Apa Saja yang Dibutuhkan Agar Dapat Menyampaikan Pidato dengan Baik

Pidato

Pidato merupakan salah satu keterampilan dalam menggunakan bahasa lisan. Kecakapan ini sangat penting. Anda perlu memilikinya. Sekarang Anda mungkin sering menderita demam panggung jika berpidato. Gemetar, keringat dingin keluar, hingga bicara tergagapgagap. Untuk itu Anda perlu mempelajari dan latihan agar dapat memiliki keterampilan berbicara di depan umum.

Berikut ini langkah-langkah praktis yang mungkin dapat membantu Anda dalam meningkatkan kemampuan berbicara efektif, sehingga jika sewaktu-waktu Anda ditunjuk menjadi pembawa acara atau berpidato Anda tidak “demam panggung”.

Ada 6 hal yang perlu dipersiapkan dalam berbicara secara efektif, yaitu mengapa, siapa, dimana, kapan, apa, dan bagaimana.

Pidato / Freepik

Mengapa (Menetapkan Sasaran)

Hal pertama yang harus jelas dalam pikiran Anda berpidato atau menjadi pembawa acara adalah menetapkan sasaran pembicaraan. Penetapan sasaran sangat membantu dalam menentukan arah pembicaraan dan juga bermanfaat dalam memilih bahan Yang sesuai dengan sasaran.

Pada umumnya sasaran pembicaraan dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan. Misalnya pernbawa acara resepsi pernikahan, berpidato di sekolah, berpidato di masyarakat umum, dan Iain sebagainya.

Siapa (Pendengar)

Mengetahui apa dan siapa, pendengar dapat membantu dalam menetapkan bahan yang akan disampaikan untuk meyakinkan diri Anda bahwa Anda menyampaikan bahan pembicaraan kepada pendengar yang tepat.

Hal yang perlu diketahui dari sidang pendengar antara Iain:

  • Berapa banyak orang yang hadir?
  • Mengapa mereka hadir di ruang tersebut?
  • Bagaimana tingkat pengetahuan yang mereka miliki atas topik pembicaraan?
  • Apa harapan mereka atas topik pembicaraan?
  • Bagaimana usia, pendidikan, dan jenis kelamin mereka

Dimana (Tempat dan Sarana)

Penting bagi Anda untuk mengetahui dan memperhatikan tempat pembicaraan Yang akan dilaksanakan.

Berikut ini beberapa hal Yang perlu menjadi perhatian bagi seorang pembicara:

Melakukan Praktek

Apabila pembicaraan dilaksanakan pada ruang besar dan luas, maka akan lebih baik untuk mencoba suara terlebih dahulu, sebelum betul-betul berbicara di depan sidang pendengar.

Mempelajari Sarana

Sangat bermanfaat, bila Anda lebih dahulu melakukan latihan untuk dapat mengoperasikan tombol-tombol lampu, Slide projector, dan OHP (Over Head Projector).

Meneliti Gangguan

Anda perlu mewaspadai gangguan yang mungkin timbul, misalnya pembicaraan dilakukan dekatjalan raya sehingga suaramu harus dapat mengalahkan suara kendaraan yang lewat.

Tata Letak Tempat Duduk

Tata letak tempat duduk perlu diperhatikan, diatur, dipersiapkan, dan dikaitkan dengan sasaran pembicaraan.

Baca Juga: Persiapan Penting Sebelum Kamu Berpidato

Kapan (Waktu)

Berapa lama waktu yang diperlukan dalam pembicaraan? Anda perlu memperhatikan manajemen waktu.

Waktu Penyelenggaraan

Biasanya, waktu sesudah makan siang dikenal sebagai waktu “kuburan”. Pendengar yang sudah makan kenyang, apalagi jika makanan yang disajikan enak rasanya, akan membuat pendengar lebih tertarik untuk ”berngantuk ria” daripada mendengarkan pembicaraan.

Durasi Waktu

Anda perlu memperhatikan waktu, misalnya waktu untuk pembahasan, waktu istirahat, atau waktu tanya jawab. Agar punya manajemen waktu yang baik, maka perlu latihan terlebih dulu.

Masalah Konsentrasi

Sangat sulit bagi pendengar untuk berkonsentrasi penuh selama lebih dari 2 jam. Apalagi bila mereka merasa bahwa pembicaraan Anda tidak menarik, tidak bermanfaat, dan tidak berminat. Umumnya seseorang dapat berkonsentrasi penuh pada 20 menit di awal pembicaraan, setelah itu konsentrasi akan menurun sedikit demi sedikit.

Apa? (Bahan yang Digunakan)

Agar sasaran pembicaraan dapat dicapai, maka persiapan bahan perlu dilakukan.

