Mitos-mitos Seputar Menurunkan Berat Badan (Diet)

Diet merupakan metode yang mengatur asupan makanan dan minuman ke dalam tubuh guna mencapai tujuan tertentu seperti, menjaga kesehatan dan kebugaran, menurunkan berat badan dan bahkan menaikkan berat badan.

Setiap program diet yang dilakukan memiliki tata cara yang sama namun berbeda prinsip. Seperti diet untuk menjaga kesehatan dan kebugaran biasanya dilakukan oleh orang sehat yang memiliki bentuk badan ideal atau oleh orang yang menderita penyakit tertentu seperti diabetes, darah tinggi, jantung, asam urat, dan penderita penyakit lainnya. Sedangkan diet yang bertujuan untuk menurunkan berat badan bagi mereka yang memiliki kelebihan berat badan (obesitas) biasanya dilakukan dengan mengatur pola makan dan olahraga yang teratur.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh dion dalam husana tahun 2013 mungkin bisa menjadi gambaran. Dimana dari 120 orang yang disurvei di kota surabaya, 60 persen tidak puas dengan kondisi tubuh dan memutuskan untuk berdier. Kemudian sisanya 39 persen merasa puas dan berdiet untuk mempertahankan bentuk tubuh. Artinya motivasi orang berdiet lebih banyak dilandasi ketidakpuasan atas kondisi tubuh pada saat ini.

Begitupun dengan orang yang ingin menaikkan berat badan, biasanya ini dilakukan oleh orang yang terlalu kurus, caranya pun hampir sama dengan menurunkan berat badan yaitu dengan mengatur pola makan dan olahraga yang teratur namun dengan prinsip yang berbeda.

BacaJuga: 25 Tips Sederhana Cara Hidup Bahagia & Bermakna

Banyak orang menjalankan diet menyebabkan lahirnya bermacam – macam jenis diet. Namun tidak semua jenis diet itu benar dan cocok dengan tubuh kita. Karena setiap orang memiliki riwayat kesehatan yang bereda – beda bahkan mungkin memiliki alergi pada suatu jenis makanan tertentu.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya kita berkonsultasi kepada Ahli Gizi terlebih dahulu. Selain itu, juga banyak bermunculan mitos – mitos diet yang justru menyesatkan dan membuat orang merasa bingung bagaimana cara memulai diet yang benar. Yuk… Kenali beberapa mitos seputar diet supaya kita tidak bingung lagi.

Mitos Makan nasi bikin gemuk

Nasi menjadi bahan pokok untuk memenuhi sumber karbihidrat tubuh. Kandungan protein pada nasi tehitung rendah. Bahkan nasi juga rendah serat dan memiliki kandungan gula yang cukup tinggi.

Banyak orang beranggapan bahwa mereka gemuk karena makan nasi. Padahal seseorang menjadi gemuk karena mereka TERLALU BANYAK MAKAN. BUKAN KARENA APA yang dimakan. Jika kita makan lebih sedikit dari kebutuhan, maka yang terjadi adalah penurunan berat badan.

Ketika kita makan lebih banyak dari kebutuhan, itu dikarenakan ketika kalori in ketubuh lebih banyak dari yang out, yang sisanya disimpan menjadi cadangan energi. Jika tidak terjadi pembakaran di dalam tubuh, akan menjadi lemak tubuh Jika kita mengkonsumsi nasi melebihi porsi yang dianjurkan, maka kalori akan menjadi lemak membuat kita semakin gemuk. Maka letak kesalahan bukan pada nasi tapi kuncinya adalah makan sesuai kebutuhan atau kalori yang masuk harus sama dengan kalori yang keluar.

Mitos Melewatkan sarapan

Salah besar jika kita berfikir bahwa tidak sarapan, sarapan malah membuat badan terkontrol. Bagi orang-orang yang suka sarapan biasanya berat badannya terkontrol. Mengapa bisa demikian? Karena jika kita melewatkan sarapan, kita pasti akan merasa kelaparan. Hasilnya, kita jadi makan lebih banyak saat makan siang.

Tak hanya itu saja, banyak manfaat sarapan yang baik untuk tubuh, seperti sarapan memberikan kita energi untuk beraktivitas sepanjang hari, sarapan juga mampu meningkatkan konsentrasi dan kinerja kita, menjaga daya tahan tubuh dan menurunkan kadar kolestrol.

Yang perlu dicatat disini adalah kualitas makanan kita. Bukan berarti kita bebas makan apa saja pada pagi hari. Mulailah mengganti sarapan kita yang biasanya menjadi sarapan yang lebih sehat, seperti overnight oat, omelet, healthy pancake, green smoothies, fruit jus, dan lain – lain. Yang perlu diperhatikan disini adalah kandungan nutrisi pada makanan dipagi hari, yaitu mencakup protein, karbo complex, serat, lemak, vitamin dan mineral. Usahakan menghindari makan berat di pagi hari seperti nasi.

