Musyawarah Mufakat di Masa Kerajaan, Kemerdekaan, Saat Ini

Musyawarah Mufakat
Praktek Musyawarah Adik-adik Pramuka - Yt. Agus Siswoyo

Halo para pembaca, tahukah Kamu jika bangsa Kita memiliki sebuah cara untuk mencapai suatu konsensus? Ya, betul ada namanya musyawarah. Cara ini sangat mujarab untuk bisa mengatasi permasalahan pelik walaupun pada awalnya akan terjadi banyak perbedaan pendapat.

Indonesia yang terdiri atas beragam latar belakang tentu saja setiap individunya memiliki pandangan yang berbeda-beda. Perbedaan pendapat bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan karena bangsa yang sudah merdeka dari penjajahan ini sudah memiliki bekal berupa musyawarah yang selalu dilakukan untuk berbagai kepentingan.

Musyawarah Mufakat
Praktek Musyawarah Adik-adik Pramuka – Yt. Agus Siswoyo

Musyawarah banyak dilakukan untuk berbagai kepentingan seperti sekolah, masyarakat, negara, bahkan hubungan internasional sekalipun. Jadi sudah tidak perlu diragukan lagi sebetapa saktinya musyawarah ini untuk digunakan sebagai alat dan wadah untuk proses pengambilan keputusan.

Apa itu Musyawarah?

Ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Sesuai pepatah tersebut ada baiknya Kita cari tahu dulu nih sebenarnya apa itu musyawarah? Musyawarah merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan sekelompok orang untuk mencapai suatu kesepakatan bersama.

Hal-hal yang dibahas dalam suatu musyawarah bisa ringan dan juga berat tergantung dari tujuan diadakan musyawarah. Kita bisa melihat pelaksanaan musyawarah di desa-desa misalnya, dalam bentuk rapat-rapat atau perkumpulan masyarakat yang sedang berdiskusi untuk mencapai konsensus.

Tujuan dilaksanakan musyawarah bisa dibedakan berdasarkan banyak hal. Misalnya ada sebuah desa yang mengalami banyak kasus pencurian dan perampokan. Lalu diadakanlah sebuah rapat desa. Setelah rapat warga sepakat untuk kembali mengaktifkan siskamling guna mencegah kejadian serupa. Ini juga termasuk tujuan musyawarah di masyarakat desa.

Lalu, musyawarah juga bisa dilakukan untuk memecahkan suatu masalah yang terjadi di negara. Indonesia pernah mengalami konflik antar suku yang berlangsung antara warga asli dan pendatang. Akibat konflik tersebut banyak korban jiwa berjatuhan. Setelah dilakukan musyawarah dari kedua belah pihak yang pada saat itu juga melibatkan penguasa yang berpengaruh, akhirnya konflik bisa dipadamkan kembali.

Perencanaan pembangunan juga bisa menjadi tujuan dari dilaksanakannya musyawarah. Misalnya pembangunan jembatan yang dilakukan secara swadaya antar masyarakat, atau pembangunan lapangan olah raga untuk berbagai kepentingan masyarakat.

Intinya musyawarah bisa memberikan suatu jalan tengah untuk setiap kepentingan sehingga semua merasa diuntungkan. Hasil dari diadakannya musyawarah ini diharapkan bisa menjadi sebuah kesepakatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi setiap perwakilan kelompok masyarakat.

Pelaksanaan musyawarah merupakan salah satu aksi nyata dalam berdemokrasi. Ya, demokrasi selalu mengedepankan kepentingan bersama dengan mendengarkan semua pendapat dan mencari jalan tengah untuk memperoleh solusinya dan ini sudah dilakukan di Indonesia sejak lama.

Pandangan Musyawarah dari Sudut Pandang Pendiri Bangsa

Ternyata para pendiri bangsa Kita mempunyai berbagai pandangan tentang musyawarah ini. Meskipun musyawarah secara umum bisa didefinisikan sesuai dengan pegertian di atas, ada juga pandangan dari para pendiri bangsa Kita nih tentang apa itu musyawarah.

1. Pandangan Musyawarah Menurut Bung Karno

Bung Karno mempunyai pandangan tersendiri terhadap musyawarah. Beliau berpandangan musyawarah adalah salah satu bentuk kedaulatan rakyat yang tercermin dalam NKRI itu sendiri. Jadi musyawarah menjadi roh yang menghidupi kehidupan masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara.

Bung Karno
Bung Karno pada Pelantikan PPKI

Musyawarah menjadi salah satu bentuk semangat gotong royong antar warga negara begitu menurut sang Proklamator. Gotong royong yang mengedepankan berbagai pemikiran untuk mencapai kesepakatan yang terbaik.

