Penyebab dan Dampak Tanah Longsor

Bekas Tanah Longsor / BPBD

Manusia tidak bisa lepas dari alam, meskipun teknologi yang dimiliki semakin maju.

Alam memegang peran penting dalam kehidupan manusia. Namun, dibalik itu alam juga bisa membinasakan manusia apabila manusia tidak bisa mengerti fenomena alam yang bisa saja terjadi di tempat tinggalnya. Kehidupan manusia harus bisa selaras dengan alam sehingga terciptalah simbiosis mutualisme.

Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sekali potensi bencana alam. Hal ini membuat masyarakat Indonesia harus lebih waspada terhadap terjadinya bencana alam yang ada di daerahnya masing-masing. Langkah mitigasi bencana menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui masyarakat Indonesia secara umum.

Tanah Longsor
Tanah Longsor / BNBP

Bencana alam bisa datang kapan saja dan di mana saja sehingga pengetahuan kesiapsiagaan menjadi hal yang penting untuk dipahami. Masyarakat tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Hal itu dikarenakan pemerintah dapat dipastikan akan datang terlambat sehingga masyarakat harus bisa menghadapi bencana alam secara mandiri. Paling tidak untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga.

Tanah longsor termasuk bencana alam yang seringkali terjadi di Indonesia terutama pada awal musim hujan. Ini dikarenakan tanah yang terlanjur kering kerontang dan dibasahi oleh air hujan sehingga membuat bencana tanah longsor rawan terjadi. Upaya mitigasi tanah longsor harus segera dilakukan untuk meminimalkan resiko yang ditimbulkan oleh bencana ini.

Apa Itu Tanah Longsor?

Saatnya Kita cari tahu, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan bencana tanah longsor itu. Tanah longsor merupakan bencana alam yang terjadi akibat terombaknya material pembentuk lereng yang dapat berupa tanah dan batuan. Rombakan ini jatuh menuju ke bawah dan ke luar dari lereng.

Tanah longsor dapat terjadi karena jenuhnya tanah oleh air yang masuk di dalamnya. Nah, karena kejenuhan tanah oleh air inilah maka bagian tanah yang kedap air akan berubah menjadi licin. Kemudian tanah yang sudah jenuh oleh air tersebut akan meluncur ke bagian bawah ke luar dari bagian lereng.

Pada dasarnya tanah longsor bisa terjadi akibat gaya pendorong yang dimiliki tanah jauh lebih besar dibandingkan gaya penahannya. Saat gaya pendorong lebih besar, tanah akan meluncur dengan bebas ke bagian bawah sehingga terjadilah tanah longsor.

Gaya pendorong tanah dipengaruhi oleh bagian tanah yang kedap air, air dan juga tingkat kejenuhan tanah. Sedangkan, gaya penahan tanah dipengaruhi oleh kepadatan tanah dan batuan yang ada di atas lapisan tanah kedap air. Jadi bisa diketahui jika faktor cuaca sangat mempengaruhi kejadian tanah longsor ini. Musim hujan akan membuat tanah menjadi jenuh air dan memperbesar terjadinya tanah longsor.

Apabila tanah longsor mengakibatkan dampak negatif terhadap manusia seperti menimbulkan kerusakan pemukiman, lahan pertanian, korban jiwa, dan kerusakan fasilitas umum maka ini bisa disebut bencana alam. Namun, jika kejadian ini tidak menyebabkan kerugian bagi manusia maka bisa dipastikan ini hanya fenomenan alam. Inilah perbedaan antara bencana alam dan fenomena alam.

Apa Itu Mitigasi Bencana Alam?

Mitigasi bencana adalah upaya untuk memperkecil resiko yang ditimbulkan dari suatu bencana alam. Resiko bencana alam yang dimaksud di sini bisa berupa korban jiwa, kerusakan harta benda, dan kerusakan fasilitas umum yang sangat penting bagi masyarakat.

Tanah Longsor
Mitigasi Bencana Tanah Longsor / BNBP

Langkah mitigasi bencana alam sangat diperlukan terutama oleh masyarakat yang tinggal di daerah yang mempunyai resiko kejadian bencana yang tinggi. Upaya ini lebih difokuskan pada saat sebelum terjadinya bencana yang meliputi pembangunan jalur evakuasi dan sosialisasi mengenai jalur evakuasi.

