Penyebab Kenakalan Remaja, Contoh, Dampak dan Solusinya

Kenakalan Remaja (2)

Masa remaja adalah masa yang paling indah, begitu kata orang-orang tua yang telah melewati masa remajanya. Saat inilah manusia mulai mencari jati dirinya dengan mencari hal-hal yang baru, dan merasakan ketertarikan terhadap lawan jenis yang diikuti perubahan-perubahan fisik serta perilaku.

Biasanya di masa remaja inilah banyak terjadi konflik terutama saat proses pencarian identitas diri. Faktor-faktor yang mendukung terjadinya konflik ini bisa datang dari dalam diri seorang remaja atau dari luar diri seorang remaja tersebut.

Namun, yang paling banyak berpengaruh adalah lingkungannya khususnya teman-teman sebayanya.

Kenakalan Remaja (1)

Para remaja akan cenderung membentuk kelompok-kelompok yang Dia anggap sesuai dengan identitas dirinya. Bahayanya adalah ketika seorang remaja justru memilih kelompok-kelompok yang negatif. Hal ini bisa saja terjadi karena rasa penasaran remaja yang masih tinggi dan juga perasaan ingin ditakuti dan diakui oleh orang lain di sekitarnya.

Rasa ingin diakui inilah yang sebenarnya harus diarahkan ke arah yang positif. Hal itu karena Mereka memiliki banyak energi untuk mencapai sesuatu dan perlu arahan agar energi yang Mereka miliki itu bisa disalurkan pada hal-hal yang positif.

Selain itu, ada hal yang paling penting yaitu mengarahkan Mereka pada jatidiri Mereka yang terbaik agar perasaan ingin diterima itu bisa dipenuhi dengan cara positif.

Apabila tidak ada pengarahan yang dilakukan secara tepat maka dapat dipastikan remaja besar kemungkinan melakukan berbagai tindakan kenakalan. Mereka menganggap kenakalan yang Mereka lakukan adalah sesuatu yang keren dan yang lebih penting Mereka akan mendapat pengakuan dari anggota kelompok yang lain.

Apa Itu Kenakalan Remaja?

Kenakalan remaja merupakan bentuk-bentuk aktivitas remaja yang bersifat negatif dan mempunyai tujuan untuk mencari identitas diri Mereka sendiri. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kenakalan remaja sesuai dengan pengertian tersebut adalah teman-teman sebaya atau lebih khusus lingkaran pertemanan para remaja ini.

Bagi para remaja ini lingkaran pertemanan adalah tempat yang paling aman dan nyaman menceritakan semua hal yang tidak bisa diceritakan kepada orang tua dan guru. Mereka bisa merasa bebas bercerita dan mendiskusikan apapun di sana.

Sayangnya teman-teman sebaya dengan kecenderungan yang negatif akan membentuk suatu individu menjadi negatif juga. Tentu saja ini akan mempengaruhi kehidupan remaja dikemudian hari yang secara tidak sadar menjerumuskan dirinya sendiri pada kegagalan dalam kehidupan.

Baca Juga: 7 Tips Sederhana Menghadapi Pengidap Gangguan Kesehatan Mental

Identitas yang Mereka peroleh dari pergaulan dengan lingkaran pertemanan yang negatif bisa menimbulkan suatu konflik berkelanjutan. Bisa saja konflik yang akan terjadi antara pemuda dan orang tuanya. Tidak hanya itu saja, hal ini juga bisa berlanjut pada penolakan masyarakat kepada pemuda tersebut karena dianggap tidak memiliki nilai dan norma yang dapat diterima masyarakat pada umumnya.

Kabar gembiranya, kenakalan remaja adalah proses meskipun sifatnya negatif. Jadi masih bisa dilakukan pengarahan agar remaja memiliki nilai-nilai positifnya kembali. Ini menjadi pekerjaan bagi masyarakat untuk setidaknya sadar bahwa Mereka juga mempunyai andil dalam pembentukan jiwa remaja.

Contoh dari kenakalan remaja yang justru merusak diri sendiri meliputi tawuran, bolos sekolah, menyalah gunakan uang orang tua, narkoba, seks bebas, mabuk, dan berbohong. Umumnya semua perilaku ini dilakukan karena ajakan dari teman-teman sebaya yang juga memiliki kecenderungan negatif.

