“Papajar” Tradisi Unik Menjelang Ramadhan di Cianjur

Keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa kita menjadi anugerah yang patut disyukuri, termasuk juga tradisi disetiap daerah yang sangat beranekaragam.

Seperti halnya tradisi di suatu daerah yang masih sangat kental dengan tradisi turun-temurun dari leluhurnya, tradisi yang biasanya wajib untuk dilestarikan dan dijaga sebagai salah satu warisan yang bisa diturunkan untuk anak cucu kita.

Setiap daerah biasanya memiliki tradisi-tradisi yang unik terutama tradisi menjelang bulan ramadhan. Begitupula tradisi di wilayah Cianjur Jawa Barat yang terbilang unik tetapi umum dilaksanakan, yakni tradisi “Papajar”.

Tradisi Papajar – Sumber: NET

Tradisi ini muncul biasanya menjelang bulan puasa tiba. Masyarakat berbondong-bondong bersama-sama baik bersama teman atau sanak saudara pergi mencari tempat untuk dapat berkumpul sambil makan bersama-sama.

Rutinitas menjelang puasa ini sudah sejak lama dilaksanakan masyarakat Cianjur, tetapi tepatnya tidak terlalu tahu persis.

Banyak hal dilakukan masyarakat Cianjur dalam rutinitas “Papajar” ini, tetapi mereka mencari tempat-tempat yang biasanya bisa dipergunakan untuk acara makan-makan bersama anggota keluarga.

Kegiatan yang dilakukan di luar rumah ini bertujuan untuk ajang silaturahmi sesama anggota keluarga dan tentunya saling memaafkan sebelum masuk bulan suci ramadhan.

Tempat yang selalu menjadi tujuan adalah Kebun Raya Cibodas. Makanya tempat ini akan begitu ramai dikunjungi masyarakat beberapa hari menjelang puasa. Karena tempatnya yang luas sangat cocok untuk mengadakan acara makan bersama anggota keluarga.

Selain Kebun Raya Cibodas. Daerah pesisir pantai di sekitar Kabupaten Sukabumi juga selalu menjadi tujuan “Papajar”. Daerah Ujung Genteng menjadi pilihan, karena tempatnya yang sangat nyaman dengan suasana pantainya serta cocok untuk kumpul keluarga, serta beberapa tempat favorit lainnya yang selalu menjadi tujuan masyarakat untuk kegiatan “Papajar”.

Kegiatan “Papajar” ini memang hanya dilakukan masyarakat Cianjur. Tetapi mungkin di daerah-daerah lainnya di nusantara ada juga yang melaksanakan rutinitas seperti ini hanya saja namanya yang berbeda. Seperti di wilayah masyarakat Priangan atau masyarakat Sunda lebih mengenalnya dengan sebutan munggahan.

Istilah yang lebih familiar karena maknanya sama yakni berkumpul bersama keluarga menjelang masuk bulan suci ramadhan. Tetapi hanya saja tidak perlu pergi keluar untuk menyambut bulan suci ramadhan. Biasanya saling memaafkan sesama anggota keluarga dan dilanjutan dengan acara makan bersama.

Bagaimana dengan “Papajar” di daerah lainnya di nusantara dalam menyambut bulan suci ramadhan?. Ternyata di beberapa daerah hal yang serupa juga dilaksanakan, ada yang berupa mandi membersihkan diri menjelang ramadhan dan ada juga yang saling berbagi makanan sesama tetangga.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat menjelang bulan suci ramadhan tentulah dengan niat yang baik. Semuanya ingin disaat memasuki bulan ramadhan.

kondisi kita memang betul-betul siap secara fisik dan mental, dan juga semangat dalam mengarungi puasa selama satu bulan penuh. Karena inti dari puasa tersebut adalah mencari keridhoan Nya. Percuma saja apabila kita semangat dalam menyambut bulan suci ramadhan tetapi kita tidak melaksanakan inti dari puasa tersebut.

Jadi tradisi “Papajar” ini perlu dilestarikan sebagai bagian dari budaya masyarakat Cianjur dalam menyambut bulan suci ramadhan dengan tidak mengurangi hikmah puasa.

Oleh: Ali Suwarno

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*