Lalu ada juga penentuan tenda pengungsian yang sudah dipetakan jauh sebelum bencana terjadi sehingga masyarakat tahu ke mana harus menyelamatkan diri. Mitigasi bencana juga bisa berupa simulasi kejadian bencana alam. Jadi masyarakat akan diberi pelatihan khusus untuk menghadapi suatu bencana yang memiliki potensi besar terjadi di daerahnya.

Biasanya simulasi bencana alam dilakukan oleh BNPB, BPBD, dan pihak-pihak terkait lainnya. Pelatihan ini sangat penting dilakukan secara teratur. Tujuannya adalah upaya pencegahan bertambahnya korban jiwa jika terjadi bencana alam sewaktu-waktu. Selain dalam bentuk simulasi bencana, mitigasi juga bisa dilakukan dalam bentuk kelembagaan yang terbentuk dalam masyarakat yang secara khusus.

Lembaga ini dibentuk masyarakat untuk memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan dalam mitigasi bencana, misalnya kas masyarakat untuk keperluan konsumsi saat kejadian bencana alam. Lalu juga untuk memikirkan perlengkapan lainnya yang sangat menunjang upaya mitigasi seperti tenda dan jalur evakuasi. Terbentuknya lembaga menunjukan kemandirian masyarakat dalam menghadapi suatu bencana.

Baca Juga: Gotong Royong, Akar Jatidiri Bangsa Indonesia

Jenis Tanah Longsor

Secara geologis Indonesia dilewati oleh tiga lempeng tektonik yang selalu aktif bergerak. Selain itu Indonesia juga dilalui oleh jalur gunung api yang mempengaruhi jenis-jenis tanah yang ada di Indonesia. Faktor iklim juga membuat laju pelapukan di negeri yang kaya budaya ini begitu cepat sehingga tanah juga terbentuk relatif cepat. Hal ini semakin membuat Indonesia rawan terjadi bencana longsor.

Tanah longsor dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, tergantung dari faktor yang mempengaruhi terjadinya bencana alam ini. Berikut ini merupakan jenis-jenis tanah longsor yang bisa Kamu kenali di sini. Semoga bisa menambah pengetahuanmu ya.

Jenis Longsoran Rayapan Tanah

Tanah longsor jenis ini sangat sulit untuk diketahui karena pergerakan tanah yang begitu lambat sehingga sangat sulit untuk dilakukan pencegahan. Biasanya jenis butir tanahnya berupa butiran halus dan kasar. Kamu bisa melihat akibat adanya tanah longsor jenis rayapan tanah ini berupa miringnya tiang listrik setelah selang waktu pemasangan yang cukup lama.

Jenis Longsoran Translasi

Tanah longsor jenis translasi bisa terjadi karena bidang gelincir atau yang disebut dengan bagian tanah yang kedap air berbentuk landai. Bentuk bidang gelincir yang landai membuat tanah yang sudah jenuh air semakin mudah untuk meluncur ke bawah.

Cara untuk mencegah tanah longsor jenis ini adalah dengan menanam tanaman yang mempunyai kekuatan akar yang mampu menahan tanah. Ada banyak jenis tumbuhan yang bisa Kamu pilih untuk ditanam di kawasan rawan bencana tanah longsor jenis translasi ini.

Jenis Translasi Blok Batu

Longsoran ini bisa terjadi karena pergerakan blok batu yang terjadi pada area bidang gelincir. Material longsoran berupa batuan yang meluncur bebas ke arah bawah sampai ke luar lereng. Bidang gelincir pada jenis longsoran translasi blok ini cenderung ke datar.

Jenis Longsoran Aliran Bahan Rombakan

Tanah longsor kenis aliran bahan rombakan bisa terjadi karena pengaruh dari aliran air dengan volume dan tekanan yang besar. Aliran air ini mendorong material lereng hingga ratusan bahkan ribuan meter. Selain air, bencana longsoran ini dipengaruhi juga oleh jenis material yang ada di lereng serta level kemiringan lereng.