Tentu semua perilaku ini akan merugikan pemuda tersebut jika terus menerus dibiarkan. Perlu ada bimbingan yang dilakukan oleh orang tua sebagai penanggung jawab yang bekerja sama dengan sekolah.

Penyebab Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja bisa terjadi di mana saja tidak peduli di kota dan di desa. Terlebih sekarang ini sudah ada teknologi yang semakin memungkinkan semua orang mengakses informasi dari internet.

Suatu bentuk kepribadian dalam diri remaja pasti akan terbentuk karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Hal itu juga berlaku pada perilaku kenakalan remaja yang sampai hari ini masih kerapkali diberitakan di media-media. Ada dua penyebab yang punya pengaruh besar terjadinya kenakalan remaja.

1. Faktor Internal

Kenakalan remaja yang seringkali menjadi salah satu permasalahan sosial yang selalu ada di masyarakat bisa dipicu dari faktor internal dari dalam individu remaja tersebut. Internal juga bisa diartikan dalam lingkungan keluarga remaja tersebut. Berikut ini faktor internal yang bisa mempengaruhi terjadinya kenakalan remaja.

a. Lingkungan Keluarga

Keluarga merupakan tempat berlindung seorang individu justru bisa menjadi sebab terjadinya kenakalan remaja. Jika seorang individu tidak diterima dalam keluarga kemungkinan besar Dia akan mencari tempat lain yang bisa menerima dirinya apa adanya.

Mereka akan mencoba menginterpretasikan dirinya sesuai dengan kelompok-kelompok pergaulan yang bisa menerima diri Mereka apa adanya. Pelarian remaja dari ketidak pedulian keluarga menjadi sebuah ironi yang nyata. Keluarga harusnya bisa menjadi tempat yang aman bagi setiap anggotanya.

b. Perasaan Diterima dan Ingin Diakui

Perasaan seorang remaja untuk diterima sesuai dengan apa yang Dia punya sangat mempengaruhi kepribadiannya. Semakin tinggi Dia punya rasa diterima di suatu lingkungan maka akan menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi.

Hal ini bisa menjadi negatif jika, seorang remaja yang sudah mencoba keras untuk diterima di suatu lingkungan yang positif dan gagal. Akhirnya justru lingkungan negatif tersebutlah yang bisa menerima Dia apa adanya.

Tentu remaja ini akan memilih terjun pada lingkungan di mana Dia bisa diterima dan dihormati sebagai anggota. Semakin tinggi rasa penerimaannya pada sebuah kelompok yang negatif bisa dimungkinkan kenakalan yang Dia lakukan tingkatnya juga semakin ekstrim. Namun, ini juga tergantung persepsi kelompok terhadap suatu hal yang Dia anggap populer.

c. Kondisi Emosi Remaja

Perubahan fisik yang terjadi pada tubuh remaja juga menyebabkan kondisi emosi remaja semakin kompleks. Mereka berusaha mencari tahu siapa sebenarnya dirinya itu. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat Mereka terus berperilaku positif maupun negatif.

Kondisi emosi remaja juga dipengaruhi oleh tuntutan sosial yang ada di dalam masyarakat sehingga remaja yang dianggap mulai beranjak dewasa mengalami sebuah konflik. Konflik yang Dia alami akan membuat dirinya berperilaku seolah memberontak terhadap sistem, nilai, dan norma yang umumnya dianut oleh masyarakat.

Mereka mengalami proses penyesuaian diri yang tidaklah mudah. Butuh proses yang tidak sebentar untuk menyadarkan posisinya dalam masyarakat sehingga nilai dan norma tersebut sudah melekat pada dirinya.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan dalam bimbingan yang baik dari orang tua dan keluarga maupun sekolah. Remaja akan berangsur bisa menerima nilai dan norma tersebut.

d. Perasaan Inferioritas

Perasaan inferioritas mengacu pada perasaan-perasaan yang mengganggap dirinya sendiri tidak mampu. Bentuk perasaan ini dapat berupa kurang percaya diri terhadap dirinya sendiri, rendah diri, dan sebagainya. Mengapa perasaan ini bisa mempengaruhi kenakalan remaja?

Rasa inferioritas seorang remaja ini akan membuat seorang remaja ingin semakin diakui dalam sebuah kelompoknya. Dia akan melakukan apa saja untuk diterima termasuk melakukan hal-hal negatif untuk bisa diterima dan menutupi sejenak rasa inferioritasnya.

