7 Tempat Wisata di Surabaya yang Penuh dengan Nilai Sejarah

tugu pahlawan surabaya - sumber: dronejowo

Kota Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan karena berdasarkan sejarah, pertempuran berdarah dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pecah di kota ini.

Banyak pahlawan yang gugur dalam pertempuran ini demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

tugu pahlawan surabaya – sumber: dronejowo

Tempat maupun bangunan di Surabaya menjadi saksi bisu bersejarah mulai dari era Kolonial hingga era mempertahankan Kemerdekaaan.

Jika kamu mengunjungi Kota Pahlawan dan ingin tahu tempat-tempat historis, berikut 7 tempat wisata di Surabaya yang penuh dengan nilai sejarah.

Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan merupakan monumen yang menjadi landmark dari Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Tugu yang berlokasi di tengah kota bedekatan dengan Kantor Gubernur Jawa Timur, dibangun untuk memperingati peristiwa 10 November 1945.

Pada peristiwa itu, terjadi pertempuran berdarah arek-arek Surabaya yang berjuang untuk melawan tentara Sekutu dan Belanda demi mempertahankan kemerdekaan.

Di dalam Tugu Pahlawan, menyimpan bukti sejarah peristiwa 10 November 1945 dan rekaman asli dari Bung Tomo saat berpidato untuk membangkitkan semangat arek-arek Surabaya.

Untuk memasuki Tugu Pahlawan, kamu hanya akan dikenai biaya masuk sebesar Rp 5.000. Tugu Pahlawan Surabaya buka Selasa-Jum’at pada jam 07.00-15.00 dan Sabtu-Minggu pada jam 07.00-12.00.

Hotel Majapahit

Kalau mendengar hotel, pasti pikiran kamu terlintas digunakan untuk menginap. Namun, di Hotel Majapahit yang berlokasi di Jalan Tunjungan No. 65, dipergunakan juga untuk destinasi wisata sejarah.

Hanya dengan biaya sebesar Rp 100.000, kamu bisa menikmati wisata heritage tour di Hotel Majapahit. Tentu, ada pemandu yang akan menunjukan lokasi-lokasi bersejarah di Hotel Majapahit.

Hotel Majapahit ini dulunya bernama Hotel Yamato. Di Hotel inilah yang menjadi saksi bisu perjuangan arek-arek Surabaya pada 19 September 1945 untuk merobek bendera Belanda yang berkibar di Hotel Yamato, menjadikannya dengan bendera Indonesia.

Benteng Kedung Cowek

Berlokasi di Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, dekat dengan gerbang tol jembatan Suramadu, terdapat bangunan yang bernama Benteng Kedung Cowek.

Benteng Kedung Cowek merupakan benteng peninggalan Hindia-Belanda yag dipergunakan sebagai gudang peluru dan pertahanan. Benteng Kedung Cowek diresmikan menjadi Bangunan Cagar Budaya pada tanggal 31 Oktober 2019.

Diperkirakan benteng ini dibangun pada tahun 1910-an, namun pembangunannya belum rampung akibat krisis moneter yang dialami oleh Hindia-Belanda pada tahun 1920-an. Kemudian, benteng ini jatuh ke tangan tentara Jepang, setelah pada akhirnya direbut oleh pejuang dari Pasukan Sriwijaya.

Museum Surabaya

Terletak di pusat kota Surabaya tepatnya di Jalan Tunjungan No.1, Museum Surabaya dulunya bernama Gedung Siola yang berdiri pada tahun 1877. Sebelum memiliki nama Gedung Siola, dulunya bernama White Laidlaw yang dimiliki oleh investor Inggris, Robert Laidlaw.

Gedung ini pernah digunakan para pejuang untuk menahan serangan Sekutu dari arah utara. Hingga pada masa kemerdekaan, gedung ini diambil alih oleh Pemerintah Kota Surabaya. Nama Siola ini baru dipergunakan pada tahun 1960 singkatan dari nama pengusaha kontraktor dan dijadikan usaha ritel.

Namun, karena banyaknya pesaing, tahun 1998 gedung ini ditutup. Tahun 2015, Pemkot Surabaya menjadikan gedung ini sebagai Unit Pelayanan Publik sekaligus digunakan sebagai fasilitas usaha UMKM.

Dan gak hanya itu, Pemkot juga menyediakan Museum Surabaya yang di dalamnya terdapat foto-foto pahlawan hingga benda-benda peninggalan bersejarah. Kamu bisa mengunjungi Museum Surabaya pada jam 09.00-21.00 dengan gratis.

Gedung Internatio

Sebelum pertempuran 10 November 1945 pecah, Gedung Internatio menjadi saksi bisu penyebab pecahnya pertempuran. Ya, pada tanggal 30 Oktober 1945, Brigjen AWS Mallaby tewas, menyebabkan pihak Sekutu mengeluarkan Ultimatum yang ditolak oleh arek-arek Surabaya.

Gedung Internatio digunakan sebagai tempat perdagangan dan markas pasukan Sekutu di Surabaya. Nama asli dari Gedung Internation adalah Internatioale Crediten Handelvereeniging

Meski kalah modern dengan gedung-gedung yang ada di sekitarnya, namun di  Gedung internatio ini kamu bisa melihat lebih dekat nuansa bangunan era kolonial dan tentu saja kilas balik mempertahankan perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Museum House of Sampoerna

Museum House of Sampoerna adalah bangunan yang bersejarah, khususnya berkaitan dengan sejarah kretek di Indonesia. Terletak di Jalan Taman Sampoerna 6, House of Sampoerna dibangun pada tahun 1892.

Pada awalnya, bangunan bergaya kolonial Belanda ini digunakan untuk panti asuhan putra. Kemudian pada tahun 1932, pendiri Sampoerna, Liem Seeng Tee membelinya dan menjadikan tempat produksi pertama dari rokok Sampoerna.

Di dalam Museum ini, kamu akan melihat berbagai macam benda dan deretan foto bersejarah pembuatan kretek. Mulai dari cengkeh yang digunakan untuk membuat rokok, alat pemantik, bahkan ada sepeda yang digunakan berkeliling berjualan rokok.

Museum yang dibuka secara resmi pada tahun 2003 ini ,bisa kamu kunjungi mulai pukul 09.00-18.00 dengan bebas biaya masuk alias gratis.

Makam Peneleh

Tempat yang satu ini, merupakan makam tertua di Jawa timur yang sudah ada sejak era Kolonial, yang dibangun pada tahun 1847. Berlokasi di Jalan Makam Peneleh No.35A, Kecamatan genteng, luasnya mencapai 4,5 hektar dengan mayoritas dari orang Belanda yang dikuburkan di tempat ini.

Kalau saat siang hari, Makam Peneleh menjadi daya tarik karena bentuk dari makam dengan gaya era Kolonial kuno yang khas. Untuk bisa masuk ke dalam kompleks makam, terlebih dahulu kamu harus meminta izin dari DKP Surabaya yang letaknya di Jalan Menur 31 Mulyorejo.

Berwisata mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Surabaya, gak hanya sekadar untuk melihat bentuknya saja. Tapi kamu pun dapat mengetahui nilai bersejarah dari tempat yang kamu kunjungi di Surabaya.

Oleh: Arifbay

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*