Apabila kemiringan lereng tergolong curam maka potensi terjadinya longsoran aliran bahan rombakan cenderung tinggi. Potensi bisa semakin tinggi jika tidak ada vegetasi yang bisa menahan tanah saat musim penghujan tiba.

Jenis Longsoran Rotasi

Jenis longsoran ini bisa terjadi pada bidang gelincir yang berbentuk cekungan. Massa tanah yang jenuh air bergerak ke arah bawah dengan bebas sampai bidang gelincir ini bisa terlihat dengan jelas bentuknya dalam bentuk cekungan.

Jenis Longsoran Runtuhan Batu

Biasanya longsor jenis ini banyak terjadi di daerah yang terjal terutama di wilayah pesisir yang memiliki tebing-tebing tinggi dan terjal. Batu akan jatuh bebas ke bagian bawah sehingga akan menimbulkan kerusakan yang parah pada bagian yang tertimpa batu ini.

Penyebab Tanah Longsor?

Bencana tanah longsor bisa terjadi karena berbagai sebab. Penyebabnya bisa karena faktor alam maupun manusia. Nah, Kamu yang tinggal di daerah yang rawan longsor wajib tahu nih, apa saja  sih faktor penyebab terjadinya tanah longsor. Hal ini sangat penting mengingat tanah longsor juga menjadi kejadian bencana yang paling sering terjadi di Indonesia.

Tanah Longsor
Kerusakan Area Hijau Menjadi Potensi Bencana Tanah Longsor / BNBP

Semakin Kita tahu akan membuat Kita mengerti cara mitigasi yang tepat dari bencana yang seringkali terjadi pada musim hujan ini. Namun, tidak hanya saat musim hujan saja loh tanah longsor juga bisa terjadi saat musim kemarau. Penasaran? Yuk simak uraian mengenai faktor penyebab terjadinya tanah longsor berikut ini.

Curah Hujan yang Tinggi

Tingginya curah hujan sangat berpengaruh terhadap kejadian tanah longsor, terutama saat awal musim penghujan tiba. Pasalnya, pada saat musim kemarau, evaporasi atau penguapan yang terjadi sangat masif yang membuat tanah menjadi kering dan memunculkan rongga-rongga yang terbuka.

Terbukanya rongga tanah yang kering ini memiliki kemampuan menampung air dalam jumlah yang lebih kecil. Jika terjadi hujan dengan intensitas yang besar dalam rentang waktu yang singkat, kemungkinan tanah jenuh air akan semakin tinggi.

Nah, apabila tanah sudah tidak mampu menahan air, tanah akan bergerak ke bawah akibat gaya penahan yang lebih kecil dibandingkan gaya pendorongnya. Akibatnya, tanah longsor tidak bisa terhindarkan. Namun, hal ini bisa diminimalkan jika ada vegetasi berupa pepohonan yang ditanam. Akar tumbuhan akan segera menyerap air sehingga kejenuhan tanah bisa dikurangi.

Cara mengantisipasi tanah longsor bisa dengan melakukan penanaman vegetasi yang punya akar kuat dan bisa menyerap banyak air. Selain itu, Kamu juga bisa mengetahui prakiraan cuaca di daerahmu terutama prakiraan musim penghujan yang biasanya dimulai pada awal November.

Kemiringan Lereng

Kondisi lereng yang terjal sangat berpengaruh terhadap kejadian tanah longsor. Semakin terjal lereng maka potensi terjadinya longsor akan semakin besar. Kondisi lereng yang semacam ini bisa saja terbentuk akibat dari proses erosi oleh air hujan, angin, air laut, maupun air sungai.

Lereng semacam ini bisa menyebabkan gaya pendorong material lereng semakin besar sehingga potensi terjadinya longsor ketika musim hujan tiba semakin besar. Langkah pencegahannya biasanya dengan cara memanfaatkan lereng sebagai lahan pertanian dengan melakukan metode terasering.

Karakteristik Tanah

Kondisi tanah yang kurang padat bisa memperbesar potensi bencana tanah longsor. Saat musim penghujan tiba tanah dengan kepadatan yang sangat kurang ini akan mudah mengalami pergerakan. Pergerakan bisa terjadi karena adanya air hujan maupun karena faktor getaran seperti gempa bumi. Jenis tanah yang memiliki tingkat kepadatan rendah ini adalah tanah liat.

