Mengatasi Phobia Naik Pesawat Karena Takut Ketinggian

Setiap orang memiliki rasa ketakutan akan hal – hal tertentu. Ketakutan itu ada yang bersifat biasa saja atau takut secara berlebihan. Perasaan takut berlebihan yang dirasakan seseorang terhadap situasi atau obyek tertentu disebut phobia.

Kebanyakan pengidap phobia mengetahui bahwa ketakutannya tidak beralasan, namun juga tidak bisa mengendalikannya dan lebih memilih menghindari setiap obyek atau situasi tertentu yang ditakuti. Kondisi inilah yang membedakan ketakutan biasa dengan phobia.

Setiap orang juga memiliki phobia sendiri – sendiri. Seperti contohnya takut pada ketinggian.  Phobia ketinggian atau yang dikenal sebagai acrophobia adalah salah satu jenis phobia yang paling umum dimiliki setiap orang.

Meskipun kebanyakan orang memiliki ketakutan akan tempat yang tinggi, namun orang yang memiliki phobia ketinggian akan merasa gelisah dan cemas yang berlebihan ketika berada di ketinggian, bahkan beberapa ada yang memiliki ketakutan terus  menerus dan lebih parah seperti pusing, dada berdebar, pusing, keringat dingin bahkan hingga pingsan.

Baca Juga: Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Traveling ke Luar Negeri

Phobia ketinggian yang dialami bisa mengganggu aktivitas sehari – sehari. Walaupun sebenarnya sebuah phobia ketinggian adalah hal yang wajar dan umum dialami oleh banyak orang.

Bayangkan saja, jika kamu bekerja di tempat yang memiliki gedung tinggi, setiap hari kamu bekerja di tempat itu, menaiki lift, melihat ke luar gedung dari kaca, pasti kamu tidak akan fokus dengan pekerjaan dan merasa cemas karena ketinggian gedung tersebut.

Atau kamu sedang berkenjung ke apartemen salah satu teman kamu yang berada di lantai 30, jika kamu phobia ketinggian, maka sepanjang waktu kamu akan merasa cemas berada di dalam apartemen.

Bahkan pada kondisi phobia ketinggian yang lebih parah, orang – orang dapat menolak untuk melakukan hal – hal yang biasa, seperti menaiki tangga, mengganti bohlam lampu, membersihkan jendela. Bila kondisi sudah demikian, seseorang perlu mendapatkan penanganan. Berikut beberapa cara yang bisa kita coba untuk “Mengatasi Phobia Naik Pesawat Karena Takut Ketinggian“:

Hipnoterapi

Pada terapi jenis ini, seorang hipnoterapi akan mengidentifikasi terlebih dahulu apa yang menyebabkan seseorang mengalami phobia ketinggian, lalu menghipnotis pasien tersebut untuk membuang kekhawatiran yang dirasakannya dari alam bawah sadar.

Tujuannya tidak lain untuk membentuk pikiran baru yang bebas dari phobia. Dengan melakukannya secara bertahap, perlahan – lahan seseorang akan dapat mengontrol kecemasan yang berlebihan dan kepanikannya ketika menghadapi situasi phobia ketinggian tersebut.

Lakukan relaksasi

Ada banyak manfaat yang didapatkan ketika kita melakukan relaksasi. Relaksasi juga baik dilakukan sehari – hari dalam hal apapun. Benefit yang didapatkan dari relaksasi juga banyak. Dalam hal relaksasi untuk phobia ketinggian juga banyak manfaatnya.

Cobalah melakukan relaksasi, ini bermanfaat untuk meredam rasa cemas dan gelisah saat ketakutan menyerang. Tarik Nafas pelan-pelan namun dalam, lantas hembuskan secara berlahan juga. Lakukan terus hingga rasa cemas dan gelisah mereda.

Memberikan sugesti

Berikanlah sugesti – sugesti positif ke dalam diri kamu untuk menghilangkan rasa takut. Nantinya apa yang sudah tertanam dipikiran kamu harus selalu diingat terus – menerus hingga kamu mulai melupakan ketakutanmu sendiri.

Yakinlah dengan pikiran positif mu bahwa memanjat atau naik ke tempat tinggi akan membuatmu baik – baik saja. Sehingga dengan mengsugesti hal positif ke diri kita, akan membuat pikiran lebih tenang.

