Memilih Jurusan Kuliah Sesuai Passion?

Memilih bidang pekerjaan yang sesuai dengan passion atau minat merupakan cita-cita banyak orang.

Bagaimana tidak, kita bisa bekerja dengan semangat dan membuat waktu terasa lebih cepat karena kita menikmatinya. Hasilnya pun juga tentu lebih maksimal dibanding dengan melakukan sesuatu secara terpaksa.

Pekerjaan yang nantinya akan kita ambil seringkali sangat berkaitan dengan latar belakang pendidikan yang telah kita tempuh sebelumnya. Oleh karena itu, pencarian passion ini sebenarnya harus dilakukan sedini mungkin, bahkan sebelum kita memutuskan untuk mengambil jurusan kuliah. Tapi sebelum masuk ke pembahasan mengenai pemilihan jurusan, mari kita bahas terlebih dahulu tentang apakah makna dari sebuah passion.

Passion?

Kita seringkali mendengar kata passion. Namun, apa sesungguhnya arti dari kata passion ini? Mengapa banyak orang sukses yang tidak terlepas dengan kata passion? Apakah ada rumus ajaib dibalik sebuah kata passion sehingga membuat sesorang bisa mencapai cita-citanya?

Ada begitu banyak definisi dari kata passion. Mulai dari sesuatu yang tidak pernah membuat kita bosan untuk melakukannya, suatu hal dimana kita akan mengorbankan segalanya untuk mencapai itu, sampai ke sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas sebagai bentuk panggilan dari alam bawah sadar seseorang dan ketika tidak melakukan hal tersebut rasanya ada yang kurang.

Passion juga kadang membuat kita tidak memikirkan untung maupun rugi dari sebuah pekerjaan yang telah dilakukan.

Secara bahasa sederhana, arti passion adalah perasaan seseorang yang sangat kuat pada sesuatu. Passion sering menjadi akar dari berbagai hal sebelum seseorang melakukan suatu kegiatan. Begitu kuatnya hingga kadang orang bersedia melakukan apa pun meski dengan pengorbanan yang cukup besar.

Menemukan harta karun nampaknya dapat menggambarkan kondisi dimana sesorang menemukan passion dalam hidupnya. Akan tetapi seseorang tidak bisa mengandalkan passionnya muncul begitu saja dengan sendirinya. Tiap orang sebaiknya berupaya untuk menemukan passion yang bisa memicu perkembangan diri.

Baca Juga: 23 Tips Cara Mudah Membuat Tulisanmu Jadi Menarik!

Passion bagi setiap orang juga berbeda-beda, terlihat sangat unik baik dari jenis dan intensitasnya. Namun secara garis besar dapat terbagi menjadi empat macam :

  • Passion for knowledge yang perlu dimiliki oleh seseorang agar mau mempelajari suatu pengetahuan. Karena bagaimanapun seseorang baru bisa mengembangkan diri secara optimal bila memiliki kapabilitas yang mencukupi.
  • Passion for business yang dianjurkan dimiliki agar orang bisa terdorong untuk menjadi mandiri dan tidak menjadi beban orang lain secara finansial.
  • Passion for service karena memang manusia adalah makhluk sosial, sehingga secara sadar atau tidak, mereka pun memberikan pelayanan dan perhatian kepada orang lain dalam berbagai interaksi
  • Passion for people yang banyak mempengaruhi tentang bagaimana kita membentuk, menjaga, dan mengembangkan hubungan dengan orang lain. Semakin besar passion ini, semakin terdorong juga kita untuk memberikan kontribusi berharga dalam suatu komunitas.

Tanpa disadari, passion sebenarnya sudah ada sejak kita lahir ke dunia. Hanya saja ketika kita beranjak dewasa sering tidak menyadarinya. Dan sebetulnya kita tidak dapat menghentikannya karena inilah kekuatan dari sebuah passion.

Rasanya akan sangat tersiksa ketika kita berusaha tidak melakukannya. Tidak akan tenang dan terasa hambar dalam menjalani hidup ketika kita lari dari passion.

Passion juga sering dikaitkan pada masalah pengakuan. Pengakuan disini bukan berarti haus untuk menjadi terkenal dan berusaha sekuat tenaga menampilkan diri. Namun pengakuan ini bersifat diri pribadi. Bagaimana kita mengartikan diri kita sendiri. Ingin dikenal dan diakui seperti apakah kita sebagai individu.

Setelah kita mengerti keseluruhan makna dari kata passion, sekarang apa pentingnya passion dalam memilih jurusan? Teman-teman remaja yang baru masuk bangku SMA seringkali bingung dalam memilih jurusan. Setelah lulus SMA, kebingungan ini kembali datang ketika akan memilih jurusan kuliah. Lantas setelah jadi sarjana masih saja bingung mau bekerja sebagai apa.