Berikut ini beberapa saran dalam pemilihan bahan:

Menyusun dan Memilih Bahan

Susunlah pokok-pokok pembicaraan. Sebaiknya pada 45 menit pertama jangan terlalu banyak pokok-pokok yang akan disampaikan. Dalam pemilihan bahan perlu diperhatikan, sasaran pembicaraan, waktu yang tersedia, pendengar, mana bahan yang harus diberikan dan bahan yang tidak perlu diberikan.

Gunakan Contoh

Sederhanakan informasi yang sulit dan kompleks. Gunakan juga contoh-contoh yang benar-benar terjadi dan kaitkan dengan pokok-pokok yang ingin disampaikan.

Membuka dan Menutup Pembicaraan

Dalam membuka pembicaraan perlu dirancang agar dapat menimbulkan minat pendengar, dapat menimbulkan rasa butuh dari pendengar, dapat menjelaskan garis beşar dan sasaran pembicaraan. Dalam menutup pembicaraan, Anda harus dapat menyimpulkan hal-hal yang telah dibicarakan.

Membuat Poin Catatan

Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengingat urut-urutan dalam pembicaraan adalah membuat catatan tertulis atau poin-poin tertentu dengan menggunakan kartu-kartu atau kertas kecjl. Hal yang dituliskan dalam kartu sebaiknya katakata kunci saja dan waktu yang digunakan untuk membicarakan apa yang tertulis di setiap kartu.

Bagaimana? (Teknik Penyampaian)

Penggunaan kata merupakan basis komunikasi, tetapi dalam kenyataannya keberhasilan dalam pembicaraan tidak hanya ditentukan dari penggunaan kata saja, tetapi justru penggunaan nonkata. Bicara di depan umum yang berhasil seharusnya memenuhi persentase kontribusi 7% penggunaan kata, 38% penggunaan nada dan şuara, dan 55% penggunaan ekspresi muka, bahasa tubuh dan gerakan tubuh.

Pemilihan Kata

Kata-kata yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan taraf pendengar, begitu juga penggunaan istilah. Sadari bahwa penggunaan kata-kata yang tidak tepat akan menimbulkan masalah.

Teknik Penyampaian Berita

Tidak banyak orang yang mampu menyampaikan berita dengan efektif. Hal-hal yang perlu diper. hatikan dalam menyampaikan berita, antara lain menggunakan ekspresi dan intonasi yang tepat. Diam sejenak untuk membantu peserta agar dapat mencerna materi yang sudah diterima. Selain itü bicara dengan jelas dan teratur dan juga bicara dengan voiume memadai.

Bahasa Tubuh

Di samping penyampaian dengan menggunakan kata, maka kesuksesan dalam pembicaraan justru bergantung pada hal yang non kata, seperti gerakan tubuh, tangan, kontak mata, cara berdiri, dan ekspresi muka. Jangan terpaku di satu tempat seperti patung atau sibuk membaca catatan.

Berikut ini beberapa saran untuk mengatasi masalah tersebut, antara lain:

  • Tatap Mata Pendengar

Kontak mata pembicara adalah Vital untuk mengetahui apakah pendengar mengantuk, boşan, tidak paham, atau nampak tidak tertarik serta untUk mempertahankan minat pendengar atas apa yang Anda sampaikan.

  • Senyum

Manfaat dari tersenyum adalah mengendorkan ketegangan. Anda perlu mendekatkan diri dengan pendengar. Kalau Anda bicara di depan kelas yang pesertanya duduk, Anda bisa jalan-jalan di antara meja mereka. Berdiri di belakang meja atau di belakang papan tulis akan menciptakan jarak dengan pendengar.

  •  Berdiri Tegak bukan Kaku

Berdiri tegak dan kaku, dapat menciptakan dan menimbulkan kesan tegang. Ini tidak berarti pembicara harus berdiri dengan kaku, tapi gerakan-gerakan tangan perlu ada untuk yang ingin disampaikan. Hindari berlebihan menggunakan gerakan, hindari juga mengulang kata-kata yang sama.

  •  Berusahalah Sewajar Mungkin

Agar bisa bertingkah laku secara wajar, berhentilah untuk mencemaskan diri sendiri. Cara yang efektif untuk bisa menjadi wajar adalah dengan latihan bicara di depan kamera sehingga pembicara dapat melihat diri sendiri atau bicara di depan temanteman.

Meningkatkan Kualitas

Banyak cara yang dapat digunakan dalam rangka menghidupkan suasana pembicaraan, apalagi bila waktu bicara cukup panjang. Beberapa cara yang dapat Anda gunakan antara Iain sebagai berikut:

Partisipasi Pendengar

Metode diskusi kelompok, dengan cara membagi pendengar menjadi kelompok-kelompok kecil dan kemudian setiap kelompok kecil diberi tugas, per. tanyaan, atau kuis kemudian diminta mempresentasikan jawabannya di depan pendengar yang lain akan meningkatkan partisipasi pendengar dan menghidupkan suasana.

