12 Tips Agar Proposal PKM-mu Lolos Didanai!

Hai teman-teman Mahasiswa! Apakah kamu punya ide yang extraordinary? Ide tentang wirausaha, pengabdian di masyarakat, atau sejenis penemuan? Tapi, bingung bagaimana merealisasikannya? Terpentok biaya atau ilmu yang seadanya? Eits, tenang dulu, ada sebuah program yang pas buat kamu. Check it out!

Kamu sudah tahu belum apa itu PKM??

PKM atau Program Kreativitas Mahasiswa yaitu suatu kegiatan yang mewadahi ide kreatif dan inovatif dari mahasiswa di seluruh Indonesia. Program tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti ini selalu disambut hangat oleh kalangan akademika.

Jadi, kamu jangan sampai melewatkannya, ya! Salah satu syarat untuk mengikuti program ini adalah kalian memiliki tim yang berbeda angkatan, lalu menyalurkan ide-ide kalian ke dalam proposal, dan mengunggah proposal kalian ke website resminya sebelum hari penutupan, yeay!

“Tunggu, mahasiswa seluruh Indonesia? Saingannya banyak sekali, dong!”

Sebenarnya kamu tidak perlu mempersoalkan hal itu. Kamu hanya perlu fokus pada ide dan penyusunan proposal. Ada beberapa tips agar proposal PKM-mu Lolos Didanai, yuk kita simak bersama!

Sumber: FPP UMM

Pastikan Idemu Original, Bukan Plagiat!

Ide bisa datang begitu saja, ketika melihat persoalan di depan mata. Atau mungkin sudah terpikir lama, namun belum sempat diwujudkan. Hati-hati ya, baru atau sudah lama terpikir belum menjadi jaminan ide kamu original, lho. Mengingat perkembangan dan arus informasi di zaman sekarang sangatlah cepat dan transparan. Untuk itu, tips pertama yang harus kamu lakukan adalah cari tahu apakah ide kamu sudah dilakukan orang lain atau belum.

Ya, kamu harus rajin studi literatur, seperti membaca artikel, jurnal, dan berita terbaru terkait dengan ide kamu tersebut. Tidak ingin kan, sudah di tengah jalan dalam pembuatan proposal, ternyata kamu baru menyadari bahwa ide kamu sudah lebih dahulu dilakukan orang lain? Misalnya, kamu ingin membuat sediaan obat semprot dari tanaman A, nah kamu harus mencari tahu apakah di Indonesia bahkan di dunia sudah ada produk seperti itu atau belum? Kalau belum, maka ide kamu masih original dan berpeluang besar untuk didanai.

Studi literatur ini penting juga saat satu tim presentasi di hadapan reviewer, lho. Menjadi landasan bagi kalian berargumen untuk mempertahankan hasil penelitian kalian. Jadi, setelah memastikan ide kamu original, studi literatur harus terus dilakukan, ya!

Temukan Sisi Inovatif dari Idemu

Tips pertama sudah dilakukan, tapi ide kamu sudah didahului orang lain, jangan patah semangat dulu ya, teman. Seperti kata pepatah, “masih banyak jalan menuju Roma”. Kamu bisa mencari ketidakefektifan dari penelitian sebelumnya, lho, kemudian kamu berinovasi dengan metode atau bahan yang kemungkinan dapat ditemukan hasil yang lebih optimal.

Misalnya, di  jurnal yang telah terbit telah diteliti zat pewarna alami dari tanaman A untuk menghitung sel darah, namun tanaman itu tidak mudah tumbuh di Indonesia dan mempunyai kekurangan yaitu persen rendemen yang sedikit. Nah, kamu bisa menawarkan alternatifnya dan berinovasi, yaitu dengan menggunakan metode lain yang lebih efektif juga menggunakan tanaman yang melimpah ruah di negeri ini.

Contoh lain, kamu ingin membuat perangkat dinamo untuk membantu suatu desa agar mendapat pencahayaan di malam hari, kamu bisa menyerap atau mengkombinasikan dari metode-metode yang sudah ada karena tidak ada satu metode yang sempurna, akan selalu ada pengembangan terhadap pengaplikasiannya.