2. Faktor Eksternal

Selain faktor internal ada juga faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi terjadinya kenakalan remaja. Faktor eksternal berarti faktor dari luar individu yang mempengaruhi terjadinya kenakalan remaja ini.

Berikut ini beberapa faktor yang datang dari luar individu yang dimaksud.

a. Lingkungan Masyarakat

Lingkungan akan membentuk pribadi yang ada di dalamnya. Hal itu sangat tepat diungkapkan karena kenyataannya apabila suatu lingkungan memiliki kecenderungan positif kebanyakan individunya juga akan memiliki kecenderungan positif. Sebaliknya, jika lingkungan memiliki kecenderungan negatif maka individu yang tinggal di situ kemungkinan besar akan negatif.

Lingkungan masyarakat yang negatif bisa membentuk remaja mengarahkan diri pada perilaku negatif dan terjadilah kenakalan remaja. Kelompok remaja yang dipengaruhi oleh lingkungan masyarakatnya ini membawa kebiasaan negatifnya di sekolah dan Mereka menjadi semacam ikon yang menentukan apa itu definisi keren.

Nah, ini bisa membuat munculnya kelompok-kelompok yang mengarah ke arah yang negatif. Guru dan semua warga sekolah harus tahu apa yang harus dilakukan untuk bisa mencegah terbentuknya perilaku negatif yang bisa membuat remaja nekat melakukan kenakalan demi mendapatkan gelar dan pengakuan dari lingkaran pertemanannya.

Baca Juga: 9 Tips Menaklukkan Wanita Alfa (Dominan) Idamanmu

b. Lingkungan Sekolah

Mau tidak mau harus diakui kegagalan sekolah dalam membimbing peserta didiknya bisa mengarahkan Mereka pada kasus-kasus kenakalan remaja. Remaja yang cenderung minim prestasi karena keterbatasan sekolah dalam memfasilitasi bakat dari seorang remaja bisa jadi membuat remaja mencari cara sendiri agar Dia diakui.

Tidak jarang Dia justru lebih memilih untuk melakukan kenakalan-kenakalan. Bentuk kenakalan di sekolah seperti gaduh di kelas saat guru menerangkan, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, datang terlambat, tawuran dan sebagainya. Nah, sekolah harusnya bisa peka terhadap permasalahan ini.

Masa remaja adalah masa di mana remaja mulai mencari jati dirinya dan sekolah harus bisa memfasilitasi hal tersebut. Misalnya untuk siswa yang suka olah raga dibuatlah suatu pembimbingan untuk siswa yang suka olah raga dan bidang-bidang lainnya. Tujuannya untuk memberikan wadah positif bagi para remaja ini untuk mengaktualisasikan dirinya.

c. Teman Sebaya

Pengaruh teman sebaya memang bisa dibilang yang paling besar di antara faktor eksternal yang lain. Sebenarnya pengaruh teman sebaya digunakan oleh seseorang individu yang tidak memperoleh pengakuan di lingkungan keluarganya sehingga Mereka berusaha keras untuk diterima di lingkaran pertemanannya yang terkadang bersifat negatif.

Sudah banya hasil studi yang membuktikan bahwa lingkaran pertemanan dari seorang remaja mempunyai pengaruh besar terhadap terjadinya kenakalan remaja. Persepsi kelompok yang menganggap tawuran keren misalnya, atau dengan melakukan hal negatif lainnya maka akan ada penghargaan dan pengakuan dari kelompok tersebut membuat individu melakukannya.

d. Mengikuti Trend

Kecenderungan remaja-remaja mengikuti trend ini juga bisa memicu terjadinya kenakalan remaja. Media-media banyak memberikan andil dalam hal ini. Penayangan konten-konten yang mengandung unsur kekerasan fisik juga bisa mempengaruhi pandangan seorang remaja.

Mungkin terlihat sepele, tapi hal ini tidak bisa dilihat sebelah mata. Sudah banyak kasus-kasus kenakalan remaja yang dimulai dari rasa ingin tahu remaja untuk melakukan hal-hal negatif. Misalnya ada remaja yang sering melihat berita-berita tawuran dan menganggap hal itu sesuatu yang keren untuk dilakukan.