Di sinilah peran passion yang sangat penting. Disaat kita memilih jurusan yang tidak kita sukai, kita tidak akan mengarahkan usaha maksimal untuk belajar serta mengerjakan berbagai tugas.

Kita juga akan cepat merasa bosan dan jenuh. Bahkan banyak juga yang menyerah ditengah jalan alias keluar atau berpindah jurusan setelah beberapa semester awal. Tentu hal ini sangat merugikan dari segi waktu serta biaya yang dikeluarkan.

Sebenarnya hal ini bisa diminimalisir jika kita pandai mengamati keinginan diri sendiri. Misalnya pernahkah kita merasa bosan dan tidak menangkap isi pelajaran ketika berada di sebuah kelas? Mungkin karena ini bukan passion kita. Tetapi bisa jadi di pelajaran yang lain, kita sangat antusias saat pelajaran itu dipaparkan, dan dapat dengan mudah memahami disaat teman-teman yang lain kesulitan. Maka dari itu, inilah pentingnya mempertimbangkan passion dalam memilih jurusan.

Bukan berlebihan jika pilihan jurusan kuliah nantinya akan menentukan nasib hidup bertahun-tahun kedepan. Karena pada kenyataannya, mendapatkan ilmu yang tepat juga bisa memastikan hidup setelah masa-masa di universitas baik yang menyangkut karier, relasi, sosial, pencapaian, hingga pola hidup. Tidak hanya sebagai prospek pekerjaan, penentuan jurusan kuliah juga berpengaruh pada keseriusan mahasiswa dalam menjalani segala tugas kuliah. Agar tidak salah pilih, inilah beberapa tips selain passion yang mungkin bisa diterapkan sebelum memilih jurusan kuliah :

1. Sesuaikan dengan Minat dan Keinginan

Seperti yang sudah banyak dijelaskan sebelumnya, hal pertama dan merupakan modal utama saat akan memilih jurusan kuliah yang tepat ialah mencari tahu apa yang menarik dan paling disukai alias passion.

Untuk mengetahui apa yang disukai, kita harus mengenal siapa diri kita dan pengalaman yang terjadi di masa lalu. Kedua hal ini akan sangat membantu untuk menentukan subjek yang paling digemari dan bergairah untuk melakukannya.

Passion yang dimiliki disini harus benar-benar kuat, bahkan menjadi salah satu hobi. Karena apabila passion sudah mengalahkan segalanya, belajar pun juga akan berjalan dengan penuh kegembiraan. Tugas kuliah yang menumpuk tak terasa sebagai beban bila sudah tertarik menjalaninya.

Artinya, kita bisa menikmati kuliah di jurusan tersebut. Jadi lagi-lagi ditekankan, bahwa hal ini benar-benar harus disesuaikan dengan keinginan. Karena ketika sudah kuliah, kitalah yang akan menjalankannya sendiri.

Baca Juga: Pertimbangan dan Keuntungan Mengambil Kuliah S2 (Magister)

Misalnya, kalau kita memiliki hobi menggambar atau melukis, jurusan desain grafis atau arsitektur bisa mejadi pilihan seimbang, ibarat seperti menjalani hobi dengan orientasi karir yang baik. Contoh lain jika kita merasa sangat menyukai pelajaran ilmu pengetahuan alam dan perhitungan, kita bisa saja memilih jurusan kedokteran, sains, pertanian, biokimia, dan lain sebagainya.

Jika kita lebih suka menghafal dan pelajaran sosial, memilih jurusan komunikasi, sosiologi, ilmu politik, dan lainnya juga bisa dijadikan pilihan. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, kita mungkin sudah bisa sedikit menjawab kegalauan tentang jurusan yang diinginkan.

2. Pahami Potensi Diri

Disamping minat, bakat pun juga tak kalah penting. Jika kita sudah mengetahui hal-hal yang disukai, kita juga harus mengenal dan mengetahui potensi diri. Mengenali terlebih dahulu potensi diri ini nantinya akan sangat membantu keputusan pengambilan jurusan tertentu. Kadang potensi diri tidak selalu sejalan dengan minat dan passion, tapi mampu memberi kita panduan dan gambaran besar dalam menentukan jurusan yang akan dipilih.

Bahkan tidak menyadari potensi diri sendiri juga bisa membuat kita kehilangan arah. Kebanyakan orang biasanya tidak mengetahui kemampuan terpendamnya. Padahal kemampuan tersebut dapat menjadi prioritas ketika kita sedang gelisah dalam memilih jurusan.