Karakteristik tanah liat yang mudah kering dan retak saat terkena panas karena kehilangan air dalam jumlah yang cukup banyak dan mudah jenuh saat curah hujan tinggi. Selain itu tanah liat sangat rentan terhadap pengikisan sehingga perlu penanaman vegetasi di atasnya agar pengikisan dapat dikurangi sehingga potensi longsor juga berkurang.

Kekuatan Batuan

Batuan merupakan salah satu bentuk material lereng yang berfungsi sebagai gaya penahan juga. Jenis batuan yang kuat seperti batuan beku yang langsung terbentuk dari penurunan suhu magma saat proses vulkanisme selesai akan mengurangi resiko tanah longsor. Berbeda cerita jika mayoritas pembentuk lereng adalah batuan sedimen yang mudah lapuk.

Batuan sedimen yang memiliki laju pelapukan yang jauh lebih cepat dibandingkan batuan beku. Hal ini akan membuat lereng rentan terhadap pergerakan terutama saat musim penghujan. Jadi, perlu diwaspadai kondisi lereng yang banyak terdapat batuan sedimen karena sangat mudah berubah menjadi tanah.

Gempa Bumi

Bencana tanah longsor ternyata juga bisa terjadi karena aktivitas tektonisme, vulkanisme, dan aktivitas manusia yang menyebabkan gempa bumi. Seperti yang Kita ketahui gempa bisa terjadi karena ketiga hal tersebut. Gempa bumi bisa membuat tanah menjadi retak dan akhirnya bisa  menimbulkan longsoran.

Faktor gempa bumi ini bisa diperparah dengan faktor cuaca, kondisi lereng, jenis tanah dan batuan. Perlu adanya perhatian yang bersifat multidisiplin mengenai hal ini.

Penyusutan Permukaan Air Waduk dan Bendungan

Danau maupun bendungan merupakan salah satu gaya penahan lereng yang bisa mencegah terjadinya tanah longsor. Apabila air pada danau atau bendungan menyusut dalam jumlah banyak dan rentang waktu yang singkat akan mengakibatkan lereng kehilangan gaya penahan. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya pergerakan tanah secara masif terlebih jika lerengnya curam.

Beban Tanah yang Berlebihan

Tanah juga memiliki kekuatan menahan beban dalam jumlah terbatas. Hal ini yang seringkali diabaikan oleh manusia. Apabila beban di atas tanah lebih berat dari kapasitas tanah maka akan terjadi penurunan tanah yang bisa mengakibatkan longsor. Beban tanah bisa berupa bangunan-bangunan, fasilitas umum, dan juga kendaraan.

Hal ini penting dan harus diperhatikan dengan baik. Biasanya kasus ini sering terjadi pada tikungan jalan raya yang ada di dataran tinggi sangat rentan terjadi longsor karena beban tanah yang berlebihan. Tanah yang tidak kuat menanggung beban di atasnya akan mengalami penurunan menuju ke luar lereng.

Baca Juga: Wisata Danau Toba: Panorama dan Budaya

Erosi

Erosi seringkali terjadi pada lahan yang tidak terdapat vegetasi di atasnya. Kondisi lahan semacam ini sangat rentan mengalami pengikisan baik oleh air maupun oleh angin. Aliran air yang membawa material lereng akan mempercepat proses erosi. Akibatnya kondisi lereng menjadi curam dan rentan kejadian tanah longsor.

Upaya pencegahan erosi harus dilakukan dengan cara melakukan reboisasi secara masif di lahan gundul. Selain menyebabkan longsor, erosi bisa menyebabkan kondisi lahan tidak subur, dan ini sangat merugikan masyarakat.

Penggunaan Tanah Kerukan untuk Menimbun Lembah

Penggunaan tanah kerukan sangat berbahaya terutama jika lahan akan dimanfaatkan untuk perumahan. Kondisi tanah kerukan berbeda dengan tanah asli, sebab akan muncul dua lapisan tanah yang berbeda. Lapisan tanah yang sudah ada akan berperan sebagai bidang luncur. Akibatnya saat musim hujan, tanah akan bergerak dan tanah longsor tidak bisa terhindarkan.