Jika ini dibiarkan bisa berakibat fatal. Banyak pihak yang harus bisa memberikan pengarahan terkait hal ini bahwasanya tidak semua trend harus diikuti. Sebaiknya beri pengertian kepada para remaja ini jika boleh mengikuti trend yang positif dan jangan lupa kenalkan juga apa saja trend-trend positif itu.

Faktor-faktor internal dan eksternal sebenarnya saling berkaitan satu dengan yang lain. Kita sebagai salah satu anggota masyarakat harus menyadari hal ini karena remaja hanya ingin mencari jati diri Mereka. Ada bainya Kita memberi dukungan penuh melalui penerimaan dan kesempatan-kesempatan yang diberikan terutama di tempat tinggal Mereka. Tujuannya agar Mereka merasa diterima dan diakui keberadaannya.

Contoh Kenakalan Remaja Saat Ini

Kenakalan remaja tidak hanya terjadi dijaman dahulu saja. Kini, kenakalan remaja juga masih sering terjadi. Ini membuktikan jika kenakalan remaja sejatinya adalah sebuah hal yang bisa dikatakan normal dalam batas-batas tertentu dan tingkat kenakalan yang tidak sampai pada tahapan ekstrim seperti tawuran misalnya.

Saat ini Kita akan membahas contoh kasus kenakalan remaja yang tergolong ekstrim. Berikut ini beberapa contoh kasus kenakalan remaja yang sampai sekarang masih sering ditemui khususnya di Indonesia.

1. Tawuran

Sampai saat ini tawuran masih sering terjadi antara pelajar. Biasanya penyebab tawuran bisa dipicu oleh kesalah pahaman yang terjadi antara masing-masing pelajar yang terlibat perselisihan. Pihak-pihak yang terlibat perselisihan tersebut memprovokasi teman-temannya sehingga terjadilah tawuran.

Tidak hanya itu saja terkadang para pelajar yang melakukan tawuran ini turun ke jalan untuk sebuah pengakuan. Sungguh ini adalah sebuah ironi bahwa trend yang berkembang dikalangan bebrapa anak muda adalah orang yang melakukan tawuran akan dibilang hebat, jago, dan sebagainya.

Ngerinya lagi, tawuran antar pelajar ini sudah kerapkali jatuh korban jiwa. Bahkan pernah ada anggota kepolisian yang mencoba mencegah tawuran justru menjadi korban sabetan senjata tajam.

Ada satu fakta yang mencengangkan mengenai tawuran antara pelajar. Saat tawuran para pelajar menggunakan senjata tajam untuk menghajar pelajar lain yang dianggap lawannya. Mereka dengan membabi buta menyerang bahkan sampai menjatuhkan korban jiwa.
Selain fakta tersebut, ternyata senjata-senjata tersebut berasal dari para alumni sekolah yang bersangkutan yang dijual kepada adik-adik tingkat. Ini menunjukan bahwa tawuran sudah dilakukan secara turun temurun dalam tataran alumni dan adik kelasnya.

2. Minum-minuman Keras

Kenakalan remaja ini juga termasuk salah satu yang ekstrim. Rasa penasaran remaja yang masih tinggi menjadi penyebab Mereka nekat menjajal minuman beralkohol ini. Tentunya Mereka akan memilih minuman keras yang harganya terjangkau yaitu oplosan.

Minuman oplosan sangat berbahaya untuk tubuh karena tidak ada yang tahu apa saja bahan-bahan yang digunakan dalam meracik minuman ini. Sudah banyak kasus-kasus kematian pelajar karena menenggak minuman oplosan. Namun, hingga kini kasus ini terus saja berulang kembali.

3. Seks Bebas

Perilaku seks di luar nikah akibat pengaruh budaya barat sangat tidak elok ditiru. Budaya ini tidak sesuai dengan budaya Indonesia yang memegang erat budaya ketimuran. Bila ditelisik lebih jauh penyebab terjadinya seks bebas ini biasanya karena rasa penasaran yang tinggi oleh remaja.

Lalu dari mana rasa penasaran ini berasal? Rasa penasaran ini bisa disebabkan oleh tontonan yang kurang mendidik dan pergaulan antar teman. Seks bebas akan menghancurkan masa depan anak. Ya, karena banyak sanksi sosial yang akan diperoleh oleh pelaku kenakalan remaja yang pada dasarnya sudah termasuk tindakan asusila.