Kamu bisa mulai mendiskusikan idemu dengan dosen atau teman satu frekuensimu, mintalah pendapat dari mereka terhadap ide yang kamu miliki. Berdiskusi dengan orang lain bisa membuka pikiranmu tentang ide yang lebih mendekati riil dan memberi tahumu apakah idemu bisa dilakukan atau tidak di program ini. Karena ketika proposal sudah didanai, satu tim harus bertanggung jawab dengan apa yang mereka tuliskan di proposal.

Jika terlalu kompleks dan membutuhkan waktu lama, tentu nantinya kamu dan tim akan kesulitan, mengingat jangka waktu program ini cukup singkat.

Memberdayakan Bahan yang Kurang Dilirik dan Mengangkat Isu Global

PKM memiliki cita-cita berkontribusi untuk mewujudkan tujuan kehidupan dunia yang dicanangkan PBB dalam 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs) tahun 2015-2030. SDGs merupakan rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan. Sebagai mahasiswa tentu kamu merasa tertantang akan isu-isu SDGs, kan?

Dari poin ini kamu bisa menarik beberapa kesimpulan, tips selanjutnya adalah memberdayakan bahan yang melimpah namun tidak memiliki nilai ekonomis. Selain menghasilkan produk yang akan membuat nilai jualnya bertambah, kamu juga bisa menyerap sumber daya manusia dari masyarakat sekitar, lho. Seru, bukan? Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Namun, untuk hal ini, tentu dibutuhkan proses yang panjang dan kesungguhan ya teman-teman.

Keseruannya tidak sampai di situ saja, untuk kamu yang suka nge-vlog dan edit video bisa banget ikutan PKM-Gagasan Futuristik Konstruktif. Mencari solusi sederhana bagi permasalahan lingkungan hidup, seperti sampah, banjir, kemacetan, dan pemanasan global dan dituangkan ke dalam video, pokoknya sekreatifnya kamu.

Daripada sibuk menyebar hate speech di media sosial, lebih kamu memikirkan solusi sederhana yang bisa dilakukan bersama untuk bangsa. Wah, dengan begitu kamu sudah berevolusi menjadi warga negara yang baik dengan berkontribusi untuk kepentingan orang banyak.

Kreasikan Judul Proposalmu

Kalau kamu sudah baca sampai poin ini, pasti kamu sudah ada bayangan tentang ide yang akan kamu tuangkan di proposal. Ups! Sebelum lebih jauh, hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah menentukan JUDUL PROPOSAL. Saat pendaftaran PKM di kampus, pasti akan diminta menuliskan judul PKM yang akan kamu ajukan.

“Padahal baru punya idenya saja, judul belum dirangkai kata-katanya mau apa“.

 Tidak perlu khawatir, teman! Kamu bisa lho, melihat contoh judul-judul PKM tahun lalu yang lolos didanai sebagai acuan kamu. Ada yang kreatif dengan padanan singkatan hits, namun ada juga judul yang terkesan biasa khas skripsi. Yang perlu kamu ingat adalah, batas maksimal kata pada judul tidak boleh melebihi yang tertulis pada pedoman.

Jika kamu bergerak di PKM bidang Pengabdian Masyarakat, Kewirausahaan, dan Gagasan Futuristik Konstruktif, bisa lho mengkreasikan judulmu agar terkesan eye catching, namun tetap tidak meninggalkan pokok dari ide kamu, ya! Untuk kamu yang bergerak di PKM bidang Penelitian, Artikel Ilmiah, Gagasan Tertulis, kebanyakan memang judul-judulnya seperti skripsi, namun pastikan terdapat kata kunci yang menjadi daya tarik reviewer.

Teman Satu Tim

Tidak perlu diragukan lagi, dalam PKM kamu dilatih untuk bekerja sama, baik kamu sebagai ketua ataupun anggota tim. Dalam penyusunan proposal saja bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan dan nanti jika judulmu didanai akan menghabiskan sekitar 1 semester bersama tim. Jadi, jangan sampai terjebak dalam tim yang salah, ya.

Salah satu syarat komposisi tim adalah harus terdiri dari minimal dua angkatan yang berbeda. Misalnya kamu sebagai ketua adalah tingkat 3, jadi anggotamu harus terdiri dari tingkat 1, 2 atau 3. Carilah anggota yang kamu kenal baik dapat berkomitmen di proyek besar ini.