Jika Kamu adalah orang yang sedang mencari hunian baru, pastikan calon hunianmu itu tidak dibangun di atas tanah kerukan. Pastikan jika tanah yang ada di bawah rumahmu merupakan tanah asli yang sudah lama ada di wilayah calon hunian. Tujuannya untuk meminimalkan resiko terjadinya tanah longsor.

Bekas Longsoran yang Telah Terjadi dalam Kurun Waktu Lama

Bekas longsoran juga bisa berpotensi menyebabkan longsor kembali. Terkadang bekas longsoran ini mempunyai tanah yang subur disertai dengan adanya mata air yang muncul di sekitarnya. Ciri khas dari bekas longsoran ini adalah terbentuknya tebing dengan kondisi terjal. Namun, di bagian atas bekas longsor terbentuk lahan yang landai.

Bekas Tanah Longsor yang Menutup Akses Jalan / BNBP

Longsoran ini bisa diidentifikasi melalui adanya bahan-bahan endapan dari gunung api yang mengisi rekahan-rekahan yang ditimbulkan oleh longsoran sebelumnya. Tumbuhnya pepohonan dalam jumlah banyak di sekitar wilayah bekas longsoran ini juga merupakan ciri dari adanya bekas longsoran. Hal ini karena kesuburan tanah yang ada di sana.

Pembalakan Liar

Pembalakan liar bisa menyebabkan lahan menjadi gundul. Kondisi lahan yang gundul akan menyebabkan erosi semakin besar sehingga ketebalan tanah akan semakin menipis. Akibatnya terjadilah tanah longsor di wilayah tersebut. Tanah longsor pada lahan yang gundul bisa terjadi karena air bebas meluncur di atas tanah tanpa ada proses pengikatan oleh akar vegetasi.

Pemerintah perlu menegakan peraturan untuk memberikan sanksi yang tegas kepada para pembalak liar ini. Upaya reboisasi juga harus digalakan kembali terutama pada lahan-lahan gundul. Cara ini bisa diambil untuk mengurangi resiko terjadinya tanah longsor.

Adanya Dua Bidang dengan Karakteristik yang Berbeda

Karakteristik tanah yang berbeda akan menyebabkan dua fungsi yaitu sebagai gaya penahan dan gaya pendorong. Hal ini bisa memperbesar resiko terjadinya tanah longsor. Bidang ini juga disebut dengan bidang diskontinuitas. Ciri dari bidang ini adalah adanya karakteristik yang berbeda pada bidang material lereng.

Perbedaan tersebut bisa dilihat dari karakteristiknya saat ada air yang mengalir di atasnya. Ada material yang mampu menahan air sehingga tidak terserap. Namun, ada juga material yang akan menyerap air hingga jenuh. Material yang dimaksud bisa berupa batuan, tanah, dan campuran antara batuan dan tanah juga.

Perbedaan ini bisa menyebabkan terbentuknya bidang luncur yang mampu membuat material lereng jatuh ke bawah. Faktor inilah yang akan menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor.

Pemanfaatan Tempat Pembuangan Akhir yang Kurang Tepat

Biasanya daerah yang relatif lebih rendah dibandingkan daerah lain akan di gunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Hal ini kurang tepat karena bisa menimbulkan tanah longsor khususnya saat musim hujan.

Hendaknya pemilihan tempat pembuangan sampah dilakukan dengan pertimbangan resiko bencana alam yang bisa saja mengancam keselamatan warga. Pihak pemerintah harus mengevaluasi pemilihan lokasi tempat pembuangan sampah akhir agar tidak merugikan warga.

Faktor-faktor penyebab tanah longsor ini bisa diidentifikasi dengan pengamatan. Kamu bisa kok mengamati melalui peta geologi maupun geomorfologi untuk mengetahui adanya potensi tanah longsor di daerahmu. Coba kenali faktor-faktor apa saja yang ada di daerahmu, berdasarkan 13 faktor yang telah diuraikan di atas.

Dampak Bencana Tanah Longsor

Setiap bencana pasti membawa duka yang mendalam bagi yang menjadi korban. Tanah longsor bisa menimpa siapa saja dan sudah banyak yang menjadi korban di Indonesia. Korban jiwa berjatuhan karena ketidak tahuan Mereka terhadap mitigasi bencana. Tentunya ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, masyarakat harus tahu cara mencegah jatuhnya korban jiwa.