Sudah banyak yang menjadi korban, khususnya perempuan. Pendidikan seks sangat penting untuk remaja dan juga penguatan terhadap dasar agama yang harus diperkuat agar tidak terjebak dalam kesenangan sementara.

4. Penyalahgunaan Obat-obatan Terlarang

Krisis identitas yang dialami remaja seringkali membuat remaja nekat mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Tekanan dari masyarakat dan tidak adanya dukungan dari orang-orang terdekat membuat para remaja semakin tertekan dan Mereka mencari jawaban lewat obat-obatan terlarang ini.

Dampak dari konsumsi obat-obatan terlarang sangatlah negatif karena bisa merusak konsentrasi dan fokus. Terlebih obat-obatan ini juga menimbulkan candu sehingga penggunanya akan merasakan gangguan saat tidak mengonsumsi obat-obatan secara rutin.

Bahayanya semakin lama waktu konsumsi dosisnya akan semakin banyak. Apabila tubuh sudah tidak bisa mentoleransi obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh akibatnya adalah kematian.

Nah itulah dia contoh-contoh kenakalan remaja yang sifatnya sudah mengarah ke kriminalitas. Semua jenis kenakalan remaja di atas harus bisa diatasi, sebab ini sangat penting terutama untuk kelanjutan dan masa depan generasi muda bangsa Kita.

Dampak Negatif Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja sangat merugikan banyak pihak baik orang tua, keluarga, sekolah dan termasuk remaja itu sendiri.

Nah, untuk menyadarkan bahwa kenakalan remaja berdampak negatif maka Kita juga harus mengetahui apa saja dampak negatif dari perilaku ini sehingga bisa tahu cara mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasinya.

1. Mencoreng Nama Baik Keluarga

Dampak negatif dari kenakalan remaja yaitu mencoreng nama baik keluarga karena kecenderungan kenakalan remaja bisa mengarah ke arah kriminal. Tentu saja tindakan-tindakan kriminal akan diadili secara hukum. Akibatnya yang bersangkutan harus menjalani hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Sayangnya tidak hanya sanksi hukum yang diperoleh, namun juga sanksi sosial yang sifatnya lebih berat. Keluarga juga terkena imbasnya karena dianggap gagal mendidik anak, dan ini tentu saja membuat keluarga merasa malu.

2. Merusak Masa Depan

Remaja yang melakukan kenakalan remaja yang tergolong ekstrim bisa berdampak pada masa depannya. Rusaknya masa depan remaja karena melakukan seks bebas, kehilangan anggota badan saat tawuran dan sebagainya.

Semua itu sangat merugikan, dan terutama merusak masa depan yang seharusnya diisi dengan kesuksesan-kesuksesan gemilang. Bayangkan seorang remaja berusia 16 tahun yang harusnya masih duduk di bangku sekolah harus mengurus anak di rumah dan memikirkan semua keperluan rumah tangga.

Belum lagi jika orang yang telah menghamilinya tidak mau bertanggung jawab. Pasti dirinya akan mengalami tekanan mental yang luar biasa.

3. Dikucilkan Masyarakat

Hasil yang dituai dari semua bentuk kenakalan remaja yang sudah dipaparkan di atas adalah dikucilkan oleh masyarakat. Tentu saja ini sangat menyakitkan karena menerima sanksi sosial itu jauh lebih berat dibandingkan dengan sanksi hukum.

Selain dikucilkan oleh masyarakat pelaku juga bisa saja dikucilkan oleh keluarga sendiri jika perbuatan yang dilakukan sudah kelewatan. Keluarga adalah tempat terakhir untuk seorang individu berteduh, jika keluarga saja sudah tidak menerima mau bagaimana kehidupannya nanti.

4. Menjadi Kebiasaan yang Tidak Bisa dihentikan

Kenakalan remaja yang dilakukan secara terus menerus akan menyebabkan seorang remaja menjadi terbiasa dengan perilaku negatif ini. Seolah-olah ini merupakan sesuatu perilaku yang normal. Apalagi jika remaja merasa diakui setelah melakukan hal-hal tersebut, bisa-bisa Mereka akan menambah intensitas perilaku tersebut untuk merasakan pujian tersebut.