Tanya Jawab

Memberi kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan dapat menguji apakah materi sudah dapat ditangkap dengan bajk oleh pendengar.

Antusiasme

Tunjukkan antusiasme pembicara sewaktu menyampaikan materi.

Ciptakan Situasi Menyenangkan

Ciptakan situasi yang menyenangkan dan tidak menegangkan/mengancam.

Pendengar”SuIit”

Tidak seluruh pendengar adalah pendengar yang kooperatif dan positif, mungkin saja ada peserta yang ”sulit”. Sebaiknya, jangan menimbulkan pertentangan langsung dengan peserta tersebut atau mempermalukannya di depan peserta lain.

Gunakan Alat Bantu

Alat bantu dapat mendukung pembicara dalam menyampaikan gagasan atau berita. Tiga kelompok

alat bantu yang dapat mendukung pemb«araan adalah menstımuli wsual, hearıng dan feekng (VHF).

Sebelum Anda melakukan berpidato dan membawakan acara, maka pahami benar apa yang telah dısebutkan di Atas, Pelaıari dengan baik lalu latihlah diri Anda.

Baca Juga: Ini Dia, Tips Memilih Laptop Sesuai Dengan Kebutuhan

*Tips Berbicara di Depan Publik

Ada 8 tips yang Anda ketahuı Saat Anda akan berbicara di depan publik, baik itu pidato maupun MC.

Kondisi Umum

– Usahakan anda terlihat oleh audiens
– Pastikan suara anda terdengar
– Lakukan kontak mata
– Katakan dengan wajah
– Jangan tegang dan menunduk. senyumlah dan tatap audiens

Berbicara Efektif dan Menarik

1. Berbagi Identitas
2. Membangun pengalanun positif.
3. Cross-motchıng dan harapan dan nılai audiens
5. Memunculkan humor sehat.
6. Hubungkan topik dengan audiens
7. Ajukan pertanyaan
8. Awali dengan kutipan
9. Sampaikan ide Anda dengan antusias
10. Sesuaikan bahasa dengan audiens
11. Gunakan alat bantu yang sesuana
12. Selingi dengan humor, cerita, puisi, dll.
13. Ajak keeterlibatan peserta.
14. Menyimpulkan, menguatkan gagasan utama yang disampaikan
15. Menutup pembicaraan

Mendayagunakan Suara

Sampaikan ide dengan volume suara yang didengar oleh seluruh audiens. Pilih kata yang tepat, pelafalan yang jelas, dan intonasi yang sesuai. Gunakan suara lantang untuk semangat, komando dan perintah. Suara lirih untuk hal penting. Variasikan kecepatan bicara untuk meningkatkan kepentingan pesan Anda. Variasikan dengan jeda yang sering, irama yang mantap, dan kalimat yang pendek

Gerakan Tubuh

Be Natural, jangan diam atau terlihat kaku. Gunakan gerakan tangan, langkah kaki, untuk memperkuat arti. Lakukan sedikit gerak untuk audiens, cukup ekspresi wajah dan gerakan tangan. Jika audiens banyak, perbanyak gerak. Untuk menjelaskan konsep abstrak, kurangi gerak dan bicaralah perlahan. Untuk topik ringan’ perbanyak gerak.

Melibatkan Audiens

Komunikasi perlu diadakan secara dua arah agar dapat saling memberi feedback. Menyerap informasi hanya melalui pendengaran hasilnya kurang optimal. Alasan audiens malas terlibat karena tidak melakukan kontak mata, dan tidak memanggil dengan nama peserta. Membuat peserta pasif karena selalu mengkritik pertanyaan, usulan, jawaban, dan tingkah laku peserta. Hal ini membuat peserta merasa bodoh karena bertanya.

Teknik Mengajukan Pertanyaan

  • Ajukan satu pertanyaan dalam satu waktu.
  • Hindari pertanyaan tertutup dan direktif.
  • Pertanyaan harus terfokus, tidak kabur.
  • Ajukan pertanyaan yang memungkinkan peserta menunjukkan kepandaiannya.
  • Ajukan pertanyaan yang merangsang interaksi peserta.
  • Perhatikan peserta yang diam.
  • Tunggu jawaban beberapa saat.