Meskipun Beliau diangkat tanpa penunjukan dari MPR, namun secara pribadi Bung Karno memiliki karakter demokratis. Pandangannya yang nasionalis mampu merangkul seluruh elemen masyarakat yang beragam.

Tidak hanya sekedar retorika belaka, Bung Karno juga mempraktekan musyawarah ini dalam menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia. Beliau selalu menjunjung tinggi musyawarah, hal ini terbukti dari konsepsinya untuk menyatukan semua ideologi yang tumbuh subur di Bangsa Indonesia.

Beliau mengemas semua ideologi tersebut dalam satu wadah yang disebut nasakom. Namun, konsepsi ini bukanlah semata-mata keputusan dari Beliau sendiri. Bung Karno selalu memusyawarahkan konsep yang dipunyai kepada para tokoh pemerintahan kala itu. Hal ini sudah menjadi sebuah kebiasaannya.

Contoh lain ketika Beliau merumuskan dasar negara bersama dengan panitia sembilan yang dibentuk oleh BPUPKI. Beliau selalu mendahulukan musyawarah dan mencoba menangkap keinginan hati dari kedelapan anggota panitia sembilan yang lainnya.

2. Pandangan Musyawarah Menurut Bung Hatta

Bung Hatta lebih membedakan antara musyawarah dengan kapitalisme yang lebih mengarah pada bidang ekonomi. Beliau menganggap kedua hal ini merupakan hal yang saling bertolak belakang. Kapitalisme lebih menekankan pada seorang yang memiliki otoritas untuk menguasai yang lain.

Bung Hatta
Bung Hatta dalam Konferensi Meja Bundar

Musyawarah mufakat merupakan bentuk kekuatan masyarakat untuk menentukan nasibnya sendiri. Terkadang pihak yang dinamakan kapitalis ini berusaha untuk menguasai sistem ekonomi masyarakat yang didasari oleh musyawarah mufakat ini, spesifiknya mungkin pada bidang pertanian.

Bung Hatta mengetahui kini masyarakat sudah sadar akan dua pola kehidupan di masyarakat. Ada yang hidupnya dikuasai oleh kapitalis dan ada juga yang berhasil membentuk kedaulatan rakyat. Biasanya kedaulatan rakyat ini tumbuh subur di desa-desa.

Beliau menyadari kekuatan masyarakat kecil ada pada persatuan. Mereka harus bisa saling bekerja sama untuk bisa mandiri secara ekonomi dan tidak ditindas oleh para kapitalis. Rasa saling tolong menolong ini akan membuat hasil panen lebih menguntungkan dibandingkan harus dikerjakan seorang diri.

Selain itu Bung Hatta juga punya sebuah pemikiran yang bisa dibilang cukup berani, apalagi mengingat posisi Beliau sebagai tokoh di pemerintahan. Beliau berpendapat jika masyarakat berhak melayangkan kritik Mereka atas ketidak setujuan terhadap suatu kebijakan pemerintah. Mungkin pandangan Beliau lebih mengarah ke paham sosialis untuk bidang ekonomi ini.

3. Pandangan Musyawarah Menurut Soepomo

Soepomo memiliki pandangan bahwa musyawarah untuk mufakat sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan Bangsa Indonesia. Beliau sangat setuju dengan konsep kolektivitas dalam bernegara yang harus dijunjung tinggi.

Soepomo
Prof. Dr. Soepomo

Konsepnya tentang negara yang integralistik sudah mewakili pandangannya akan musyawarah mufakat. Integralistik yang dimaksudkan oleh Beliau adalah maksud didirikannya sebuah negara yang harus berpihak kepada rakyat dan jatidirinya sendiri.

Jadi tidak ada negara didirikan karena kepentingan golongan tertentu atau kelompok tertentu. Negara didedikasikan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Setiap rakyat Indonesia berada dalam bingkai persatuan yang diikat dengan kuat dengan ideologi dan dasar negara Indonesia.

Semoga ketiga pandangan mengenai musyawarah tersebut bisa memperkaya wawasan Kamu mengenai apa itu musyawarah. Intinya ketiga tokoh ini mempunyai pandangan yang sama yaitu Indonesia dibentuk dari kekuatan kolektif sehingga dalam penyelenggaraan pemerintahannya juga harus mengadopsi musyawarah itu sendiri.