Tidak salah tentunya jika kita mempunyai keinginan untuk masuk di jurusan maupun universitas favorit, tapi sekali lagi, lebih baik perhatikan potensi diri untuk menentukannya. Bukankah akan lebih optimal jika minat disertai dengan kemampuan?

Namun demikian, potensi diri juga bisa berhubungan langsung dengan minat kita. Hal ini artinya, kita sudah mampu memanfaatkan potensi menjadi sebuah hobi yang bisa terus didalami. Selain itu kita juga bisa melakukan tes minat bakat.

Tes ini merupakan modul psikologi untuk melihat kecenderungan psikologis seseorang. Melalui jawaban yang kita berikan di setiap tesnya, kita bisa melihat berbagai kecenderungan, termasuk hal yang diminati, potensi, kekuatan, hingga kelemahan diri. Karena tes ini dilakukan dengan pendekatan ilmu psikologi, makanya tes minat bakat juga harus dilakukan oleh ahlinya yaitu psikolog.

Hasilnya nanti akan menyimpulkan mana saja jurusan kuliah yang paling pas. Akan tetapi meskipun tes ini terpercaya, namun bukan berarti kita wajib mengikuti apapun jurusan yang tertera pada hasilnya. Hasil tes ini hanyalah rekomendasi yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam memilih jurusan. Kita tetaplah yang paling tahu mengenai potensi diri sendiri.

3. Tidak Mengikuti Orang Lain

Tips lain yang juga penting ketika kita masih bingung menentukan jurusan ialah jangan mengikuti tren, gengsi, atau bahkan pilihan orang lain. Sepele tapi ini bisa sangat merugikan jika kita sampai salah pilih jurusan hanya karena ikut-ikutan teman.

Apapun alasannya, sangat tidak disarankan dan jangan sesekali mengikuti teman atau mungkin kekasih demi ada di jurusan kuliah yang sama. Hal tersebut nantinya malah bisa menjerumuskan ke lingkaran kegagalan.

Meski beda jurusan dengan teman, tidak masalah jika nantinya kita tidak memiliki teman di awal kuliah. Seiring dengan berjalannya waktu, teman juga pasti akan datang dengan sendirinya.

Perkuliahan yang sukses adalah apabila kita memilih jurusan sesuai minat dan kemampuan pribadi seperti dua hal yang disarankan sebelumnya. Yakinlah pada diri sendiri bahwa juruan kuliah yang kita tempuh adalah yang paling tepat untuk kita. Karena bisa saja jurusan A akan cocok bagi teman kita, tapi sangat tidak tepat untuk kita sendiri. Begitu pula sebaliknya.

Fokuslah dengan apa yang akan diperoleh. Dengan begitu, situasi sesulit apapun bisa diatasi dengan mudah. Buang jauh-jauh pikiran untuk menyamakan jurusan dengan teman-teman. Nasib kita berada di tangan kita sendiri, bukan orang lain. Jangan mudah terombang-ambing dengan kebanyakan orang kecuali jika kita memang menyukai jurusan tersebut.

4. Peluang Pekerjaan

Kuliah adalah jalan untuk menuju dunia pekerjaan. Jalan yang artinya biar bagaimana pun kita dalam perkuliahan, pada akhirnya akan bekerja juga. Oleh karena itu, peluang atau tujuan di masa depan setelah kuliah juga dapat dijadikan prioritas ketika akan menempuh jurusan tertentu.

Karena sasaran yang dituju saat selesai kuliah oleh para calon mahasiswa biasanya menjadi pekerja atau karyawan. Tentu setiap orang menginginkan jurusan dengan karier dan penghasilan yang memang menjanjikan di masa depan. Hal tersebut sama sekali tidak salah. Mengingat, setiap orang perlu cermat menentukan studi dan karir agar taraf hidup di masa mendatang terus membaik.

Disamping itu, perhatikan pula peluang pekerjaaannya. Sesuai atau tidak dengan lingkungan sosial? Apakah banyak membutuhkan sumber daya manusia atau tidak? Hal ini bisa dilakukan dengan mencari data tentang pekerjaan alumni jurusan yang kita inginkan, agar kita bisa lebih memastikan jurusan yang akan dipilih memiliki peluang karir yang luas dan menjanjikan di masa mendatang.

Semua jurusan kuliah sebenarnya memiliki peluang pekerjaannya masing-masing. Misal jurusan manajemen pariwisata, biasanya nantinya akan bekerja di sektor pariwisata dan perencanaannya.

