilkan masyarakat yang sadar akan lingkungannya.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dipraktekan untuk menjaga bumi ini agar tetap lestari. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat untuk Kamu.

1. Pisahkan Antara Sampah Organik dan Anorganik

Kamu bisa nih mulai memisahkan sampah organik dan anorganik. Perbedaan dari sampah organik dan anorganik terletak pada kecepatannya dalam penguraian di tanah. Sampah organik mempunyai waktu yang lebih cepat dari pada sampah anorganik. Penguraian sampah anorganik memerlukan waktu yang sangat lama bahkan sampai berabad-abad.

Baca Juga: Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia dalam Menjaga Alam

Langkah memisahkan sampah ini bertujuan agar pengolahan sampah menjadi lebih mudah. Kamu bisa nih melakukan pengolahan secara mandiri untuk sampah organik maupun anorganik. Biasanya sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Pupuk organik ini sangat berguna untuk tanah karena akan memberikan tambahan unsur hara.

Daur ulang bisa digunakan untuk mengolah sampah anorganik, misalnya dengan membuat kotak pensil dari bahan botol bekas. Metode daur ulang ini bisa disesuaikan dengan kreativitas Kamu masing-masing.

2. Kurangi Penggunaan Barang-Barang Sekali Pakai yang Banyak Menghasilkan Sampah

Zaman modern ini banyak sekali penggunaan barang-barang sekali pakai yang justru menghasilkan sampah dengan kuantitas yang tidak sedikit. Salah satu contohnya adalah pemakaian sedotan plastik. Sedotan plastik ini hanya dimanfaatkan dalam waktu singkat dan setelah itu dibuang begitu saja. Padahal proses penguraiannya tidaklah singkat.

Sampah sedotan plastik dan plastik-plastik lainnya bahkan sudah mencemari air. Bahayanya adalah saat plastik-plastik ini berubah menjadi mikroplastik dan dimakan oleh ikan-ikan di laut. Lalu ikan tersebut ditangkap oleh para nelayan dan dikonsumsi oleh manusia. Ikan yang telah memakan mikroplastik tadi pasti akan menyebabkan gangguan kesehatan.

Barang sekali pakai selain sedotan adalah botol-botol plastik kemasan air mineral. Banyak sekali perusahaan-perusahaan air minum kemasan yang masih menggunakan plastik yang sulit terurai untuk produk kemasannya. Kamu harus bisa menghindari pemakaian barang-barang tersebut.

3. Biasakan untuk Hemat Energi Listrik

Sebagian besar energi listrik di Indonesia berasal dari batu bara. Penggunaan batu bara ini menghasilkan berbagai emisi gas yang dapat mempercepat penipisan lapisan ozon. Perlu diketahui juga lahan penambangan batubara ini telah mengorbankan lahan hutan yang sangat luas. Sudah banyak sekali yang dikorbankan untuk menghidupkan listrik di Indonesia.

Kamu sebagai para kader konservasi harus bisa nih membiasakan diri untuk menghemat penggunaan energi listrik. Matikan lampu saat tidak ada orang di ruangan atau jika sinar matahari sudah cukup untuk menerangi ruangan. Matikan pompa air saat air di bak mandi sudah penuh adalah langkah sederhana untuk menghemat energi.

Upayakan untuk memanfaatkan energi alternatif seperti energi matahari, air, dan juga angin. Dewasa ini sudah banyak kok barang-barang ramah lingkungan yang mengandalkan energi alternatif. Salah satu contohnya adalah lampu dengan teknologi sensor dan tenaga sel surya.

Sensor ini akan bekerja saat mendeteksi ada orang yang di dalam ruangan sehingga akan menyala secara otomatis. Setelah orang tersebut keluar dari ruangan secara otomatis lampu akan mati dengan sendirinya. Selain itu juga ada power bank yang memanfaatkan solar sel sebagai cara untuk pengisian daya. Kamu bisa coba nih barang-barang ramah lingkungan yang lainnya juga.