Hal ini harus dihentikan supaya tidak terbentuk menjadi kebiasaan. Lakukan langkah pencegahan berupa upaya-upaya yang mengajak individu ini untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

5. Embrio Perilaku Kriminal di Masyarakat

Kenakalan remaja sebenarnya juga mengganggu keamanan masyarakat. Apabila dibiarkan secara terus menerus Mereka bisa semakin mengarah ke perbuatan kriminal. Misalnya saja seorang remaja yang mempunyai kebiasaan mencuri permen milik temannya. Lama kelamaan Dia ketagihan dan melakukan pencurian pada barang yang lebih bernilai berupa uang.

Baca Juga: 5 Tips Agar Tidak Menjalin Hubungan dengan Pria yang Salah

Jika terus dibiarkan maka lama kelamaan remaja ini bisa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Cukup sulit memang menghentikan kebiasaan-kebiasaan tersebut, namun jika dilakukan dengan telaten sebagai orang tuan maka semua akan baik-baik saja.

6. Merusak Mental Individu

Secara internal dampak dari kenakalan remaja ini mempengaruhi kondisi mental individu. Seorang remaja yang telah mendapat sanksi sosial dan sanksi hukum pasti akan mengalami kondisi mental yang terpuruk.

Mereka merasa sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi karena telah dijauhi oleh banyak orang. Kondisi mental yang tidak sehat bisa menyebabkan gangguan jiwa atau bahkan membuat individu memiliki kecenderungan berperilaku negatif.

7. Nama Baik Sekolah Tercoreng

Sekolah juga ikut mendapatkan imbas dari perilaku kenakalan remaja. Sebab saat itu remaja bersangkutan ada dalam tanggung jawab sekolah. Hal ini sangat merugikan pihak sekolah, namun juga tidak bisa disalahkan juga.

Para pelajar yang seharusnya sibuk untuk menuntut ilmu justru berperilaku negatif dan meresahkan masyarakat. Ini menunjukan sekolah seolah tidak memiliki kontrol kepada para peserta didiknya.

Penilaian masyarakat terhadap suatu sekolah yang pelajarnya terlibat kasus kenakalan remaja pasti juga akan ragu memasukkan anaknya ke sekolah yang bersangkutan. Hendaknya sekolah juga mulai menumbuhkan kembali wibawanya sebagai tempat pembentukan karakter siswa.

8. Menelan Korban Jiwa

Tawuran yang dilakukan antar pelajar tidak jarang menjatuhkan korban. Mereka tewas karena terkena luka bacok. Sangat disayangkan sekali remaja yang mempunyai masa depan yang masih panjang harus menghembuskan napas terakhirnya dalam tawuran yang notabenenya adalah perilaku negatif.

Bayangkan bagaimana perasaan kedua orang tuanya yang tahu jika anaknya pulang hanya tinggal nama. Pasti hati Mereka hancur karena kejadian yang menimpa anak kesayangan Mereka yang menjadi harapan dimasa depan.

9. Merusak Fasilitas Umum

Tawuran yang dilakukan di tempat-tempat umum bisa menyebabkan sejumlah fasilitas umum rusak parah. Halte-halte yang merupakan tempat yang nyaman untuk menunggu bus menjadi rusak. Kaca-kaca pecah akibat lemparan batu, dan pihak yang paling dirugikan adalah masyarakat umum.

10. Terserang Penyakit Mematikan

Akibat dari seks bebas yang dilakukan resikonya adalah terkena penyakit menular yang mematikan. HIV salah satunya, penyakit ini bisa menyerang manusia karena kebiasaan berganti-ganti pasangan.

Sampai hari ini virus HIV masih belum ditemukan obatnya. Kemungkinan besar orang yang terserang HIV akan meninggal karena virus ganas yang menyerang sistem imun tubuh.

Tentu Kita tidak ingin merasakan dampak negatif dari kenakalan remaja. Mulai sekarang lakukan segala upaya untuk bisa mengatasi kenakalan remaja entah Kita sebagai orang tua, anak, guru, maupun aparat harus tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja.

Solusi: Cara Asyik Mengatasi Kenakalan Remaja di Jaman Sekarang

Setiap pertanyaan pasti ada jawabannya begitu juga dengan permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Kenakalan remaja bisa diatasi asal ada kerja sama yang baik antara semua pihak mulai dari dalam diri remaja itu sendiri, orang tua, pihak sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Kenakalan Remaja (2)

Semua harus saling membantu dalam mengatasi permasalahan yang seringkali menimpa para remaja. Nah, inilah dia cara asyik yang dapat dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja dijaman sekarang ini.