Contoh lain, kita juga bisa mengambil jurusan keperawatan yang bisa mempunyai peluang untuk bekerja di rumah sakit atau klinik. Ambilah jurusan yang sekiranya memiliki peluang pekerjaan cukup tinggi. Percuma jika mengambil jurusan yang terlihat keren tapi peluang kerjanya sangat rendah.

Meskipun hal ini tidak mutlak, karena faktanya ada banyak pekerjaan bagus yang dijalani tanpa menyesuaikan jurusan atau pendidikan yang didapat. Tapi setidaknya hal ini akan membuat upaya kita mendapatkan pekerjaan akan lebih mudah ketika selesai kuliah nanti. Apalagi akan lebih baik lagi jika bisa bekerja di perusahaan yang menjadi impian banyak orang.

5. Lakukan Riset Informasi

Setelah kita sudah mantap untuk memilih jurusan, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mencari universitas yang akan menjadi tempat kita menggali ilmu tersebut. Karena tidak semua universitas memiliki program kuliah yang seimbang.

Universitas dengan ranking tinggi juga bisa saja memiliki fakultas dan jurusan yang tidak begitu unggul. Hal ini bisa disebabkan karena hampir semua universitas memiliki jurusan tertentu yang selalu diunggulkan. Makanya jika sudah memiliki target universitas, perhatikan bidang atau jurusan yang unggul di universitas tersebut.

Satu hal yang tak boleh lewat saat memilih jurusan kuliah ialah tingkat akreditasi dari jurusan dan universitas tersebut. Kualitas jurusan mengacu pada hasil akreditasi yang biasanya tertera pada situs-situs universitas. Terutama jika akan memilih jurusan di perguruan tinggi swasta.

Akreditasi ini akan memberikan gambaran tingkat kredibilitas dari jurusan tersebut. Semakin tinggi akreditasi yang dimiliki jurusan tersebut, artinya pilihan akan semakin bagus. Karena tingkat jurusan ini juga otomatis membuat kepercayaan masyarakat akan semakin tinggi.

Disarankan sebaiknya kita memilih universitas dan jurusan yang terakreditasi minimal B karena setelah kita memperoleh gelar sarjana akan lebih mudah untuk mencari pekerjaan. Kualitas lulusan atau alumni juga bisa menjadi bahan pertimbangan besar bagi pembuka lowongan kerja. Maka dari itu tingkat akreditasi ini akan mempengaruhi penilaian perusahaan saat kita akan melamar kerja. Tak terkecuali saat ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

6. Sesuaikan Kemampuan Finansial

Dari semua hal diatas, jangan lupa untuk mempertimbangkan masalah biaya. Setiap jurusan mempunyai biaya kuliah yang berbeda-beda. Ada yang cukup mahal hingga ratusan juta rupiah, ada juga yang kurang dari sepuluh juta rupiah.

Selain mempersiapkan dana untuk kuliah, pikirkan juga biaya perkuliahan per semester maupun kebutuhan kegiatan belajar sehari-hari seperti uang buku, biaya praktikum, biaya hidup, dan lain-lain. Biaya ini tidak hanya untuk 1-2 tahun saja, tapi sejak semester pertama hingga selesai sidang skripsi kelak.

Bila kemampuan biaya yang dimiliki orang tua tidak sebanding dengan jurusan yang kita inginkan, maka perkuliahan ini bisa menjadi kendala nantinya. Meskipun kita dapat mencari beasiswa atau kuliah sambil bekerja, hal ini tidak bisa didapatkan semua orang dengan mudah.

Jangan sampai kita mengambil jurusan yang cukup mahal biaya pendidikannya tapi orang tua tidak mampu membiayainya. Jadi sebaiknya semaksimal mungkin kita diskusikan dengan orang tua terlebih dahulu terkait dengan jurusan yang akan diambil dan pertimbangan biayanya.

Agar orang tua kita juga bisa lebih menyesuaikan. Mempunyai banyak rencana sangat diperlukan di tahap ini, kita tidak terlalu kecewa jika ternyata semua tidak sesuai dengan rencana awal.

Demikianlah beberapa tips dalam menentukan jurusan kuliah yang akan kita tempuh. Semoga hal-hal diatas bisa membantu mendapatkan pertimbangan yang lebih jauh. Tidak perlu bingung dan jangan hanya terpaku pada satu aspek saja.

Semakin banyak opsi dan masukkan, justru akan semakin membuka peluang untuk sukses di masa depan.

Oleh: Riskadevam

1 Comment

1 Trackback / Pingback

  1. 11 Cara Belajar yang Efektif dan Efisien Saat di Rumah - INSFIRA

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*