Musyawarah di Zaman Kerajaan di Indonesia

Sejatinya apabila Kita menengok ke belakang, sebenarnya musyawarah sudah banyak digunakan di desa-desa kala Indonesia masih dikuasai oleh kerajaan-kerajaan daerah. Ya, Indonesia memiliki budaya musyawarah untuk mencapai mufakat saat itu. Namun, ini hanya berlaku di desa karena di luar desa kebijakan sudah ditentukan oleh penguasa secara mutlak.

Ini unik, bagaimana sebuah kerajaan yang sifatnya feodal memiliki kebiasaan demokrasi meskipun pada level daerah yang terendah secara administrasi. Kini justru sistem yang dulu dianut di desa-desa inilah yang dijadikan sebuah ideologi di Indonesia.

Bentuk musyawarah di desa pada jaman kerajaan dulu dilakukan secara terbatas dalam bentuk rapat-rapat. Masyarakat membuat sebuah forum besar untuk menentukan mufakat demi kebaikan bersama. Bisa dibilang Indonesia ini sebenarnya sudah memiliki sistem demokrasi sejak dahulu tanpa mengadopsi dari sistem demokrasi negara-negara barat.

Peran Musyawarah dalam Menggapai dan Mempertahankan Kemerdekaan

Kemerdekaan Indonesia diraih dengan pengorbanan yang luar biasa dari para pahlawan Indonesia. Darah telah banyak yang tertumpah untuk bumi Pertiwi Kita ini. Perlu diketahui juga jika musyawarah juga ikut digunakan untuk meraih kemerdekaan Indonesia.

Sumpah pemuda yang dikumandangkan pada 28 Oktober tahun 1928 adalah hasil dari musyawarah yang menghasilkan mufakat. Kongres yang dilakukan para pemuda sebanyak dua kali akhirnya berbuah manis dalam bentuk ikrar yang sangat bersejarah dalam perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia.

Bentuk mufakat ini berupa pernyataan yang dihasilkan setelah kongres ini selesai dilaksanakan. Tiga ikrar yang selalu dibacakan setiap tanggal 28 Oktober untuk memperingati momen ini harus selalu dipegang oleh para pemuda bangsa.

Lalu apalagi peran musyawarah dalam menggapai kemerdekaan Indonesia? Simak uraian yang ada di bawah ini.

Baca Juga: Gotong Royong Adalah Budaya Sejati Bangsa Indonesia!

1. Pembentukan BPUPKI

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dibentuk atas persetujuan pemerintah Jepang yang kala itu masih menguasai Indonesia. Badan ini berfungsi untuk mempersiapan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Pelantikan PPKI yang DIketuai Bung Karno
Pelantikan PPKI yang DIketuai Bung Karno

Ciri dari musyawarah juga setiap anggota yang mengikuti musyawarah harus mewakili kelompok tertentu. Hal ini juga bisa dilihat dalam sidang BPUPKI di mana setiap anggotanya mewakili berbagai kelompok seperti suku, agama, ras, dan daerah. Tujuannya untuk mempersatukan pandangan.

Setelah melakukan sidang sebanyak dua kali akhirnya badan ini berhasil membentuk sebuah rumusan dasar negara yang kini disebut sebagai Pancasila. Rumusan Pancasila ini diperoleh dari benang merah setiap usulan rumusan dasar negara dari berbagai tokoh yang hadir saat itu.

Terbentuknya badan ini menunjukan jika perjuangan Bangsa Indonesia tidak hanya saat mengangkat senjata untuk mengusir penjajah. Namun juga dengan jalan musyawarah yang akhirnya menghasilkan suatu kesepakatan bersama. BPUPKI inilah bentuk dari hasi musyawarah bangsa Indonesia yang dilakukan dengan pemerintah Jepang.

2. Pembentukan PPKI

Proses pembentukan PPKI juga melalui musyawarah yang melibatkan petinggi militer Jepang. Saat itu Bung Karno dan Bung Hatta harus melakukan perundingan di Vietnam. Setelah perundingan antara kedua belah pihak selesai, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atas ijin dari pihak Jepang tersebut.

Berbekal ijin dan persetujuan tersebut dibentuklah PPKI yang langsung diketuai oleh Bung Karno. Tugas dari PPKI sendiri melanjutkan tugas-tugas persiapan kemerdekaan yang telah dilakukan BPUPKI. Tidak mengherankan karena PPKI adalah perubahan bentuk dari BPUPKI.

Setelah resmi dibentuk PPKI segera melaksanakan sidang yang digelar saat proklamasi telah dibacakan. Sidang PPKI dilakukan sebanyak tiga kali dan menghasilkan keputusan penting di antaranya penentuan presiden Republik Indonesia dan pengesahan UUD 1945 sebagai konstitusi negara yang sah.