Mitos Makan malam bikin gemuk

Banyak orang menganggap bahwa makan malam membuat berat badan naik sehingga banyak orang melewatkan makan malam. Anggapan ini sebenarnya hanyalah mitos, yang menentukan sebenarnya adalah makanan apa yang kita makan. Makan malam tidak akan membuat berat badan bertambah asalkan kita tahu kapan waktu terbaik.

Waktu makan terbaik yang dianjurkan adalah 3 jam sebelum tidur. Selain itu, kita juga harus memperhatikan jenis makanan yang dimakan. Jika kita mengkonsumsi makanan yang sehat, maka resiko kenaikan berat badan bisa terkontrol. Pilihlah makanan yang mengandung tinggi serat dan protein, tetapi rendah kalori dan lemak, seperti sayur dan buah – buahan.

Beberapa studi mengemukakan bahwa makan malam dengan asupan yang sehat justru baik untuk kesehatan seperti, mempertahankan fungsi normal tubuh saat seseorang beristirahat, menurunkan nafsu makan dipagi hari, mengkonsumsi makanan ringan berprotein tinggi di malam hari bisa menurunkan tekanan darah dan resiko aterosklerosis yaitu pembentukan plak pada pembuluh darah.

Mitos Minum air es bikin gemuk

Banyak orang percaya bahwa terlalu sering mengkonsumsi air es bisa membuat badan gemuk. Banyak orang percaya air dapat membuat tubuh gemuk. Sebenarnya itu hanya mitos belaka. Yang sebenarnya terjadi adalah air dingin yang diminum justru akan menghangatkan hingga sesuai dengan suhu tubuh, sehingga tidak mungkin membekukan lapisan lemak.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapat Kecantikan Jiwa Islami?

Tapi air es bisa membuat tubuh gemuk kalau dicampur dengan sirup, gula atau pemanis tambahan laiannya. Selama air itu, baik air es atau air hangat masih nol kalori (tidak ada tambahan pemanis lainnya) maka tidak akan membuat tubuh gemuk.

Mitos Berhenti mengkonsumsi cemilan

Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Cemilan tidak masalah asalkan dengan porsi yang tepat tidak berlebihan. Yang salah bukan pada kebiasaan makan cemilan, tetapi jenis cemilan yang dikonsumsi.

Daripada kita makan cemilan seperti gorengan, keripik atau snack lebih baik kita ganti dengan buah – buahan, kacang almond, youghurt, protein shake dan lain – lain.

Mitos Menghindari asupan lemak

Menghindari asupan lemak buat menurunkan berat badan merupakan sebuah mitos. Dalam takaran yang pas asupan lemak tetap dibutuhkan oleh tubuh. Yang perlu kita lakukan adalah bijak dalam memilih makanan berlemak, yaitu makanan yang mengandung lemak sehat seperti buah alpukat, ikan, keju, kacang – kacangan dan biji – bijian.

Mitos Olahraga berlebih

Dalam program diet menurunkan berat badan, olahraga rutin adalah salah satu kunci utama. Banyak orang percaya kalau olahraga rutin bisa menurunkan berat badan. Tapi bagaimana jika olahraga yang kita lakukan justru berlebihan?

Banyak orang memiliki target untuk menurunkan berat badan dengan berolahraga secara berlebih, Padahal itu adalah cara yang salah.Tubuh yang melakukan aktivitas fisik secara berlebih akan rentan terhadap masalah kesehatan lain. Salah satu dampak pendeknya adalah:

Kelelahan

Jika kita melakukan aktivitas olahraga secara berlebih tubuh akan terasa lemas, sehingga akan menghalangi untuk melakukan berbagai aktivitas lain. Pada saat ini, konsumsi makanan yang sehat berimbang sangat diperlukan untuk membantu proses regenerasi tubuh. Pilihlah makanan yang banyak mengandung protein, karbo complex dan lemak baik. Selain itu perbanyak minum air putih agar tubuh tidak dehidrasi.

Nyeri otot

Berolahraga terlalu lama membuat otot – otot pada tubuh kaku dan sakit serta sendi dan tulang, bahkan berpotensi cidera. Baik olahraga cardio maupun angkat beban, pastikan kita memberi waktu untuk tubuh agar beristirahat.

Susah tidur

Olahraga yang dilakukan dalam batas normal bermanfaat untuk mengatasi insomnia. Namun sebaliknya jika berlebih malah akan mengakibatkan tubuh susah tidur. Berolahraga terlalu banyak membuat tubuh merasa stress dan membuatnya memproduksi hormon kortisol berlebihan sehingga kita susah mengantuk dan sulit rileks.