1. Manajemen Waktu Orang Tua untuk Anak

Orang tua seringkali disibukkan dengan pekerjaan di kantor yang banyak menguras waktu. Sedangkan saat akhir pekan tidak ada aktivitas berarti yang dilakukan dengan keluarga khususnya anak yang sedang dalam masa-masa pencarian jati diri.

Manajemen waktu yang baik antara pekerjaan dan mendidik anak adalah hal yang penting. Pendidikan dari orang tua dapat dilakukan dengan cara yang santai seperti mengajak anak ke taman rekreasi sambil mengajak Mereka untuk mengobrol dan usahakan jangan memberi sekat terhadap obrolan.

Pada dasarnya orang tua bekerja juga untuk anaknya, ya hal itu memang benar. Namun, orang tua juga harus mengerti jika kebutuhan anaknya tidak hanya soal uang jajan, dan sebagainya tapi juga kebutuhan untuk didengarkan, kebutuhan untuk dihargai, dipuji dan diperhatikan juga harus dipenuhi.

Kepedulian orang tua kepada anaknya setidaknya bisa memberikan dukungan moral kepada para remaja ini. Paling tidak Mereka punya tempat yang bisa dipercaya untuk bercerita tentang apapun tanpa khawatir jika nanti Mereka akan dihakimi. Orang tua mulai bisa mengatur waktu untuk bisa lebih perhatian lagi kepada anak-anak usia remaja, percayalah Mereka membutuhkannya.

2. Mencari Tahu Bakat Anak

Setiap anak pasti memiliki bakat terpendam yang ada di dalam dirinya. Orang tua harus bisa memfasilitasi anaknya untuk bisa mengembangkan bakatnya tersebut. Paling tidak aktivitas ini untuk memberikan kesibukan yang menyenangkan bagi anak. Kesibukan yang dilakukan anak akan mengurangi waktu kosong yang Dia miliki.

Pengembangan bakat yang dilakukan dengan baik akan membuat anak semakin percaya diri dan ini akan sedikit demi sedikit mengantarkan anak pada kesuksesan dalam hidup. Cara mengasah bakat ini akan membuat anak juga mengenali dirinya sendiri sehingga Mereka bisa menemukan jatidirinya lewat sebuah bakat tersebut.

3. Pilih Lingkungan yang Positif

Jika Kamu adalah orang tua dan sedang memilih sekolah yang tepat. Coba kenali dulu bagaimana keadaan sekolah tersebut. Apakah lingkungan sekolah tersebut benar-benar menjadi tempat belajar yang efektif? Coba dengarkan pendapat-pendapat dari wali murid yang menyekolahkan anaknya di tempat tersebut.

Lingkungan yang positif adalah lingkungan yang memang bisa membentuk seseorang menjadi lebih baik. Sekolah hanyalah salah satu dari lingkungan, masih ada lingkungan masyarakat yang lingkupnya jauh lebih luas. Namun, di sini yang paling mempunyai adalah lingkaran pertemanan yang adanya di sekolah.

Lingkungan yang positif akan mengubah seseorang menjadi positif baik dari segi sikap maupun pengetahuan. Pemilihan lingkungan ini sangat penting sebagai bentuk tameng diri terhadap pengaruh negatif yang bisa saja terjadi kepada para remaja.

4. Perbanyak Kegiatan Sosial

Anak remaja yang mempunyai banyak waktu luang harus aktif mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan. Belajar bersosial itu penting sehingga akan mengalihkan segala emosi negatif dan yang lebih penting pandangan lebih terbuka.

Aktivitas di kegiatan sosial akan membuat fokus para remaja berubah ke kegiatan yang dilakukan sehingga pengaruh buruk bisa dihindari sedemikian rupa. Selain itu kegiatan sosial akan membentuk karakter positif seseorang termasuk para remaja yang dalam perjalanan mencari jati dirinya.

Kegiatan sosial juga bisa meningkatkan rasa percaya diri anak karena Mereka bisa melakukan sesuatu untuk kebaikan bersama. Cobalah untuk mengikuti kegiatan-kegiatan sosial yang bisa mengasah kemampuan sosial yang sangat berguna.