Membayangkan hal yang indah di tempat yang tinggi

Biasanya metode ini cukup ampuh mengatasi phobia pada ketinggian. Hampir sama dengan sugesti, namun pada metode ini kita dituntut membayangkan hal – hal yang indah ketika kita berada di atas ketinggian, misalnya melihat romantisnya kelap – kelip lampu kota dari atas villa di pegunungan, melihat segerombolan awan saat mendaki gunung, bermain terjun payung dan melihat cantiknya wajah bumi yang bisa kamu lihat dari atas.

Melatih diri sendiri dan membebaskan diri

Cara mengatasi phobia ketinggian yang selanjutnya adalah melatih diri sendiri dan membebaskan diri, sebab terkadang ketakutan itu memang harus dilawan. Caranya mulailah belajar menaiki tangga, eskalator atau lift di mall, mengunjungi apartement teman, mulailah membantu orangtua membersihkan kaca jendela yang tinggi.

Obat penenang

Phobia tidak dapat disembuhkan dengan obat – obatan namun pada kasus kecemasan yang berat akibat fobia, beberapa obat dapat menenangkan dan membantu penderita phobia dalam menghadapi kecemasannya. Tentu dengan resep dokter.

Setelah kita membahas tentang phobia ketinggian, lalu apa korelasinya dengan menaiki pesawat? Tentu ada. Seperti yang kita tahu, menaiki pesawat juga identik dengan ketinggian, meskipun ketika kita menaiki pesawat apa yang menyebabkan kita takut lebih spesifik lagi. Jika kita akan melakukan liburan atau melakukan perjalanan bisnis yang mengharuskan kita menaiki pesawat, mau tidak mau kita harus memberanikan diri melakukannya, meskipun kita merasa takut.

Baca Juga: Tempat-tempat Wisata Indonesia yang Mendunia

Ketakutan menaiki pesawat disebut aviophobia. Sama – sama tentang ketinggian, aerophobia dan aviophobia memang hampir sama, hanya saja aviophobia lebih spesifik, yaitu ketakutan menaiki pesawat. Dan pada beberapa orang, ketika mereka merasakan ketakutan menaiki pesawat, mereka juga akan merasa ketakutan pada ruangan sempit atau tertutup, atau yang disebut claustrophobia.

Terbang adalah hal yang cukup menakutkan karena jika terjadi sesuatu pada pesawat misalnya, kita tidak banyak bisa melakukan apa-apa. Faktor keselamatan memang menjadi salah satu pertimbangan penting saat kita memilih moda transportasi. Banyak anggapan orang awam yang menyebutkan bahwa naik pesawat itu tidak aman, terlalu beresiko akan mengalami kecelakaan.

Padahal, jika ditilik pesawat adalah kendaraan umum paling aman sejauh ini. Keamanan yang super ketat diatas kendaraan lain didarat. Angka kematian akibat kecelakaan dibandingkan dengan kendaran darat juga jauh lebih kecil. Pikiran kitalah sebenarnya yang berpengaruh.

Saya akan bandingkan jumlah angka kematian akibat kecelakaan di Indonesia:

Kecelakaan Kendaraan Darat Menurut Data Kepolisian di Indonesia

Tahun Jumlah Kematian
2013 100.106
2014 95.906
2015 98.970
2016 106.644
2017 103.228

Data diatas jika dibandingkan dengan jumlah kematian kecelakaan pesawat tentu jauh berbeda. Pada tahun 2013 jumlah penerbangan pesawat komersil sekitar 89.000 dan pada tahun 2017 sekitar 109.000 penerbangan. Lantas berapa angka kematian akibat kecelakaan pesawat?

Menurut The Aviation Safety Network, angka kematian pada tahun 2017 kurang lebih 500 orang. Data ini untuk seluruh dunia. Sangat kecil bukan. Hanya beberapa kali saja kecelakaan di Indonesia yang sampai mengakibatkan kematian, dan persentase ini hanya 0, sekian dibandingkan dengan jumlah penerbangan.

Salah satu penyebab utama orang mengalami aviophobia adalah pemberitaan yang ramai dari berbagai media, baik media elektronik maupun media sosial tentang kecelakaan pesawat.

