Akankah Facebook Tetap Bertahan di Singgasana Raja Sosmed?

Aplikasi Facebook
Aplikasi Facebook / Myoldtechchannel

Saat kita berbicara mengenai perkembangan teknologi dan informasi, khususnya di dunia maya, keberadaan media sosial adalah salah satu hal yang paling berpengaruh.

Perkembangan media sosial telah memengaruhi aktivitas para penggunanya dalam beraktivitas di dunia maya. Di masa-masa awal kemunculannya, keberadaan media sosial memberikan dampak yang cukup luar biasa,  terutama tentang bagaimana media sosial menciptakan interaksi sosial dalam dunia maya.

Hal yang sebelumnya belum pernah terjadi dan kemudian kini telah menjadi suatu budaya tersendiri, dengan segala sisi positif maupun negatifnya.

Perkembangan media sosial sendiri ditandai dengan bermunculannya berbagai macam jenis media sosial. Facebook merupakan salah satu diantaranya. Media sosial yang pada awalnya hanya ditujukan untuk kalangan terbatas ini hingga kini masih cukup menyedot intensi publik.

Aplikasi Facebook
Aplikasi Facebook / Myoldtechchannel

Bahkan dapat dikatakan, saat ini Facebook adalah media sosial yang paling populer di dunia, dengan jumlah pengguna aktifnya yang tertinggi dibandingkan dengan media sosial lainnya. Fecebook masih berdiri dipuncak mengalahkan Snapchat, Instagram (punya Facebook), dan Twitter.

Hal yang menarik untuk diulas dari fenomena Facebook ini yaitu bagaimana media sosial hasil karya Mark Zuckenberg ini bisa tetap eksis hingga sekarang. Dengan semakin banyak kompetitornya dalam bisinis ini, Facebook tetap mampu menjaga eksistensinya dan bahkan tetap menjadi yang terdepan.

Kondisi yang mungkin jauh berbeda dengan media sosial lainnya, khususnya yang muncul jauh sebelum Facebook (misalnya Friendster, yang saat ini telah mati suri). Lalu,  apakah kejayaan Facebook juga akan tetap berlanjut di tahun-tahun mendatang? Akankah Facebook tetap jadi “raja” media sosial?

Baca Juga: Fitur-Fitur Instagram yang Perlu Kamu Ketahui 

Tantangan dari Kompetitor

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bisnis media sosial adalah bisnis yang cukup menjanjikan saat ini. Perkembangan internet dan teknologi yang pesat menjadi alasan utamanya.

Kemudahan mengakses internet dengan berbagai situs dan media sosial didalamnya, membuka luas kesempatan para pengembang blog, media sosial, ataupun aplikasi-aplikasi lainnya untuk mencoba peruntungan bisnisnya di sini.

Namun hal tersebut bukan berarti tidak ada tantangan atau hambatan dalam bidang ini. Persaingan untuk menjadi yang terbaik dan terpopuler menjadi sangat ketat, dan akan semakin ketat seiring makin majunya perkembangan teknologi di tahun-tahun kedepan.

Soal persaingan antar media sosal, dapat dikatakan Facebook adalah salah satu “pemain” yang cukup berpengalaman. Bahkan, dapat dikatakan bahwa Facebook saat ini adalah salah satu yang menjadi acuan atau role model bagi para pengembang media sosial lainya.

 Tentu hal tersebut bukannya tanpa alasan. Data terbaru menyebutkan, jumlah pengguna Facebook hingga saat ini telah mencapai 2,4 milyar. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan media sosial yang lainnya.

Meskipun demikian, angka tersebut tidak bisa jadi patokan satu-satunya tentang keberhasilan suatu media sosial. Beberapa media sosial lain juga memperlihatkan grafik yang bagus, dan mengalami peningkatan jumlah pengguna dengan cukup signifikan pada beberapa tahun belakangan.

Misalnya saja Twitter dan Instagram, yang tercatat saat ini telah memiliki lebih dari 1M pengguna aktif, dengan kenaikan yang semakin menunjukkan tren peningkatan di tiap bulannya.

Keberadaan Twitter, Instagram, Snapchat, atau Path misalnya, telah menjadi salah satu ruang alternatif pilihan para sosialita selain Facebook. Hal tersebut terutama terjadi untuk pengguna dengan rentang umur remaja umur 20-an tahun yang mulai merasa jenuh dengan Facebook.

Dapat dikatakan Facebook masih menjadi media sosial primadona para kalangan usia 30-an tahun ke atas, di mana pengguna pada rentang umur tersebut cenderung berjumlah stabil atau bahkan mangalami peningkatan.