Teknik Merespons Audiens

  • Perhatikan jawaban verbal dan non-verbal.
  • Variasikan respons untukjawaban yang berbeda.
  • Puji jawaban yang benar.
  • Perbaiki jawaban yang salah dengan cara tidak mengkritik

Mengakhiri Pembicaraan

  • Simpulkan pembicaraan.
  • Akhiri dengan mengutip kata-kata bijak yang sesuai dengan tema Anda.
  • Buat pertanyaan yang dramatis.
  • Jika ide Anda berupa ajakan, beri semangat melakukannya.

pedoman berbicara di depan umum di atas merupakan rincian singkat sehingga dapat dipelajari dan dikembangan sendiri oleh Anda. Pelajari dengan cermat setiap poin yang ada sehingga hasil optimal akan Anda dapatkan.

Melatih Kemampuan Berbicara

Kemampuan berbicara di depan umum, baik dalam berpidato maupun membawakan acara tentu saja dapat dilatih. Setelah melatih diri dengan cara-cara sederhana dalam keseharian, Anda akan merasa mantap jika harus berbicara di depan publik, bahkan jika harus diminta secara mendadak.

Berikut akan dijabarkan beberapa latihan yang harus Anda lakukan untuk melatih kemampuan berbicara di depan publik:

Manfaatkan Forum-Forum Bicara

Keterampilan berbicara di depan publik sangat tergantung jam terbang. Semakin sering dipraktikkan, akan semakin mudah menguasainya. Anda akan jauh lebih merasa nyaman.

Karena itu, jangan sia-siakan tiap kali Anda memiliki kesempatan berbicara atau saat Anda berada di forum-forum diskusi misalnya yang menuntut untuk bicara.

Apakah diminta memberikan sambutan, memberi komentar, pidato singkat dan lain-lain. Gunakan kesempatan tersebut dan latih kemampuan Anda. Tidak peduli apakah Anda gugup atau keluar keringat dingin.

Abaikanlah semua ketakutan dan kekhawatiran. Dalam proses tersebut memang diperlukan situasi ketegangan sampai Anda bisa menyelesaikannya dengan cara menjalani segala kekhawatiran tersebut.

Gunakan Pertanyaan

Salah satu cara adalah memaksakan diri untuk membuat minimal 1 pertanyaan setiap kali berada di sebuah forum. Apakah forum itu sebuah training, workshop, meeting atau sekedar diskusi santai. Manfaatkanlah dan gunakan untuk mengajukan pertanyaan.

Hal ini melatih keberanian sekaligus kemampuan merangkai kata untuk menciptakan pertanyaan yang baik dan berkualitas. Mungkin pada awalnya Anda berpikir tidak punya hal yang ingin ditanyakan. Maka paksakanIah dan Anda akan terbiasa untuk menjadi orang yang aktif dalam setiap forum tanpa harus menjadi dominan. Ingat, tidak ada pertanyaan yang bodoh, jadi jangan pernah malu untuk bertanya.

Refleksi dan Resitasi

Setiap kali Anda selesai mengerjakan suatu hal, coba refleksikan dengan berbicara sendiri kepada diri Anda sendiri. Dengan cara ini Anda mencoba menerjemahkan apa-apa yang ada dalam pikiran menjadi kata-kata yang harus dikomunikasikan.

Proses ini juga mirip dengan melakukan resitasi atai proses pengulangan setelah Anda selesai membac¿ sebuah buku. Coba ceritakan kepada diri Anda sendin apa isi buku tersebut. Anda akan melatih kemampuan berbahasa lisan.

Latihan Vokal

Melatih vokal dapat dilakukan ketika Anda sedang sendiri dalam ruangan, di depan kaca, atau bahkan di kamar mandi. Ucapkan kata-kata seolah-olah Anda sedang berbicara di depan orang banyak. Bayangkan ada banyak mata yang memperhatikan Anda. Rasakan kekuatan dari vokal Anda, intonasi yang digunakan, cepat lambatnya suatu kata diucapkan dan seterusnya.

Melatih vokal di sini mirip seperti orang berlatih bernyanyi. Anda melatih membunyikan kata dengan benar, dengan intonasi suara yang tepat dan dengan volume yang jelas di dengar tanpa harus terkesan berteriak.

Biasakan Bahasa Baik dan Benar

Disarankan agar Anda membiasakan berbahasa yang baik dan benar, terutama ketika berbicara dengan orang lain. Dengan membiasakan berbahasa yang baik dan benar, secara natural Anda akan menjadi pembicara alami yang tutur katanya teratur, pilihan kalimatnya pas, alur bicaranya terstruktur dan mudah dimengerti.

Dengan berlatih sedemikian rupa, setiap ada kesempatan apapun untuk berbicara di depan umum, secara otomatis Anda dengan mudah dapat melakukannya tanpa harus melakukan persiapan yang banyak.

Source:boediman soedarminto

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*