3. Pembentukan UUD 1945

Undang Undang Dasar merupakan aspek yang penting untuk Bangsa Indonesia. Adanya UUD ini bisa mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan pemerintahan di Indonesia sampai saat ini khususnya tata cara bernegara dengan segala seluk beluk yang menjaga hak-hak asasi manusia.

Proses pembentukan ini mulai dilakukan oleh sebuah panitia khusus yang sengaja dibentuk oleh BPUPKI untuk menyusun dasar konstitusi Indonesia. Lalu dilanjutkan oleh PPKI sampai akhirnya ditetapkan sebagai konstitusi bangsa Indonesia. Konstitusi menjadi hal yang sudah sangat dibutuhkan mengingat Indonesia sudah berhasil meraih kemerdekaannya.

Pada penggunaannya sebagai instrumen konstitusi, UUD 1945 sempat mengalami beberapa kali pergantian. Meskipun sempat berulang kali mengalami pergantian, sampai hari ini UUD 1945 masih digunakan sebagai dasar konstitusi yang diakui.

Pembentukan UUD 1945 tidak dilakukan dengan instan, para tokoh melalui berbagai fase penyesuaian yang tidak mudah. Mungkin juga penuh dengan perdebatan yang tidak ramah, tapi pada akhirnya terentuklah UUD ini.

Baca Juga: Tari Tortor, Pusaka Suku Batak

4. Perjanjian Linggarjati

Perundingan ini dilakukan untuk meredam agresi militer Belanda yang berusaha menguasai Indonesia kembali. Perundingan Linggarjati sempat mengalami kegagalan karena pihak Belanda hanya mengakui dua pulau utama Indonesia sebagai daerah RI yang berdaulat.

Perjanjian Liggarjati
Perjanjian Liggarjati

Setelah musyawarah yang berkepanjangan akhirnya bisa ditemui titik temu yang bisa diterima oleh pihak Belanda dan Indonesia. Belanda mengakhiri serangan militernya ke Indonesia dan melakukan gencatan senjata yang tidak berlangsung lama.

Sayangnya hasil perundingan ini hanya bertahan tidak lebih dari 4 bulan. Belanda mengingkari perundingan ini dengan melakukan penyerangan ke sejumlah kota di Indonesia.

5. Perjanjian Renville

Perundingan dilakukan kembali untuk bisa mencegah agresi Belanda yang terus menerus dilakukan. Akhirnya dilaksanakanlah perundingan Renville di sebuah kapal perang milik Amerika yang sedang berlabuh di Jakarta kala itu.

Hasil dari perundingan ini sangat merugikan bangsa Indonesia karena wilayah semakin dipersempit. Bahkan, Pulau Jawa tidak sepenuhnya dikuasai oleh Indonesia dan menimbulkan berbagai masalah baru yang timbul.

Seolah Belanda tidak puas dengan keuntungan yang diperoleh dari perundingan Renville, Mereka melancarkan serangan-serangan umum ke jantung pemerintahan RI. Meskipun hasil musyawarah ini gagal, Kita harus bersyukur karena dengan dibatalkannya perundingan ini Indonesia bisa memiliki wilayah yang begitu luas.

6. Perjanjian Roem Royen

Agresi militer II berkecamuk bahkan Belanda berhasil menangkap para pemimpin negara Indonesia. Mereka mengasingkan para pemimpin ini ke pulau Sumatera. Akibatnya terjadi kekosongan pemerintahan. Beruntung Bung Karno telah memberikan mandat kepada orang kepercayaannya untuk menjalankan pemerintahan darurat.

Kejadian yang menimpa Indonesia ini justru membuat perhatian warga dunia tertuju kepada Indonesia. Belanda tidak menyangka akan mendapat kecaman yang begitu keras khususnya dari Amerika. Nah setelah melalui proses yang panjang akhirnya Indonesia dan Belanda melakukan perundingan kembali.

Perundingan ini dinamakan perjanjian Roem Royen. Nama ini berasal dari nama belakang dua tokoh yang mewakili Indonesia dan Belanda kala itu. Hasil dari perundingan ini pemerintahan Indonesia kembali pulih seperti semula dan Belanda mengakui kedaulatan Repuplik Indonesia secara utuh.

Tentunya hasil dari perundingan ini setidaknya bisa mengembalikan pemerintahan Indonesia seperti semula. Bahkan, Belanda sudah tidak melakukan aksi militer di Indonesia lagi.