Baca Juga: Tips Resign dari Pekerjaan

5. Mengikuti Kegiatan Keagamaan

Kegiatan keagamaan bisa menambah nilai-nilai keimanan setiap orang. Pengetahuan agama semakin bertambah sehingga remaja tidak mudah terjerumus ke dalam pergaulan yang negatif. Agama merupakan tameng yang kuat untuk menolak segala bentuk kenakalan remaja.

Keberadaan agama semakin bisa memperjelas mana yang salah dan mana yang benar. Pendalaman agama akan bisa mencegah perilaku yang merusak sehingga secara tidak langsung menjadi alarm untuk tidak melakukan hal-hal negatif.

6. Bimbingan Orang Tua Utamanya Pendidikan Seksualitas

Orang tua harus bisa membimbing anak-anaknya untuk selalu pada jalur yang benar. Kenakalan remaja terjadi karena adanya rasa acuh tak acuh kepada anak sehingga anak mencari perhatian di luar keluarga. Bimbingan dari orang tua menggambarkan perhatian yang dibutuhkan bisa terpenuhi sehingga kenakalan remaja bisa dihindari.

Terkadang orang tua menganggap perbincangan tentang seks adalah hal yang tabu sehingga tidak jarang remaja jadi penasaran. Nah, orang tua juga bisa melakukan bimbingan tentang seks ini. Pasalnya jaman sekarang situs pornografi malah dijadikan media anak untuk mencari tahu tentang seks tanpa bimbingan dari orang dewasa.

Pendidikan seksualitas oleh orang tua bisa menumbuhkan kesadaran anak remaja. Mereka akan jadi lebih mengerti sehingga rasa penasaran Mereka terjawab dengan baik.

7. Jangan Mengekang Anak

Anak yang dikekang akan cenderung memberontak dan bisa melakukan tindakan-tindakan yang mengarah ke kenakalan remaja. Jika Mereka melakukan hal yang salah, cobalah untuk memberikan pengertian bahwa yang Mereka lakukan itu tidak tepat.

Jangan sampai Mereka merasa orang tua menjadi penghalang. berilah Dia pengertian jika itu terus dilakukan maka akan merugikan diri sendiri.

Jika orang tua mencegah anak melakukan sesuatu yang sesuai minat Mereka, harusnya orang tua bisa mendukung bukan malah menjadi penghalang. Orang tua juga harus mengerti kehendak anak sehingga anak bisa menyalurkan minatnya dengan maksimal.

8. Memberikan Pendidikan tantang Bijak Menggunakan Teknologi

Kecanggihan teknologi bisa menjadi alat untuk maju dan mencapai kesuksesan. Namun, di sisi lain teknologi juga bisa menyebabkan terjadinya kecenderungan negatif seperti kenakalan remaja.

Dewasa ini remaja sudah banyak yang mempunyai smartphone secara pribadi. Akibatnya Mereka dengan bebas mengakses semua konten yang Mereka anggap menghibur dan penting. Masalahnya tidak ada filter yang akan selalu mengawasi apa konten yang Mereka akses.

Pendidikan teknologi sangat penting untuk membangun kesadaran para remaja dalam menggunakan smartphonenya. Jika Mereka sadar bahwa smartphone bisa digunakan secara positif maka paling tidak kemungkinan penyalahgunaan teknologi bisa diminimalkan.

Peran orang tua juga bisa sangat membantu untuk mengawasi apa saja konten yang diakses oleh anak. Jangan sampai teknologi yang harusnya bisa mengembangkan anak justru malah merusak anak itu sendiri.

Pemerintah juga harus bisa melindungi generasi muda dari pengaruh konten-konten negatif. Mungkin pihak pemerintah yang berwenang bisa memblokir konten-konten negatif yang ada di internet untuk kebaikan generasi muda.

Delapan cara ini bisa digunakan untuk mengatasi kenakalan remaja. Namun, yang terpenting kerja sama itu harus benar-benar dilakukan dengan baik. Sudah saatnya budaya tawuran, dan kenakalan-kenakalan remaja yang lain harus dihentikan secara permanen.

Kasus semacam ini hanya merugikan dan membuat trauma bagi banyak orang serta yang lebih parah lagi merusak masa depan generasi muda. Semoga para remaja yang bisa menghabiskan masa mudanya untuk kegiatan-kegiatan yang positif.

Oleh: Y. Anugrahanto

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*