Jangan pernah mencampur aduk masalah pribadi dengan proyek bersama, ya! Segera selesaikan masalah itu dan berusahalah bersikap profesional. Karena masalah yang didiamkan akan berdampak pada kekompakkan tim. Perlu ada yang mengalah demi menyukseskan proyek bersama ini. Semua orang di dalam tim harus sadar bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang sama untuk berkontribusi pada proyek ini.

Oh iya, tips lainnya yaitu, jika kamu masih di tingkat 1, sebaiknya tidak mencalonkan sebagai ketua tim, melainkan gabung sebagai anggota di tim kakak tingkatmu. Mengapa demikian? Karena sehebat atau sesemangat apapun kamu, kamu dinilai belum memiliki landasan ilmu dan kemampuan untuk menjadi ketua penelitian.

Ikuti Pedoman Terbaru

Seringkali kita mengeyampingkan kebaruan dari pedoman PKM, dengan berkata:

“Ikuti saja format proposal yang tahun lalu lolos, pasti tidak akan jauh berbeda dari pedoman sebelumnya”.

 Eits, meskipun begitu, kamu harus tetap rajin mengecek proposalmu dengan mengacu pada pedoman terbaru yang telah disediakan Kemenristek Dikti, ya. Hal ini dikarenakan jika terdapat kesalahan format atau penulisan pada proposal yang kamu ajukan, maka sebagus apapun ide dan isi proposal kamu, peluang untuk lolos tentu akan berkurang. Proposal yang tidak mengikuti pedoman akan membuat reviewer mengabaikannya karena ada ribuan proposal yang harus mereka periksa.

Selain itu, kesalahan yang paling banyak dalam penulisan proposal adalah dicantumkannya abstrak, padahal di pedoman PKM tidak tertulis demikian. Abstrak adalah ringkasan dari penelitian yang telah dilakukan, sedangkan proposalmu baru dalam bentuk rancangan penelitian. Jadi, jika kamu tetap mencantumkan abstrak pada proposal PKM-mu, hmm, itu tidak akan baik.

Isi Proposal Sedetail Mungkin

Untuk menjadikannya proposal yang baik, kamu harus menulis sedetail mungkin, mulai dari hal yang mendasari ide, tujuan, luaran yang diharapkan, landasan teori, rancangan usaha, metode, video, dan lain-lain. Bersama proposal ini, kamu meyakinkan bahwa sudah sangat siap dengan apa yang akan kamu dan tim kerjakan.

Tantangannya adalah pada proposal PKM diberi batasan halaman, hal ini agar reviewer mendapatkan informasi yang paling penting dan tidak bertele-tele. Kamu bisa bertanya dengan kakak tingkat yang mempunyai pengalaman di PKM tahun sebelumnya dan meminta bimbingan kepada dosen yang memiliki semangat yang sama pada PKM atau kegiatan sejenisnya. Ingat, detail, namun tidak bertele-tele, to the point.

Tidak hanya isi proposal yang diperhatikan, namun dokumen pendukung seperti surat kerjasama mitra, surat pernyataan peneliti, lembar pengesahan harus dipersiapkan dengan baik, itulah mengapa dalam tim harus terjalin komunikasi dan sama-sama berkomitmen. Jangan biarkan proposalmu terkesan terburu-buru, ya. Misalnya banyak typo, kalimat kurang jelas, dan lain-lain.

Dosen Pendamping

Kamu tidak akan bisa bergerak jika tanpa bantuan seorang dosen pendamping karena pada program ini diwajibkan bagi tiap tim untuk didampingi oleh satu dosen. Bahkan di beberapa universitas ada dua dosen yang mendampingi satu tim, yaitu dosen pendamping yang membantu mengarahkan jalannya penelitian, dan dosen pendamping yang memeriksa proposal apakah sudah sesuai dengan format atau belum.