Baca Juga: Asal Usul dan Fakta Tari Dolalak

7. Konferensi Meja Bundar (KMB)

Setelah bersusah payah mempertahankan kemerdekaan melalui jalan perang maupun diplomasi akhirnya sampailah Indonesia pada KMB. Musyawarah dalam tataran untuk kepentingan bangsa Indonesia dilakukan di Belanda. Sebenarnya KMB adalah lanjutan dari perjanjian Roem Royen untuk memperkuat pengakuan kedaulatan Indonesia.

Konferensi Meja Bundar sempat mengalami hambatan-hambatan seperti penggunaan istilah saat pengakuan kedaulatan sampai masalah hutang yang harus ditanggung negara. Meskipun begitu, KMB sukses dilaksanakan dan kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara diakui oleh Belanda.

Konferensi Meja Bundar
Konferensi Meja Bundar

Namun, perlu diketahui juga KMB juga menyisakan permasalahan tentang status dari Irian Barat. Walaupun dalam perjanjian tertulis akan dibicarakan selang waktu satu tahun, tetap saja ini merupakan permasalahan yang mengganjal dan harus segera diselesaikan.

Walaupun diakui kedaulatannya, Republik Indonesia Serikat jelas sekali tidak sesuai dengan hati mayoritas rakyat Indonesia. Indonesia butuh negara dengan bentuk kesatuan yang akhirnya mempersatukan semua daerah menjadi satu kesatuan.

8. Pembentukan Dasar Negara Republik Indonesia

Dasar negara Indonesia berhasil dirumuskan oleh BPUPKI atas dasar pertimbangan berbagai perwakilan tokoh. Ada banyak usulan mengenai dasar negara ini, termasuk presiden RI pertama Bung Karno yang juga menyumbang konsepsi dasar negara dengan lima butir di dalamnya.

Sempat terjadi perdebatan yang cukup alot terutama pada beberapa butir yang ada pada dasar negara Indonesia. Akhirnya berdasarkan konsensus yang telah disepakati bersama lahirlah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Pancasila dianggap mewakili keberagaman yang ada di Indonesia dan di dalamnya terkandung pandangan hidup yang telah lama dianut oleh bangsaa Indonesia. Ada nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Keadilan, dan Musyawarah yang terkandung pada sila yang keempat.

Sila keempat pada Pancasila menunjukan bahwa Indonesia mempunyai budaya musyawarah yang sudah ada sejak dahulu kala. Budaya ini terus dilestarikan dengan terbentuknya Pancasila sebagai dasar negara.

Itulah delapan hal yang bisa mewakili bagaimana musyawarah digunakan untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Musyawarah harusnya sudah menjadi sebuah karakter dalam diri anak bangsa karena pendidikannya dilakukan secara turun temurun.

Pentingnya Musyawarah untuk Mencapai Konsensus

Tentunya sudah Kita ketahui bersama musyawarah mempunyai peran penting sebagai wadah untuk tercapainya suatu konsensus tanpa merugikan satu pihak dengan pihak yang lainnya. Keampuhan musyawarah ini juga sudah terbukti dalam perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan.

Tidak hanya dalam mencapai kemerdekaan, musyawarah juga bisa digunakan sebagai wadah untuk meredam berbagai konflik. Kerapkali pertikaian terjadi karena kurangnya komunikasi antar dua pihak yang saling bertikai.

Musyawarah bisa menyediakan tempat terbaik untuk menyelesaikan pertikaian. Tujuannya agar permasalahan bisa diselesaikan secara baik dan kesalah pahaman bisa dikoreksi.
Bisa dibilang musyawarah ini ruang komunikasi untuk menyelesaikan permasalahan baik yang sifatnya sederhana sampai yang kompleks. Masyarakat selalu bisa menggunakan musyawarah karena sejatinya potensi konflik akan selalu ada dan di mana saja pasti akan ada masalah.

Manfaat Musyawarah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Tujuan dilaksanakannya musyawarah adalah untuk mencapai konsensus. Selain itu musyawarah memiliki banyak manfaat positif yang bisa Kita praktekan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tanpa musyawarah mungkin akan banyak gesekan yang tidak terselesaikan dengan baik. Berikut ini manfaat bermusyawarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

1. Koperasi sebagai Bentuk Kemandirian Masyarakat di Bidang Ekonomi

Bapak Koperasi Indonesia, siapa lagi kalau bukan Bung Hatta yang sangat getol dengan bentuk negara federal ternyata juga mempunyai pandangan yang berbeda soal ekonomi. Beliau mempunyai konsepsi tentang musyawarah yang dihadirkan dalam bidang ekonomi berbentuk koperasi.