4. Jalan Kaki Saat Ingin Pergi ke Toko Terdekat

Kamu yang sering menggunakan motor saat pergi ke toko terdekat bisa nih mengurangi kebiasaan tersebut. Cobalah untuk berjalan kaki, minimal jika jarak tokonya tidak terlalu jauh ya, kurang lebih satu sampai dua kilometer. Selain hemat energi dan tidak merusak ozon, Kamu juga memperoleh manfaat kesehatan juga loh.

Baca JUga: Danau Toba: Wisata Alam dan Wisata Budaya

Sebuah data dari kementerian sumber daya mineral menunjukan jika penggunaan kendaraan bermotor merupakan konsumen bahan bakar terbanyak kedua setelah industri. Hal ini mengindikasikan perlu penanganan khusus untuk pemakaian kendaraan bermotor ini. Selain jalan kaki, mungkin saja Kamu bisa memilih untuk menggunakan sarana transportasi masal misalnya.

5. Tanam Pohon di Tanah Kosong

Penanaman pohon di tanah kosong bisa menyuplai oksigen yang sangat berguna untuk Kita. Banyaknya kawasan industri di kota-kota besar menyebabkan udara tercemar karena limbah berupa gas yang dibuang lewat cerobong asap ditambah emisi kendaraan bermotor. Semua itu akan bertambah parah jika tidak ada vegetasi hijau yang mampu menyerap gas karbondioksida.

Gas karbondioksida dapat diserap tumbuhan hijau dalam jumlah yang cukup banyak dan mengubahnya menjadi oksigen dalam proses fotosintesis. Tentu saja ini bisa menjadi sebuah pertimbangan penting untuk mulai memperbanyak tumbuhan hijau di kawasan kota. Selain itu tumbuhan hijau berupa pepohonan juga bisa dimanfaatkan dalam bidang ekonomi.

Misalnya, dimanfaatkan kayunya, dan buahnya untuk kegiatan ekonomi dan konsumsi. Jadi tidak hanya lingkungannya saja yang sehat, ekonominya juga ikut sehat. Bahkan pohon-pohon tertentu juga bisa menahan tanah sehingga potensi longsor bisa berkurang. Begitu banyaknya manfaat menanam pohon ini sehingga masyarakat bisa secara mandiri melakukan gerakan ini dengan bimbingan dari pemerintah.

6. Pakai Kembali Barang Bekas yang Masih Layak Digunakan

Jangan mudah membuang barang-barang bekas karena akan menimbulkan sampah. Coba pilah-pilah lagi barang bekas yang ada di rumahmu, gunakan barang-barang yang sekiranya masih layak digunakan. Lakukan juga daur ulang jika masih ada barang yang memungkinkan untuk didaur ulang. Siapa tahu ada yang berminat dengan barang bekas Kamu dan membelinya.

Lumayan juga untuk menambah pendapatan Kamu. Biasanya barang bekas seperti kardus dan kertas bekas laku dijual di tukang-tukang loak. Mereka akan membeli dengan harga kiloan yang bisa menambah isi kantongmu tentunya. Jika Kamu ingin mendapatkan harga yang lebih tinggi maka Kamu bisa mengolah kertas bekas tersebut menjadi suatu kerajinan yang kreatif.

Penggunaan barang bekas ini jelas merupakan langkah nyata untuk mencintai bumi karena mencegah bertambahnya sampah. Prinsip dasar dari pengolahan sampah adalah mengurangi, memakai kembali, dan mendaur ulang. Jika Kamu menggunakan kembali barang bekas tersebut, selamat Kamu sudah melakukan langkah memakai kembali dan juga mendaur ulang.

7. Olah Sampah yang Masih Bisa diberdayakan Secara Ekonomi

Pengolahan sampah ini bisa dilakukan secara mandiri atau kelompok. Misalnya Kamu menginisiasi untuk membuat sebuah rumah kompos dikarenakan banyaknya sampah dedaunan yang mengganggu pemandangan. Lalu Kamu mengajak masyarakat untuk secara swadaya membuat kompos yang dipusatkan di rumah kompos tadi.

Kompos yang sudah jadi dikemas dan dipasarkan di toko-toko bunga. Hal ini akan memberikan keuntungan kepada masyarakat juga nantinya. Selain membuat kompos, kelompok ibu-ibu juga bisa mengadakan pelatihan mengolah sampah plastik menjadi berbagai kerajinan yang unik. Nantinya, hasil kerajinan ini bisa dipasarkan pada masyarakat luas.

