Sejarah & Harga Tiket Museum Geologi Bandung

Pernah membayangkan bertemu dengan hewan purba seperti di film Jurassic Park?

Atau belajar tentang apa yang terjadi ketika bumi baru terbentuk? Well, kita bisa mulai semua itu dari kota Bandung, tepatnya di museum geologi Bandung.

Sejarah museum geologi bandung

Museum geologi Bandung berdiri tahun 1929 pada masa penjajan Belanda. Sejak abad ke-17 para penjajah banyak mencari bahan tambang dan hasil dari pencarian tersebut kemudian dikumpulkan menjadi satu hingga menjadi Dienst Van Het Mijnwezen pada tahun 1850.

Pergantian kekuasaan dari Belanda ke Jepang sebelum kemerdekaan turut memengaruhi perjalanan museum ini.

Setelah Indonesia berpindah ke tangan Jepang, museum ini berganti nama menjadi Kogyo Zimusho dan setahun kemudian menjadi Chishitsu Chosacho. Tahun 1999 pemerintah jepang memberikan bantuan untuk merenovasi museum ini sebanyak  754,5 juta Yen.

Museum geologi Bandung kemudian resmi dibuka kembali setelah direnovasi pada tahun 2000 dibawah pemerintahaan presiden Megawati dan terus berdiri hingga saat ini.

Apa yang ada di museum geologi Bandung

Sebagai sebuah museum, museum geologi Bandung menyimpan benda-benda dari zaman prasejarah, khususnya di bidang geologi seperti batuan dan fosil hewan-hewan purba. Museum geologi Bandung dibagi menjadi dua lantai, yang memiliki ruang dan isi yang berbeda sesuai dengan fungsinya tersendiri.

Pada lantai 1, terdapat beberapa ruang di antaranya ruang orientasi yang terletak di bagian tengah, ruang sayap barat dan ruang sayap timur. Yang paling menarik di antara ketiga ruang tersebut adalah ruang orientasi di mana terdapat peta geografi Indonesia yang ditampilkan melalui animasi.

Jika anda ingin melihat aktivitas geologi apa saja yang terjadi di Indonesia, anda bisa pergi ke ruang saya barat. Ruang tersebut berisi penjelasan mengenai proses terjadinya bumi dan tata surya, susunan batuan dan tektonik yang membentuk daratan Indonesia, serta kondisi geologinya.

Pada ruang sayap timur anda bisa menemukan sejarah tentang kehidupan makhluk hidup dari sejak zaman mesozoikum berserta dengan fosil dan penjelasannya secara lengkap.

Mulai dari makhluk hidup pertama yaitu Protozoa hingga fosil manusia purba pertama yang ditemukan di Indonesia yaitu Homo erectus hingga fosil ikan dan dan ular yang ditemukan dari di bawah lapisan tanah danau Bandung.

Sama seperti lantai 1, laintai 2 juga dibagi ke dalam tiga ruangan yaitu ruang barat, ruang timur, dan ruang tengah. Ruang barat khusus digunakan oleh staf museum. Sementara ruang tengah dan timur merupakan ruang peraga di mana terdapat maket pertambangan yang ada di Indonesia.

Salah satu maket yang ada di ruang tengah lantai dua museum geologi Bandung adalah maket tambang emas Grasberg di Irian Jaya. Tambang emas Grasberg menyimpan cadangan hingga 186 miliar ton dengan kopmosisi kandungan tembaga 1,02%, emas 1,19 gram/ton dan perak 3 gram/ton.

Di sebelah tenggara Grasberg terdapat bekas tambang Ertsberg yang ditutup sejak 1988 dan kini dijadikan sebagai objek geowisata.

Ruangan terakhir, yaitu ruang timur dibagi lagi menjadi 7 ruang kecil yaitu ruang 1–7. Ketujuh ruang tersebut dikhususkan untuk menyimpan informasi spesifik mengenai suatu hal seperti batuan mineral, informasi tentang bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, hingga kekayaan alam dan jenis-jenis gunung api.

Harga Tiket, Jam Buka, dan Transportasi museum geologi Bandung

Museum geologi bandung cocok dijadikan sebagai tujuan wisata keluarga karena harga tiketnya yang cukup murah. Anda cukup membayar 2.000,- untuk pelajar dan 3000,- untuk non-pelajar. Apabila anda seorang turis mancanegara, maka tiket yang harus dibayarkan adalah sebesar 10,000.

Tidak hanya harga tiketnya yang murah, akses menuju museum geologi Bandung juga tehitung mudah. Terletak di pusat kota Bandung, tepatnya di l. Diponegoro no.57, Cihaur Geulis, Kec.Cibeunying Kaler, kota Bandung, anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum yang melewati Stasiun Hall–Sadang Serang kemudian melanjutkan dengan kendaraan umum dengan rute Cicaheum–Ledeng.

Jangan khawatir karena museum ini dekat dengan Gedung Sate yang mana merupakan salah satu bangunan paling ikonik di kota Bandung.

Museum geologi Bandung buka hampir setiap hari, yaitu dari hari Senin – Kamis pukul 9 pagi hingga 15.30, dan Sabtu – Minggu dari pukul sembilan hingga 13.30. Museum ini libur pada hari Jumat dan hari libur nasional.

oleh: caterina

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*