Selain menimbulkan korban jiwa bencana tanah longsor juga memberikan trauma kepada korban yang kehilangan keluarga. Trauma ini sangat membekas pada psikologis korban bencana alam. Cara menyembuhkannya tidaklah singkat perlu bantuan para ahli psikologis untuk melakukan terapi penyembuhan yang dilakukan secara rutin.

Bencana tanah longsor juga membawa kerugian karena banyak warga yang harus kehilangan rumah dan lahan pertanian yang menjadi sumber penghasilan Mereka beserta harta benda Mereka. Tidak sedikit yang harus mengungsi karena sudah tidak mempunyai rumah lagi. Hal ini harusnya bisa menjadi perhatian pemerintah untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Rusaknya fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, jalan raya dan lain sebagainya bisa menjadi dampak yang merugikan yang diakibatkan oleh tanah longsor. Fasilitas ini sangat berguna untuk masyarakat yang membutuhkan. Jadi, tanah longsor sangat merugikan warga masyarakat sehingga langkah mitigasi harus segera dilakukan agar kerugian bisa ditekan.

10 Tips Mitigasi Bencana Tanah Longsor

Kini Kamu sudah tahu nih apa saja faktor penyebab terjadinya tanah longsor. Nah, untuk bisa melakukan langkah pencegahan Kamu harus tahu juga cara mitigasi bencana tanah longsor yang tepat. Inilah beberapa tips yang akan sangat berguna untuk Kamu.

1. Kenali Potensi Bencana Alam Tanah Longsor di Daerahmu

Kamu harus mengenali seberapa besar potensi tanah longsor yang ada di daerahmu. Langkah ini bisa dilakukan dengan melakukan pengamatan kira-kira apa saja faktor penyebab tanah longsor yang bisa Kamu temukan di daerahmu. Semakin banyak maka bisa dipastikan potensinya semakin besar juga.

2. Kamu dapat Membuat Peta yang Menunjukan Daerahmu Rawan Bencana Longsor

Selanjutnya Kamu bisa menuangkan data yang telah diperoleh dalam bentuk peta sehingga bisa lebih mudah dimengerti oleh masyarakat. Hal ini sangat penting saat proses sosialisasi bencana tanah longsor sehingga Kamu mempunyai argumen yang kuat tentang potensi longsor ini. Proses pemetaan ini sangat berguna juga sebagai dasar melakukan suatu aktivitas.

Biasanya analisis lingkungan akan menentukan penggunaan lahan di daerah tersebut. Adanya hasil pengamatan yang telah Kamu lakukan dengan dasar yang kuat maka hal itu bisa dijadikan sebagai dasar penggunaan lahan yang tepat agar resiko bencana dapat diperkecil.

3. Menyusun Rencana Penanggulangan Bencana yang Tepat

Setelah mengetahui penyebab dan lokasi yang memiliki potensi besar terjadinya bencana longsor, saatnya menyusun rencana penanggulangan bencana yang tepat. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan pihak-pihak terkait agar solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penanggulangan bencana bisa dimulai sebelum terjadinya bencana melalui proses edukasi kepada masyarakat. Hal ini penting untuk kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor, sebab tidak yang tahu pasti kapan becana alam akan datang. Persiapan sangat diperlukan di sini.

4. Memantau Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor

Solusi dari hasil diskusi sudah dikantongi, setelah itu semua pihak harus ikut memantau daerah yang telah dipetakan tersebut. Hal ini juga bertujuan untuk kemungkinan temuan baru terkait faktor penyebab terjadinya bencana tanah longsor. Jangan sampai ada faktor yang terlewat karena akan berakibat fatal.

5. Melakukan Sosialisasi Terkait Potensi Bencana Tanah Longsor

Sosialisasi harus dilakukan untuk memberikan pengertian kepada masyarakat agar siap menghadapi bencana. Tujuan dari adanya proses sosialisasi ini agar masyarakat bisa melakukan langkah-langkah pencegahan bencana dan juga meminimalkan resiko bencana tanah longsor. Masyarakat bisa membentuk panitia khusus yang menangani bencana tanah longsor ini.