Arahan yang beliau berikan tentu akan bermakna pada proposalmu, jadi jangan menyia-nyiakan kebaikan dari dosen pendampingmu, ya! Mahasiswa dan dosen pendamping seperti satu tim penelitian, ada kalanya permasalahan dalam penelitian terjadi dan mahasiswa bingung bagaimana solusinya. Ajaklah dosen pendampingmu berdiskusi, jangan merasa sungkan untuk bertanya. Dosen akan senang jika mahasiswanya aktif bertanya karena menandakan kamu sudah belajar banyak tentang proyek ini. Selain itu, tentu saja tanda tangan beliau sangat berharga bagi kelolosan proposalmu secara administrasi.

Carilah dosen pendamping yang mengerti metode (spesifik bidang tertentu) dan mau mengarahkan kebimbanganmu beserta teman-teman, juga memiliki waktu yang fleksibel di kampus agar mudah ditemui. Jika dosen pendampingmu pada penelitiannya pernah didanai oleh Kemenristek Dikti, itu menjadi nilai tambah bagi tim. Meski tidak semua tim dipastikan lolos jika didampingi oleh dosen demikian, namun sedikit banyak akan berpengaruh terhadap proposal PKM-mu. Untuk kamu yang didampingi oleh dosen baru, jangan berkecil hati. Tetap ada kok tim yang lolos didanai, meski didampingi oleh dosen baru. Tetap semangat!!

Cantumkan Harga Serealistis Mungkin

Program ini didanai oleh kas negara yang mengharapkan hasil dari penelitian atau kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas dan dalam jangka waktu yang panjang. Ingat ini adalah amanah ya teman-teman.

Pada bagian justifikasi anggaran kegiatan, kamu diwajibkan menulis harga barang, kegiatan, transportasi, dan lain-lain. Usahakan serealistis mungkin karena pada saat inilah kejujuran kamu diuji. Kamu bisa mencari harga melalui internet karena tidak akan berbeda jauh dibanding kamu menebak-nebak harga barang tersebut.

Tips selanjutnya, pemakaian dana untuk masing-masing jenis pengeluaran (peralatan, bahan habis pakai, perjalanan, dan lain-lain) harus memperhatikan range yang telah ditetapkan pada pedoman. Selain itu, tidak disarankan membeli peralatan elektronik meskipun menunjang kegiatanmu, seperti kamera, laptop, printer, handycam, sebaiknya menyewa saja, ya. Hal ini dikarenakan agar tidak menimbulkan pertanyaan, “barang-barang itu akan kalian apa kan ketika program ini berakhir?”.

Berikutnya yang perlu diingat yaitu, perjalanan kalian dari rumah ke kampus untuk penelitian tidak boleh dihitung sebagai pengeluaran penelitian. Hal ini dikarenakan sebagai mahasiswa kalian sudah pasti ada keperluan lain ke kampus, kan? Bisa dibilang ini adalah tugas negara yang memerlukan loyalitas yang tinggi.

Untuk itu tidak diperkenankan penerimaan honor kepada dosen pendamping, peneliti, dan pihak ketiga. Proposalmu terpilih saja itu sudah beruntung jadi tidak perlu mengambil keuntungan dari kucuran dana yang diterima. Meskipun tidak ada audit keuangan, namun jangan menyalahgunakan dana PKM, ya!

Tidak Upload di Hari Terakhir

Kebanyakan mahasiswa pasti pernah mengerjakan tugas mendekati deadline, ada sensasi semangat yang entah datang dari mana, namun juga mengkhawatirkan. Tapi, untuk PKM disarankan untuk tidak mengunggah proposal di hari terakhir atau deadline, apalagi malam hari, pukul 23:50, duh jangan, ya! Seperti yang sudah dibahas di atas, pengiriman proposal melalui website resmi PKM dan pastinya mahasiswa deadliner tidak hanya kamu saja, ada banyak.

Peningkatan traffic pengunjung ini menyebabkan server menjadi down. Jika sudah begitu, kamu hanya bisa menunggu sembari menelpon teman setimmu, yang sama-sama mencoba untuk mengunggah proposal, atau meminta bantuan pihak kampus. Jika berhasil, maka kamu selamat, tapi jika server down hingga keesokkan paginya? Maka, proposalmu tidak bisa diunggah atau tim kamu dinyatakan tidak lolos. Untuk itu unggahlah proposal maksimal di H-1 sebelum penutupan, ya.