Saat ada kecelakaan pesawat, kejadian ini menyita porsi pemberitaan yang lebih besar dibandingkan berita kecelakaan transportasi darat. Dengan melihat berita dan gambar kecelakaan tentu dapat mempengaruhi pendapat seseorang mengenai keselamatan perjalanan tanpa mempertimbangkan resiko yang sebenarnya.

Selain akibat dari pemberitaan kecelakaan pesawat, penyebab lain dari aviophobia adalah perubahan rasa stress. Memang wajar, karena setiap kali kita melakukan sesuatu yang baru, selalu timbul rasa gelisah dan cemas yang berlebihan (biasanya terjadi yang first time naik pesawat).

Seringkali, aviophobia juga muncul karean ada beberapa faktor yang timbul sebelum aviophobia itu terjadi, seperti takut pada ruangan sempit atau tertutup (claustrophobia) karena pesawat terbang memang benar – benar tertutup, takut pada ketinggian (acrophobia), takut akan pembebasan atau terorisme dan beberapa faktor lainnya. Untuk merasa sedikit tenang saat menaiki pesawat, berikut beberapa Mengatasi Phobia Naik Pesawat/tips naik pesawat untuk kamu yang takut ketinggian:

Temukan pemicunya

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, pemicu merupakan salah satu kunci untuk menyembuhkan rasa takut kamu. Tujuannya adalah, dengan mencari pemicu tertentu kamu dapat mengeola rasa takutmu. Sebab untuk mnyembuhkan suatu kondisi yang tidak baik, kita harus menyembuhkan penyebabnya.

Jika salah satu pemicunya adalah karena kamu takut berada di ruang sempit yang mengapung di udara selama bebarapa jam, maka cobalah kamu duduk di sebelah jendela, bayangkan hamparan langit luas di pikiran kamu.

Meditasi

Meditasi mungkin bisa membantumu untuk mengurangi ketakutan. Metode relaksasi dari meditasi menciptakan rasa tenang, pikiran menjadi jernih dan meningkatan konsentrasi.

Meditasi membantu kamu untuk mengelola stress dan perasaan cemas. Kamu bisa melakukan meditasi beberapa minggu sebelum kamu berangkat. Caranya, tariklah nafas dalam – dalam selam 4 detik dan hembuskan perlahan – lahan selama 6 detik. Ulangi sampai tubuh dan pikiran menjadi tenang.

Bekali diri dengan pengetahuan mengenai pesawat

Jika memang kamu merasa sering cemas, sebaiknya kamu mencari informasi mengenai fakta tentang penerbangan itu sendiri. Seringkali kita sering berandai – andai sendiri dan membuat kita merasa ketakutan membayangkan berbagai kejadian menakutkan yang mungkin terjadi. Mengedukasi diri kamu dengan mengetahui prosedur keamanan penerbanagn, yang tentunya juga akan mendatangkan ketenangan, seperti menegakkan sandaran tempat duduk dan menaikkan penutup jendela adalah salah satu diantaranya.

Pikirkan apa yang ingin kamu lakukan saat sampai tempat tujuan

Ketika kita melakukan perjalanan, kita pasti memiliki tujuan. Begitupun saat kita bepergian menggunkan pesawat. Bayangkan ketika kamu sampai di tempat tujuan, hal –a hal apa saja yang akan kamu lakukan. Misal kamu pulang untuk bertemu orangtua di kampung halaman, setelah bertahun – tahun kamu merantau.

Lalu kamu dapat berkumpul, mengajak mereka jalan – jalan dan menghabiskan waktu untuk mengobrol. Atau ketika kamu melakukan perjalanan menggunakan pesawat untuk urusan bisnis, ketika sampai disana kamu disambut dengan ramah,  bertemu orang – orang hebat, kamu mendapat rekan bisnis baru dan kalian membuat kerjasama untuk memajukan perusahaaan.

Dari cerita ini mengajarakan kita untuk berfikir positif dengan membayangkan hal – hal yang indah dan menyenangkan. Ketika kita mampu berfikir positif, kita mampu mengalihkan kecemasan dan kegelisahan, yang pada akhirnya mampu membantu kita menjadi sedikit lebih tenang.