Jika memungkinkan masyarakat juga bisa membuat suatu pengolahan kertas bekas. Kumpulan kertas bekas ini pada dasarnya masih bisa didaur ulang menjadi kertas kembali. Nah, untuk bisa memiliki instalasi pengolahan ini bisa dilakukan sosialisasi bagaimana sih cara pengolahan kertas bekas menjadi kertas baru kembali.

8. Kurangi Penggunaan Kertas dalam Setiap Aktivitas

Pengurangan penggunaan kertas bisa menyelamatkan hutan-hutan yang mulai terancam di zaman modern ini. Banyak penggunaan kertas bisa menghabiskan kayu-kayu yang asalnya dari hutan. Langkah pengurangan pemakaian kertas bisa meminimalkan jumlah pohon yang ditebang. Jika jumlah pohon yang ditebang berkurang otomatis oksigen yang dihasilkan juga bertambah.

Contoh konkret pengurangan penggunaan kertas ini bisa dilakukan di institusi pendidikan dan perkantoran yang seringkali menggunakan kertas. Ganti penggunaan kertas dengan menggunakan komputer. Era digitalisasi sangat bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan pada kertas.

9. Gabung ke Komunitas Pencinta Alam Terdekat

Komunitas pencinta alam biasanya akan mempunyai kegiatan positif untuk merawat kelestarian alam seperti penanaman pohon, pembersihan sungai dan pantai dari sampah. Gerakan komunitas ini merupakan bentuk kaderisasi yang pas untuk para generasi muda yang tertarik untuk ambil bagian menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Selain itu Kamu juga akan banyak memperoleh ilmu-ilmu penting terkait kelestarian lingkungan hidup. Saat mengikuti komunitas Kamu akan bertemu dengan banyak teman-teman pencinta lingkungan dan saling bertukar pikiran di sana. Komunitas ini juga bisa Kamu gunakan sebagai wadah Kamu untuk menyalurkan ide-ide Kamu untuk melestarikan lingkungan.

Kamu bisa membuat sebuah gagasan baru upaya pelestarian lingkungan, tidak hanya melakukan penanaman saja namun disertai dengan perawatan tanaman itu. Itu salah satu contohnya, atau bisa juga dengan membuat sebuah petisi untuk menolak suatu kebijakan yang dapat merusak alam.

10. Kurangi Penggunaan Kendaraan Berbahan Bakar Fosil

Kendaraan berbahan bakar fosil menyumbang banyak emisi yang mengakibatkan semakin tipisnya lapisan ozon di atmosfer. Usaha pencegahan penipisan ozon ini bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil. Dewasa ini sudah banyak dikembangkan kendaraan dengan bahan bakar listrik yang digadang-gadang akan menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil tersebut.

Namun, langkah paling mudah yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah mulai beralih ke kendaraan masal. Menggunakan sepeda atau berjalan kaki saat bepergian dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Cobalah memanfaatkan sepeda jika kondisi medan sangat memungkinkan untuk menggunakan sepeda.

11. Patuhi Peraturan Car Free Day (CFD)

Car Free Day yang biasanya dilakukan pada saat akhir pekan bisa mengurangi jumlah polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor. Meskipun ini hanya dilakukan sehari, namun upaya ini patut diapresiasi oleh semua kalangan. Peraturan CFD melarang kendaraan bermotor untuk melintas di sejumlah jalan tertentu membantu masyarakat untuk semakin sadar pentingnya kelestarian lingkungan.

Nah, ada sebelas tips untuk melestarikan lingkungan dengan cara yang sederhana. Semua kalangan masyarakat bisa ikut andil dalam upaya ini. Mari Kita wariskan sesuatu yang indah kepada anak cucu Kita kelak berupa bumi yang indah.

Demikian “Tips Menjaga Bumi Agar Tetap Lestari“. Salah Hijau. 

Oleh: Y. Anugrahanto

3 Comments

  1. Having read this I thought it was very enlightening. I appreciate you spending some time and effort to put this informative article together. I once again find myself spending a lot of time both reading and posting comments. But so what, it was still worth it!|

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*