Beliau membedakan antara penguasa aktivitas perekonomian dan musyawarah mufakat. Keduanya mempunyai peran besar dalam menggerakan perekonomian. Musyawarah mufakat terjalin dari kesadaran masyarakat kecil yang tidak mempunyai cukup modal sehingga berinisiatif untuk membentuk koperasi.

Koperasi didirikan untuk kesejahteraan anggotanya dan itu sudah jelas. Namun, tahukah Kamu jika ada proses musyawarah di dalam sistem perekonomian lokal ini. Hal itu dikarenakan setiap anggota koperasi mempunyai hak yang sama dalam mengemukakan pendapat dalam rangka penyelesaian suatu masalah.

Koperasi identik dengan usaha yang dilakukan secara kolektif yang diharapkan bisa menyejahterakan kehidupan para anggotanya. Sekedar informasi saja, koperasi dahulu didirikan untuk mengatasi masalah utang yang dihadapi para buruh akibat meminjam uang dari para lintah darat.

Baca Juga: Ingin memulai Bisnis Startup? Mulai dari Hal berikut

2. Mencairkan Perselisihan dengan Jalan Damai

Sesuai dengan sila Pancasila yang keempat yang berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Permusyawaratan mengandung makna musyawarah untuk mencapai mufakat. Artinya semua hal yang bisa memicu timbulnya konflik atau yang sudah menimbulkan konflik harus dimusyawarahkan sehingga ditemukan solusinya.

Konsep musyawarah ini dilakukan untuk kepentingan rakyat, dan atas inisiatif rakyat. Hal ini jelas sejalan dengan keinginan Bung Karno dalam membangun bangsa ini. Beliau menginginkan rakyat menjadi tuan di negaranya sendiri. Kedaulatan rakyat dalam membangun bangsa bisa dilihat dari musyawarah.

3. Mengurangi Kesalah Pahaman

Bertemunya pihak-pihak yang berseberangan pandangan akan membuat kesalah pahaman bisa dihindari. Akar masalah kesalah pahaman karena komunikasi yang kurang intens sehingga menimbulkan persepsi-persepsi yang cenderung salah.

Misalnya kelompok A memiliki pandangan jika kelompok B mempunyai karakter yang licik, begitu juga sebaliknya. Namun, saat Mereka bertemu ternyata itu salah. Mereka bisa paham, oh ternyata selama ini pandangan negatif Mereka terhadap kelompok tertentu itu salah dan akhirnya mengubah persepsi menjadi lebih positif.

4. Memperoleh Solusi yang Terbaik

Adanya musyawarah bisa menjadi wadah untuk memperoleh solusi dari suatu permasalah yang paling baik untuk semuanya. Langkahnya dengan melibatkan masing-masing perwakilan kelompok dalam proses tercapainya suatu mufakat.

Setiap perwakilan kelompok akan mengemukakan pendapat untuk kebaikan kelompok dan kebaikan bersama juga tentunya. Nah, setelah semua pendapat dari masing-masing kelompok disampaikan, harus ada pengolahan pendapat untuk bisa menyaring yang terbaik. Tidak hanya menyaring saja tapi juga bisa memadukan secara tepat pendapat-pendapat tersebut.

Hasilnya terciptalah suatu keputusan yang paling baik untuk kebaikan semua kelompok. Inilah manfaat dari adanya musyawarah. Solusi yang memuaskan semua kelompok akan membuat suasana menjadi lebih harmonis dan tidak perlu ada lagi kesalah pahaman.

5. Menumbuhkan Sikap Gotong Royong

Tidak salah jika musyawarah bisa juga disebut usaha untuk saling bekerja sama demi terwujudnya keputusan untuk kebaikan bersama. Aktualisasi musyawarah dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk sikap gotong royong masyarakat semakin erat dan juga menumbuhkan kepekaan antara anggota masyarakat.

Selain saling mengenal, masyarakat jadi mengerti kebutuhan kelompok-kelompok yang ada di luar kelompok Mereka. Ini akan menimbulkan rasa tenggang rasa sehingga sikap gotong royong semakin terbangun sedikit demi sedikit.

6. Menyesuaikan Pembangunan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Kasus ini seringkali terjadi pada masyarakat desa yang akan mengalami pembangunan, entah untuk wisata maupun untuk kegiatan ekonomi lainnya. Pelibatan masyarakat terhadap rapat-rapat perencanaan pembangunan akan membuat pembangunan menjadi terarah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Jangan sampai pembangunan yang dilakukan justru tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Misalnya saja sebenarnya tanah di desa A sangat potensial untuk ditanami padi dan secara sosial budaya padi sudah menjadi makanan pokok masyarakat desa A. Bukannya memajukan pertanian padi, pemerintah justru membangun lahan untuk sawit.