Mereka bisa mempersiapkan jalur evakuasi, mengadakan simulasi, menentukan lokasi tenda pengungsian, dan dapur umum. Semua itu harus dilakukan secara terorganisir agar masyarakat tahu pasti tempat berlindung dari bencana. Tanpa adanya persiapan masyarakat akan cenderung cemas karena tidak tahu harus ke mana.

Proses sosialisasi dapat dilakukan dengan pembagian leaflet mengenai bencana tanah longsor. Selain itu juga bisa dilakukan denganc cara menempelkan poster ke lokasi-lokasi yang strategis.

6. Jangan Menebang Pohon Secara Liar dan Lakukan Reboisasi di Lahan Gundul

Penebangan hutan secara liar sangat merugikan masyarakat karena akan menimbulkan bencana tanah longsor dan banyak kerugian lainnya. Sudah saatnya menghentikan penebangan secara liar melakukan langkah reboisasi untuk memulihkan kembali hutan yang berfungsi sebagai resapan air. Berkurangnya lahan gundul akan memperkecil kejadian tanah longsor.

Pakailah metode tebang pilih yang sesuai dengan undang undang yang berlaku. Pada dasarnya penebangan pohon tidak boleh dilakukan secara sembarangan ada serangkaian langkah yang harus dipatuhi terutama kriteria pohon yang sudah layak untuk ditebang.

7. Jangan Mendirikan Rumah di Bawah Tebing Curam

Kondisi tebing yang curam sangat rawan terjadi tanah longsor. Sangat tidak disarankan untuk membangun pemukiman di wilayah tersebut. Tebing yang curam menunjukan tingkat erosi di sana sangat tinggi. Tingkat erosi yang tinggi akan membuat resiko longsor juga semakin tinggi.

Lebih baik mencari tempat lain yang lebih aman. Kamu bisa membangun rumah di daerah lereng perbukitan yang jauh dari resiko bencana tanah longsor.

8. Tambal Retakan Tanah yang Terbuka Lebar

Retakan tanah merupakan salah satu penyebab terjadinya bencana tanah longsor. Penambalan retakan tanah yang terbuka lebar bisa mengurangi resiko bencana ini terjadi khususnya saat musim hujan tiba. Tambal retakan tersebut dengan menggunakan tanah juga untuk mencegah masuknya air ke dalam retakan.

Jangan lupa memadatkan tanah yang ada retakannya tersebut. Tanah yang kurang padat juga termasuk faktor penyebab terjadinya tanah longsor.

9. Jangan Membangun Sebuah Penampungan Air pada Bagian Atas Lereng

Tentu saja hal ini tidak boleh disepelekan begitu saja. Pasalnya pembangunan penampungan air dalam volume besar bisa meningkatkan potensi longsor. Hal ini dikarenakan gaya pendorong semakin kuat dan mendorong material pembentuk lereng dengan kuat. Jika air mengalami penyusutan dan masuk ke dalam tanah maka bisa menyebabkan tanah mengalami pergerakan.

10. Hindari Aktivitas Penggalian di Lereng dengan Kondisi Terjal

Penggalian yang dilakukan di lereng terjal sangat berbahaya. Kondisi lereng yang terjal saja sudah sangat berbahaya apalagi ditambah dengan adanya aktivitas penggalian yang bisa memperbesar resiko terjadinya tanah longsor.

Aktivitas penggalian yang dilakukan di bawah lereng terjal akan membuat gaya penahan semakin berkurang. Jika gaya penahan semakin berkurang, tanah akan bergerak turun sehingga longsoran tidak terhindarkan lagi. Resikonya adalah nyawa sehingga harus benar-benar diperhatikan baik-baik ya Kawan.

Nah, kesepuluh tips ini bisa Kamu gunakan untuk mitigasi bencana tanah longsor. Jangan lupa untuk selalu waspada di mana saja Kamu berada. Namun, jangan sampai cemas karena Kamu harus tetap tenang untuk bisa menghadapi bencana yang mungkin bisa datang kapan saja.

