Gunung Andong, Idaman Pendaki Pemula di Magelang

Saat penat dengan rutinitas kerja, Gunung Andong bisa menjadi lokasi terbaik untuk melepas penat.

Gunung setinggi 1726 meter di atas permukaan laut ini terletak di Magelang, tepatnya di antara daerah Ngabalak, Tlogorjo, Grabag dan Grabag.

Untuk mendaki gunung ini, kita bisa melewati jalur dusun Pendem, Gogik, dusun Kembangan atau dusun Sawit.

Dusun Sawit menjadi jalur favorit banyak wisatawan karena medan pendakian yang relatif mudah dan cepat.

Hanya perlu dua jam pendakian untuk mencapai puncak gunung. Kita juga tak perlu membawa bekal terlalu banyak karena di area puncak terdapat warung yang menjajakan makanan.

Mendaki melalui jalur Dusun Sawit kita akan diberikan dua pilihan, yakni jalur lama dan jalur baru. Medan pendakian jalur baru relatif landai namun membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai puncak.

Sebaliknya, jalur lama lebih terjal namun jarak temouh menuju puncak lebih singkat.

Baik jalur pendakian lama dan baru, keduanya di dominasi oleh pohon pinus. Setelah melewati pepohonan pinus, kita akan menemui jalur setapak berbatu yang merupakan pertemuan antara jalur lama dan baru.

Dari pos tiga ke camp area juga memerlukan waktu sekitar 30 menit. Kabar baiknya, jalur menuju camp area ini relatif landai.

Saat berada di camp area kita bisa menemui dua buah warung yang menjual aneka minuman dan makanan dengan harga yang relatif murah, yaitu sekitar Rp 3000 hingga Rp 10.000 saja.

Untuk menuju puncak, kita cukup berjalan kaki sekitar 10 menit saja dari area camp dengan jalur yang landai. Meski tidak terlalu tinggi, pemandangan yang disajikan tak kalah cantik dengan gunung-gunung lainnya.

Saat berada di puncak dan area camp, kita bisa melihat kegagahan Gunung Merbabu, Merapi serta gunung kembar Sindoro dan Sumbing.

Kita juga bisa melihat anggunnya Gunung Ungaran dan Telomoyo. Jika beruntung, akan ada lautan awan yang membuat mata kia sulit terpejam karena keindahannya.

Tepat di area camp juga terdapat makam Joko Pekik yang dikeramatkan oleh warga sekitar.

Di area makan juga terdapat sebuah ruangan dengan ukuran sekitar 2 x 3 meter untuk ritual.

Konon, Ki joko Pekik merupakan tokoh yang dihormati oleh warga sekitar dan memiliki nama asli Kyai Abdul Faqih.

Sebelum Gunung Andong menjadi idaman para pendaki, adanya makam membuat Gunung Andong terkesan angker.

Namun seiring kepopuleran dunia pendakian, Gunung Andong pun menjadi primadona yang tak pernah sepi. Bahkan, makam tersebut kini terlihat bersih dan rapi setelah mengalami pemugaran.

Pada hari-hari tertentu, warga setempat juga sering mengadakan ritual Perti Dusun untuk menghormati sosok Joko Pekik dan ucapan terimakasih kepada Maha Pemberi Hidup.

Meski Gunung Andong relatif aman untuk pemula,  kita tetap haru menggunakan peralatan dan pakaian yang aman saat mendaki. Jika ingin menginap, gunakan tenda double layer agar kita merasa lebih hangat saat berada di dalam tenda.

Jangan lupa membawa pakaian tebal dan sleepig bag karena cuaca di Gunung Andong cukup dingin dan angin pun cukup kencang. Kenakan masker saat mendaki karena medan pendakian juga penuh dengan debu.

Jika ingin menikmati suasana yang tenang di Gunung Andong, hindari mendaki saat akhir pekan atau musim liburan. Saat-saat tersebut Gunung Andong akan ramai bak pasar sehingga kita susah menemukan tempat untuk mendirikan tenda.

Menurut cerita petugas registrasi, saat momen liburan pendaki di Gunun Andong bisa mencapai 1.000 orang.

Bahkan, petugas registrasi pun kerap meminta beberapa orang untuk menunda pendakian karena padatnya pendaki di musim liburan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*