Mitos Mengkonsumsi supplement

Beberapa orang percaya mengkonsumsi suplement bisa mempercepat penurunan berat badan. Baik dari suplement berbentuk bubuk, pil atau cair. Padahal jalan itu bukanlah solusi baik untuk penurunan berat badan jangka panjang karena meningkatkan potensi kembali meningkatnya berat badan atau yang biasa disebut yoyo diet.

Hal ini tentu berkebalikan dengan konsep pola hidup sehat yang konsisten yaitu mengatur pola makan, asupan nutrisi, olahraga rutin dan istirahat cukup.

Mitos Latihan angkat beban (weight lifting)

Selain untuk menjaga ketahanan fisik, angkat beban justru lebih efektif menurunkan berat badan. Namun banyak mitos yang menyebabkan beberapa wanita berfikir dua kali sebelum melakukan angkat beban. Padahal ini cuma mitos. Secara hormonal, wanita dan pria beda. Wanita tidak dapat memproduksi banyak hormon testosteron seperti pria. Wanita yang agkat beban justru akan mendaptkan tubuh yang kencang dan terbentuk sempurna.

Baca Juga: 24 Tips Sederhana Agar Kita Terhindar dari Virus Corona

Jadi jelas bahwa latihan beban untuk perempuan membuat berotot adalah mitos. Karena untuk pria saja susah membentuk otot, butuh perjuangan dan modal yang tidak sedikit. Membentuk otot itu tidak simple, nutrisi harus cukup, protein cukup, istirahat cukup, latihannya progressif, dan lain – lain.

Mitos Cardio adalah olahraga terbaik

Olahraga cardio adalah olahraga yang paling populer dipakai untuk membantu menurunkan berat badan karena aktivitas ini sangat efektif membakar lemak. Sebelumnya kita harus membedakan dulu antara fat loss dengan weight loss.

Fat loss adalah kehilangan massa lemak sambil memprtahankan massa otot. Sedangkan weight loss adalah turunnya komponen tubuh kita, bisa air, lemak dan massa otot. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Wake Forest University selama 1,5 tahun pada tahun 2017 dimana subbyeknya adalah 249 orang dewasa yang kelebihan berat badan. Mereka dibagai menjadi 3 grup yaitu, cardio, latihan beban dan diam saja. Semua dalam kondisi kalori defisit. Ternyata dari semuanya, latihan bebanlah yang paling banyak menurunkan lemak dan paling sedikit kehilangan massa otot.

Tentunya kehilangan massa otot lebih sedikit merupakan prinsip dasar dari fat loss. Angkat beban juga membuat pembakaran lemak ditubuh lebih lama. Ketika kita selesai angkat beban, tubuh masih tetap melakukan pembakaran lemak lebih lama, yaitu sekitar 48 jam, sedangkan ketika kita selesai cardio maka tubuh akan berhenti melakukan pembakaran.

Tapi bukan berarti cardio tidak boleh. Boleh saja jika kalian suka. Yang paling penting adalah bagaimana kamu mengatur dietmu dalam kondisi kalori defisit, menemukan program latihan yang pas dan dapat dilakukan secara konsisten.

Mitos Mengikuti diet ala-ala (diet kekinian)

Banyaknya orang yang menginginkan tubuh idel membuat mereka melakukan apa saja untuk mendapatkannya, seperti mengikuti diet ala – ala (diet kekinian) yang belum tentu cocok untuk tubuh kita.

Karena sejatinya, diet adalah pengaturan pola makan dan asupan makanan dan minuman ke dalam tubuh kita yang tentunya sesuai dengan kondisi tubuh kita. Seperti yang kita tahu, untuk menurunkan berat badan, tubuh harus dalam kondisi defisit energi (kalori defisit). Yaitu suatu kondisi ketika energi masuk lebih sedikit dari energi keluar atau energi keluar lebih banyak dari energi masuk.

Lalu bagimana diet ala – ala bisa mencapai defisit energi? Cara pertama dengan membuat makanannya menjadi tidak enak atau membuat pengalaman makan jadi kurang menyenangkan. Misalnya, makanan dibuat hambar atau rasanya aneh, tidak enak. Bisa juga dengan pilihan makanan – makanan yang mahal atau sulit didapat.

Dengan dibuat tidak enak kita akan cenderung tidak makan terlalu banyak. Bahkan mungkin akan makan lebih sedikit dari biasanya. Contoh lainnya, biasanya diet ala –ala mencapai defisit energi dengan membatasi jenis makanan tertentu. Misalnya, tidak boleh makan karbohidrat. Maka pilihan makanan akan semakin sedikit. Yang biasanya dimakan jadi tidak dimakan. Ini juga berlaku untuk pada makananan yang mengandung lemak hewani atau nabati.

Jadi konsep yang digunakan adalah dengan memperkecil variasi makanan bukan karena jenis makanan, susunan menunya atau magicnya yang membuat turun berat badan tetapi karena defisit energi dari “membatasi variasi makanan”.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*