Vegetasi yang Bisa Digunakan untuk Mencegah Longsor

Vegetasi sangat berperan dalam mencegah terjadinya tanah longsor. Ada banyak jenis vegetasi yang bisa digunakan untuk mencegah bencana longsor. Nah, berikut ini adalah ulasan beberapa vegetasi yang bisa Kamu tanam dalam rangka pencegahan longsor di daerahmu.

Lamtoro

Pohon lamtoro atau lebih dikenal sebagai petai China ini sangat mudah untuk ditanam di tanah yang subur. Pertumbuhannya juga bisa dibilang cepat, karena hanya dalam waktu kurang dari lima tahun saja tumbuhan ini bisa mencapai tinggi lebih dari 15 meter.

Masyarakat juga bisa memanfaatkan kayunya sebagai kayu bakar dan dedaunannya sebagai pupuk hijau.

Vegetasi ini mampu melindungi tanah dari erosi. Tanah yang ditumbuhi lamtoro lebih terjaga kesuburannya dan yang terpenting resiko tanah longsor semakin kecil.

Sengon

Pohon sengon sangat cocok ditanam di wilayah beriklim tropis seperti di Indonesia. Manfaatnya dalam mencegah longsor sangat diakui, karena sengan mampu mengurangi terjadinya erosi tanah oleh air hujan. Selain itu sengon juga memiliki laju penguapan yang cukup cepat. Laju penguapan yang cepat akan membuat air di tanah bisa terkurangi sehingga tanah tidak mudah jenuh.

Penanaman sengon juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Daun-daun pada pohon sengon bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ranting-ranting keringnya bisa digunakan untuk kayu bakar. Manfaat yang diperoleh masyarakat diharapkan semakin meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian vegerasi sengon ini.

Alpukat

Selain buahnya yang enak, ternyata pohon alpukat bisa dimanfaatkan sebagai vegetasi pencegah longsor. Akarnya yang kuat bisa mengikat tanah sehingga pergerakan bisa diminimalkan. Alpukat mempunyai kecepatan yang cukup stabil dalam proses penguapan air tanah. Hal ini akan mencegah jenuhnya air tanah. Secara ekonomi alpukat juga sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Durian

Tanaman raja buah ini juga bisa berperan sebagai penyelamat ekologi. Kekuatan akarnya bisa menambah kekuatan tanah sehingga penurunan tanah bisa dihindari. Selain itu banyaknya daun juga menunjukan jika kecepatan evapotranspirasi vegetasi ini akan sangat berguna untuk mengontrol kadar air di dalam tanah.

Durian terkenal memiliki rasa yang enak, sehingga bisa juga digunakan untuk konsumsi masyarakat setempat. Manfaat ekologinya dapat ditambah dengan kenikmatan buah durian yang tiada taranya.

Petai

Vegetai petai mampu mencegah terjadinya tanah longsor. Hal ini karena akarnya bisa masuk menembus bebatuan yang ada di dalam tanah. Longsor terjadi karena material yang ada di media gelincir bergerak ke bawah akibat gaya dorong yang kuat. Akar pohon ini bisa menyatukan material lereng yang ada di atas media gelincir sehingga tanah tidak mudah bergerak.

Selain itu proses penguapan air yang terjadi saat evapotranspirasi juga membantu mengurangi kejenuhan tanah. Tanaman ini sangat cocok ditanam di wilayah yang rawan terhadap tanah longsor. Mungkin Kamu yang suka makan petai juga bisa ikut menanam tanaman ini.

Bambu

Bambu tergolong vegetasi yang mampu tumbuh dengan cepat. Tidak hanya tumbuh dengan cepat saja, bambu mempunyai akar yang kuat untuk mengikat tanah. Akar bambu mampu mengikat tanah dengan sangat baik. Selain itu akarnya menancap jauh ke dalam tanah.

Vegetasi bambu mampu memberikan cadangan air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Ini sangat penting mengingat sumber air adalah hal pokok yang dibutuhkan masyarakat.

Nah, itulah keenam vegetasi yang bisa mencegah tanah longsor. Sebenarnya masih banyak lagi contoh vegetasi yang  dapat mencegah longsor seperti durian, damar, nangka, kayu manis, dan masih banyak lagi. Kamu bisa pilih salah satu vegetasi yang paling cocok di daerahmu.

oleh: Y.D.Anugrahanto

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*