Tentu saja hal ini sangat penting, agar anggaran yang dikeluarkan oleh negara untuk pembangunan bisa tersalurkan sesuai dengan harapan masyarakat. Harapannya juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menambah pendapatannya.

Sayangnya, terkadang yang jadi masalah justru partisipasi dari masyarakat itu sendiri. Hendaknya masyarakat bisa sadar bahwa ini upaya dari pemerintah untuk menyejahterakan rakyatnya. Mungkin pemerintah juga harus lebih aktif lagi untuk menyosialisikan bentuk musyawarah perencanaan pembangunan.

Lalu juga bisa dilakukan upaya edukasi kepada warga manfaat dari keikutsertaan dalam musyawarah terhadap pembangunan. Biasanya warga akan tertarik apabila ada manfaat yang jelas terutama dalam hal perekonomian sehingga warga juga benar-benar ikut berpartisipasi penuh dalam menentukan nasib daerahnya yang akan dibangun.

Sebab di sisi lain, masyarakatlah yang paling mengerti keadaan daerahnya. Selain itu masyarakat sudah tahu apa potensi yang harus dikembangkan dari daerah tempat tinggalnya, seharusnya fokus pembangunan bisa dilakukan untuk mengembangkan potensi tersebut dengan baik.

7. Mengurai Masalah dari Berbagai Sudut Pandang Masyarakat

Hidup berbangsa dan bernegara tentu tidak akan luput dengan yang namanya permasalahan. Bahayanya permasalahan ini bisa menjadi ancaman terhadap ketahanan nasional. Hal itu jika pemerintah dan warganya tidak hati-hati dalam melakukan proses penyelesaian.

Musyawarah bagaikan cara mendidik bangsa Kita menjadi lebih terbuka terhadap pemikiran setiap kelompok. Keterbukaan ini akan mendorong suatu bangsa lebih berkembang menuju pada kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara.

8. Mencegah Sikap Otoriter yang Menyengsarakan Rakyat

Sikap otoriter sangat berbahaya untuk persatuan bangsa Indonesia. Terkadang sikap otoriter hanya memandang masalah hanya dari satu sudut pandang sehingga keputusan yang dilakukan lebih besar kemungkinannya merugikan banyak pihak meskipun dilakukan dengan maksud baik.

Tentu Kamu pernah dengar masa orde baru, rezim otoriter yang ada di Indonesia. Masa orde baru bisa dikatakan masa di mana musyawarah dalam kehidupan bernegara dikekang begitu kuatnya. Masyarakat benar-benar tidak bebas menyampaikan pendapat-pendapatnya tidak sama seperti sekarang ini.

Tentu saja hal ini justru menghambat kemajuan suatu bangsa itu sendiri. Bagaimana tidak jika masyarakat hidup dengan penuh ketakutan kepada pemimpinnya yang tumbuh justru rasa benci bukan cinta.

Coba Kita tengok negara Korea Utara bagaimana kabarnya saat ini? Ya benar Mereka patut berbangga punya reaktor nuklir tapi apa yang terjadi dengan rakyatnya? Silahkan Kamu jawab sendiri.

9. Permasalahan yang Kompleks jadi Lebih Ringan

Musyawarah bisa membuat permasalahan yang kompleks jadi relatif lebih ringan. Hal itu bisa terjadi jika setiap peserta musyawarah ikut berpartisipasi menyumbangkan gagasannya untuk menyelesaikan permasalah yang kompleks tersebut.

Sederhananya permasalahan yang dipikirkan secara individu akan lebih berat dibandingkan dipikirkan secara bersama dan mencari solusi bersama. Mungkin ini sesuai dengan pepatah berat sama dijunjung ringan sama dijinjing.

10. Mencegah Terjadinya Kecemburuan Sosial

Konsensus yang diperoleh dari proses musyawarah merupakan hasil pendapat dari masing-masing perwakilan kelompok yang sudah dipadukan. Jadi, keputusan final yang diambil sudah melalui persetujuan dari masing-masing kelompok ini.

Bisa dipastikan jika keputusan yang diambil adalah yang terbaik. Ini bisa mencegah terjadinya kecemburuan sosial sehingga konflik-konflik yang tidak diperlukan dapat dihindari.