“Meskipun kamu menunda pekerjaan berhari-hari, kamu akan sama-sama mengerjakan pekerjaan itu. Ya, kamu akan rugi jika mengerjakannya menunggu deadline karena hasil dari perkerjaan kamu tidak akan optimal dibanding hasil pekerjaan yang kamu lakukan di jauh-jauh hari.”

Kembali lagi, tim harus solid layaknya tablet yang dikempa pada mesin pencetak. Hal yang membuat proposal PKM diunggah saat hari H penutupan adalah karena terlalu mengandalkan satu orang, tidak peduli apakah orang itu ketua atau anggota, jika dia yang paling bersemangat, maka sudah pasti teman satu tim yang lain akan bergantung padanya.

Berserah Diri

Setelah kamu dan tim berusaha hingga batas maksimal kemampuan kalian, dan proposalmu berhasil diunggah, SELAMAT! Selanjutnya, segera lupakan bagaimana nanti hasil pengumuman, apakah tim kamu lolos atau tidak?, percayalah kalian sudah melakukan yang terbaik. Ingat, seleksi berkas akan memakan waktu berminggu-minggu bahkan hitungan bulan. Gunakan saat-saat itu untuk merefleksikan diri, luruskan niatmu karena ini adalah amanah dari negara, bukan untuk gaya-gayaan.

Jalani aktivitas yang lain agar kamu melupakan ke-hectic-an kemarin. Kamu tidak perlu berharap tim ini harus lolos, kamu sudah berusaha dengan baik, nothing to lose, selanjutnya serahkan semua hasil kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dia tahu yang terbaik. Seringnya ketika kita berserah diri pada Tuhan, maka akan banyak keajaiban yang terjadi, lho.

Ketika ada teman yang bertanya tentang PKM-mu dan mendo’akan agar tim kamu lolos, jawaban “nothing to lose saja..” secara tidak sadar akan membuatmu lebih ikhlas pada segala ketetapan Tuhan. Meski dalam do’a panjangmu, kamu selalu meminta hasil yang terbaik, namun semuanya kamu berserah dan mengikuti kehendak-Nya.

Gagal? Coba Lagi!

Pernah dengar cerita tentang orang yang gagal berkali-kali, namun dia tetap mencobanya hingga berhasil? Ya, ada banyak contohnya dan jadilah kamu salah satu dari mereka. Tidak ada kegagalan, yang ada hanya sebuah cara yang belum efektif. Tidak peduli berapa banyak proposalmu ditolak, kamu hanya perlu menemukan celah untuk bisa berhasil. Hanya ada satu cara yang dapat menghentikanmu, yaitu ketika kamu sudah lulus dari bangku kuliah.

Tidak ada ruginya kamu mencoba lagi, serius! Namamu dan beberapa judul proposal yang ditolak itu akan terpampang di akun PKM-mu. Mungkin suatu saat kamu akan flashback melihat akun PKM-mu lagi dan membaca judul-judul proposal itu, kemudian berniat untuk melakukannya dengan beberapa modifikasi dan mengajak kerja sama para ahli untuk mengembangkannya. Tidak ada yang tahu kan kedepannya akan seperti apa?

Dari sekian banyak kamu mencoba, pasti nanti akan kamu rasakan hasilnya. Mungkin hasil tidak secara langsung bisa kamu lihat, tetapi perubahan sikap menjadi lebih baik, seperti kedisiplinan, kemampuan untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan kepemimpinan bisa kamu rasakan selama menjalani proses ini.

Bagaimana teman, apakah kamu sudah siap menghadapi persaingan intelektual di PKM ini? Semoga kamu dan tim berhasil, ya! Tapi, ingat, jadikan ini sebagai pengalaman, bukan beban apalagi gaya-gayaan! Itulah 12 tips agar proposal PKM-mu lolos didanai.

Sejatinya, dengan kamu mendaftarkan tim kamu ke PKM saja, itu sudah menjadi catatan penting bagimu selama menuntut ilmu di universitas. Tidak perlu minder jika kamu belum berhasil, masih banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk berkontribusi bagi bangsa.

Terimakasih telah membaca artikel yang sederhana ini, semoga kehadirannya membawa manfaat bagi kehidupanmu, ya. Hidup Mahasiswa!

oleh: @elviaher

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*