Siapakan hal yang menyenangkan, yang bisa kamu lakukan di pesawat

Ada banyak hal yang dapat kita lakukan ketika di dalam pesawat untuk mengusir kecemasan, ketakutan dan rasa bosan kita. Pikirkanlah hal – hal apa saja yang dapat kita lakukan di dalam pesawat. Atau jika memungkinkan, bawalah barang – barang yang bisa mengusir ketakutanmu selama di pesawat, seperti buku dan gadget. Alihkan pikiranmu dengan menyibukkan dirimu sendiri dengan melakukan sesuatu, seperti:

Membaca buku

Sebelum naik pesawat kamu bisa membawa beberapa barang yang kamu suka untuk kamu mainkan di pesawat. Tentu bukan barang yang dilarang dipesawat dan memiliki ukuran kecil seperti novel.

Nantinya di dalam pesawat kamu dapat menghabiskan waktu untuk membaca. Selain bermanfaat meredam kecemasan akan ketinggian, juga bermanfaat untuk menambah wawasan.

Mendengarkan musik

Selama di dalam pesawat kamu bisa tetap mendengarkan lagu favoritmu. Pastikan handphone kamu sudah dalam mode pesawat sehingga tidak mengganggu jaringan sinyal di pesawat.

Bermain games favorite

Kamu bisa mendownload bermacam – macam games favorite kamu sebelum menaiki pesawat. Sebab kita hanya bisa memainkan game offline saja ketika berada dalam pesawat.

Menonton film

Sama dengan bermain games, kamu bisa mendownload film – film favorite kamu terlebih dahulu di handphone atau tablet kamu. Karena durasi pada film biasanya lebih lama, maka kamu akan bisa fokus dengan film tidak akan merasa cemas lagi.

Tidur

Option terakhir adalah tidur. Jika kamu merasa lelah, malas melakukan apapun selama perjalanan, maka tidurlah. Dengan tidur kamu akan lupa dengan semua ketakutan.

Mengobrol dengan orang di sebelahmu

Mungkin awalnya kamu akan merasa risih mengajak orang disebelahmu berbicara, terlebih kalian tidak saling mengenal satu sama lain. Namun mengajak orang disebelahmu mengobrol terbukti efektif meredakan ketakutan selama di dalam pesawat. Ambilah sedikit keberanian, mulailah menyapa dengan sopan, tanyakan hal – hal yang mendasar seperti dari mana, mau kemana. Biasanya setelah itu akan ada obrolan – obrolan lain yang akan menyambung dan lebih mengasyikan. So lets do it!

Upgrade kelas

Kiranya saran ini bisa dipertimbangkan jika kamu hendak menjalani penerbangan yang panjang. Sebab penerbangan yang panjang seringkali membuat bosan. Ambilah business class, kalau perlu first class agar merasa nyaman selama penerbangan.

Memang hal tersebut membuat kamu merogoh kocek yang cukup banyak, namun yang kamu dapatkan juga sebanding. Fasilitas – fasilitas yang ditawarkan mulai dari kenyamanan tempat istirahat, makanan, hiburan bahkan kamu bisa mandi di pesawat, membuat kamu bisa akan rasa takut tersebut.

Bertemu psikiater

Mengunjungi psikiater adalah option terakhir jika kamu memang benar – benar merasa perlu. Sebab, terkadang ada banyak hal sudah kita usahakan untuk melawan rasa takut namun ternyata masih nihil. Inilah mengapa saat ini adalah saat yang tepat bagi kamu untuk mengunjungi psikiater. Kamu bisa membuat jadwal untuk bertemu dengan psikiater agar mendapat treatment yang diperlukan mengenai aviophobia. Setelah melakukan treatment, jika dirasa perlu, terkadang seorang psikiater juga akan meresepkan beberapa obat penenang. Obat ini memang tidak bisa menyembuhkan, namun dapat membantu penderita phobia dalam menghadapi kecemasannya.

Berdoa

Sebagai umat manusia, kita memang diwajibkan untuk berdoa. Bukan hanya berdoa dalam hal ibadah saja. Berdoa juga dapat dilakukan dimanapun untuk meminta perlindungan dan keselamatan. Oleh sebab itu, berdoa merupakan hal sangat penting. Dengan mengingat Allah, meminta perlindungan dan keselamatan serta memasrahkan hidup dan mati kita padaNya merupakan salah satu cara untuk membuat hati kita tenang.

Demikian tips “Mengatasi Phobia Naik Pesawat dan Phobia Takut Ketinggian” semoga dapat bermanfaat bagi kamu. Terimakasih. Salam.

Oleh: Arinda HS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*