Wah sangat banyak ya ternyata manfaat dari musyawarah untuk kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Nah sekarang ini saatnya untuk mengetahui tips untuk melatih para generasi muda untuk bermusyawarah.

Tips Melatih Generasi Muda untuk Bermusyawarah

Ada kekhawatiran jika tradisi musyawarah akan tergerus oleh kemajuan jaman. Terlebih lagi semangat individualisme yang semakin santer terdengar dan berpotensi besar membuat hilangnya kebiasaan musyawarah. Kemajuan teknologi harusnya bisa dimanfaatkan untuk menjaga budaya ini.

Generasi muda yang notabene adalah penerus bangsa harus mewarisi budaya yang satu ini. Budaya musyawarah tidak boleh ditinggalkan, justru harus selalu digaungkan eksistensinya ini merupakan pondasi yang penting untuk diperkuat lagi.

Penting nih, ada tips-tips yang bisa Kita lakukan untuk ikut berpartisipasi menjaga tradisi bermusyawarah di Indonesia untuk para generasi muda. Berikut ini merupakan tips manjur melatih generasi muda untuk bermusyawarah.

1. Melibatkan Para Pemuda untuk Mengurus Suatu Event

Kepanitiaan adalah cara yang tepat untuk generasi muda belajar bermusyawarah. Biasanya dalam sebuah kepanitiaan pasti akan ada rapat-rapat yang penting untuk media belajar. Mereka bisa belajar mengemukakan pendapat dengan sopan dan menerima perbedaan juga.

Selain belajar bermusyawarah para pemuda juga bisa masuk dalam divisi yang sesuai dengan minatnya. Ada banyak divisi yang bisa dipilih agar bisa mengembangkan bakatnya. Misalnya yang suka dibidang fotografi bisa bergabung dengan divisi dokumentasi dan sebagainya.

2. Membentuk Komunitas-Komunitas Kaum Muda

Para pemuda pasti memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Komunitas bisa menjadi suatu wadah untuk mengasah kedua hal tersebut. Sambil mengasah minat dan bakat para pemuda juga bisa belajar untuk bermusyawarah juga. Tak jarang komunitas juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang sebelumnya harus direncanakan.

Nah, biasanya perencanaan inilah yang akan memberikan pelajaran kepada para pemuda untuk bermusyawarah. Tidak hanya itu, komunitas juga biasa membentuk suatu peraturan untuk semua anggota komunitas.

Nah, keterlibatan masing-masing anggota dalam membentuk peraturan-peraturan ini sangat diperlukan. Pasti akan ada sedikit perdebatan yang akan mewarnai setiap perundingan yang dilakukan tapi justru itu yang diperlukan untuk benar-benar melatih mental para generasi muda dalam bermusyawarah.

3. Menggunakan Media Digital untuk Bermusyawarah

Saat ini kebanyakan anak muda pasti memiliki smartphone. Kecanggihan smartphone bisa digunakan sebagai alat untuk melatih bermusyawarah era modern seperti sekarang ini. Kita memanfaatkan aplikasi untuk video conference. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk saling berinteraksi satu sama lain dalam jumlah anggota yang cukup banyak.

Misalnya saja, ada sebuah rapat, tapi kebetulan ada salah seorang yang tidak bisa datang di tempat. Nah, gunakanlah video conference ini agar rapat bisa dilaksanakan dan pembelajaran musyawarah terus berjalan dengan baik bahkan dengan memanfaatkan teknologi mutakhir.

4. Aktif di Organisasi Sekolah

Setiap sekolah pasti ada organisasi, libatkan Mereka ke dalam organisasi sekolah. Beri Mereka tanggung jawab yang harus dipikul dengan baik. Cara ini bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab para pemuda juga. Apabila yang bersangkutan mendapat tugas sebagai penanggung jawab, maka Dia akan banyak belajar memimpin rapat dan mengambil keputusan yang tepat.

Adanya organisasi sekolah tidak hanya untuk kepentingan sekolah saja, tetapi juga untuk membangun karakter anak didik supaya menjadi lebih baik. Organisasi menjadi sebuah wadah yang tepat untuk mempraktekan musyawarah oleh generasi muda itu sendiri dan hal itu memang benar.

Oke, itulah tadi tips-tips yang bisa Kita lakuka untuk melatih para generasi muda yang saat ini erat dengan teknologi. Semakin beranjaknya waktu kebutuhan komunikasi semakin dipermudah dengan adanya alat yang dinamakan smartphone. Namun bukan berarti sebuah teknologi bisa menggantikan pertemuan secara langsung.

Oleh: Y. Anuhrahanto

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*