Mengenal Rambu Solo, Tradisi Pemakaman Masyarakat Toraja

Tana Toraja merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan, yang memiliki banyak tradisi.

Salah satu tradisi yang masih dipertahankan masyarakat Toraja adalah, Tradisi Rambu Solo.  Apa itu tradisi Rambu Solo? Berikut adalah informasinya.

Tradisi Rambu Solo

Tradisi Rambu Solo  merupakan sebuah upacara kematian,  yang sering diselenggarakan masyarakat Toraja. Tujuan dari tradisi ini adalah agar arwah orang  yang meninggal sampai ke puya (sebuah kesempurnaan).

Rambu Solo – Sumber: Fandy Dawenan

Sebelum acara  Rambu Solo diselenggarakan, orang yang meninggal diperlakukan seperti orang yang masih sakit. Orang yang meninggal tersebut  diajak bicara, bahkan diberi makan dan juga minum layaknya oirang masih hidup.

Jika  pihak keluarga dari orang yang meninggal sudah memiliki rezeki, baru acara Rambu Solo bisa diselenggarakan.  Beberapa hewan ternak seperti kerbau dan babi, di persiapkan dalam  acara Rambu Solo ini.

 Prosesi Rambu Solo 

  1. Acara Kesenian: Sebelum Rambu Solo dimulai, keluarga yang telah meninggal menyajikan sebuah hiburan atau acara kesenian. Acara kesenian ini tersaji,  bagi tamu yang datang ke acara ini.
  1. Menyanyikan Lagu Duka dan Membungkus Jenazah: Menyanyikan lagu duka diiringi suara gong, merupakan pembuka dari acara Rambu Solo.  Setelah menyanyikan lagu duka, baru jenazah dibungkus dengan segala macam perhiasan.
  1. Membaringkan Jenazah (Mengakalo Alang), lalu mengarak jenazah (Ma’Palao) : Sebelum jenazah dikuburkan, jenazah dibaringkan di sebuah lumbung padi Rumah Tongkonan.  Empat hari kemudian, baru jenazah diarak mengelilingi kampung oleh masyarakat setempat.
  1. Penyembelihan hewan kurban: Penyembelihan hewan kurban seperti kerbau dan babi, tidak tertinggal dalam acara Rambu Solo. Banyaknya jumlah hewan kurban ini tergantung dari kemampuan keluarga orang yang meninggal. Daging hewan yang disembelih juga diberi, kepada tamu yang datang ke acara  Rambu Solo.
  1. Memasukan Jenazah kedalam kubur batu (Me’aa): Memasukan jenazah ke dalam kubur batu adalah rangkaian akhir dari Rambu Solo. Jenazah akan dimasukan ke dalam sebuah kubur batu, dan disanalah tempat peristirahatan terakhir mereka.
  1. Pembersihan dari Acara Rambu Solo: Pembersihan dari Acara Rambu Solo dilakukan, agar orang yang masih hidup tidak terikat dengan orang yang meninggal. Pembersihan ini dilakukan, beberapa minggu setelah acara Rambu Solo.

Makna dan Nilai Dari Rambu Solo

Rambu Solo memiliki sebuah makna dan juga sebuah nilai , yakni:

  1. Semangat Gotong Royong: Dalam rambu Solo, ada nilai gotong royong didalamnya. Contoh Gotong Royong dalam Rambu Solo adalah, ketika orang orang mengarak jenazah menuju peristirahatan terakhir. Semangat gotong royong juga ditimbulkan, saat ibu ibu memasak daging kerbau atau babi yang sudah disembelih.
  1. Untuk Menghormati Leluhur: Bagi masyarakat Toraja , leluhur memiliki pengaruh yang sangat kuat. Lewat Tradisi Rambu Solo , masyarakat  Toraja menghormati leluhur mereka.
  1. Untuk melestarikan tradisi masyarakat Toraja: Rambu Solo  merupakan tradisi masyarakat Toraja, dan Rambu Solo ini sering diadakan untuk melestarikan budaya dan tradisi mereka.

Tips Melihat Acara Rambu Solo

Untuk anda yang ingin melihat acara atau tradisi Rambu Solo, anda bisa berkunjung langsung ke Kabupaten Tana Toraja.

Acara Rambu Solo ini gratis untuk anda saksikan, dan anda akan melihat tradisi pemakaman yang unik.

Oleh: Anasuhanda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*