Harus diakui bahwa saat ini tengah terjadi pergeseran tren media sosial, di mana mungkin dominasi Facebook sudah jauh berkurang dibandingkan dengan 7-8 tahun yang lalu. Generasi yang lebih muda, salah satunya terjadi di Indonesia, berangsur-angsur mulai meninggalkan Facebook dan memilih aktif di media sosial lain.

Jenis media sosial yang makin beragam membuat para pengguna menjadi lebih variatif dalam memilih, dan itu berimbas pada semakin berkurangnya dominasi Facebook beberapa  tahun belakangan.

Baca Juga: Mouse Mahal: Bikin Geleng-geleng Kepala

Hoax, Masalah yang Perlu Diselesaikan

Selain tantangan dari kompetitor, Facebook juga menghadapi tantangan lainnya yang tidak kalah serius. Peran media sosial sebagai salah satu penyebar informasi yang efektif, telah membuatnya udah disalahgunakan.

Hoax, atau berita bohong, menjadi salah satu isu utama yang dapat mengancam eksistensi Facebook. DI beberapa negara, hoax yang tersebar luas di Facebook mulai dianggap meresahkan. Bahkan beberapa negara mulai bersikap serius tentang hal ini.

Jerman misalnya, yang tengah menjalin kesepakatan dengan Facebook dalam upayanya mengendalikan hoax yang tersebar dengan sangat masif di jejaring ini, dan dianggap mengancam keamanan negara. Indonesia pun mengalami hal yang serupa belakangan ini.

Isu SARA yang akhir-akhir ini merebak di Indonesia, salah satunya juga terjadi melalui media Facebook. Penyebaran hoax yang tidak terkontrol ini tentu sangat merugikan nama Facebook.

Niatan baik pendiri Facebook untuk menjadikan media sosial ini sebagai salah satu alat untuk menyebarkan semangat dan berita-berita positif, saat ini secara licik telah diselewengkan beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut juga makin diperparah dengan kurangnya kesadaran pengguna dalam memeriksa berita yang diterimanya.

Para pengguna Facebook cenderung menerima mentah begitu saja kabar hoax yang mereka terima, tanpa dicek terlebih dahulu, dan secara mudahnya membaginya (share) ke pengguna lain.

Berdasarkan hasil suatu penelitian, disebutkan bahwa umumnya kalangan tua (40 tahun keatas) adalah rentang usia pengguna yang paling mudah termakan hoax dibandingkan dengan kalangan muda.

Hal tersebut terjadi karena kemampuan verifikasi berita yang berbeda, di mana kalangan tua umumnya tidak memiliki kemampuan yang cukup dalam memverifikasi karena keterbatasannya dalam menggunakan gadget atau teknologi terbaru yang lain.

Kondisi ini harus dapat ditangani secara serius oleh Facebook. Meskipun sebenarnya hal ini tidak hanya dialami oleh Facebook, tetapi juga media sosial yang lain. Sebagai media sosial dengan pengguna aktif terbanyak di dunia, tentu Facebook memiliki tanggung jawab yang lebih besar.

Beberapa metode sudah mulai dikembangkan untuk mengurangi beredarnya berita hoax pada halaman Facebook. Patut untuk dinantikan seefektif apa langkah Facebook untuk mengatasi permasalahan ini. Jika Facebook gagal mengatasi isu ini, bukan tidak mungkin citra Facebook akan semakin merosot dan ditinggalkan oleh para penggunanya.

Iklan, Meningkatkan Pemasukan

Sebuah eksistensi memerlukan upaya yang maksimal untuk menjaganya. Selain berbekal kreasi perihal konten, dana atau keuntungan secara finansial juga memiliki peranan yang penting dalam menjadikan Facebook bisa sebesar seperti sekarang.

 Beberapa situs menyebutkan bahwa dengan jumlah penggunanya yang sangat banyak, Facebook dapat meraup untung dengan sangat banyak. Tercatat di kuartal ke III Tahun 2019 yang lalu saja, Facebook setidaknya telah meraup keuntungan sekitar 84 Triliun. Angka yang fantastis.

Sebagai sebuah perusahaan, Facebook telah menjadikan dirinya sebagai perusahaan besar dengan kekuatan finansial luar biasa. Walau demikian, Facebook tidak puas diri dan terus mencari cara untuk semakin meningkatkan kekuatan finansialnya. Beberapa hal diantaranya adalah pemasukan yang didapatkan dari iklan (ads).

Seperti diketahui, iklan jenis ini telah semakin  berkembang dan mengalirkan keuntungan yang besar bagi Facebook.

Menyadari hal tersebut, Facebook mulai memodifikasi dirinya agar “ramah” terhadap keberadaan iklan di halamannya. Bagi Anda pengguna Facebook, tentu memahami dengan baik hal tersebut. Terlihat bagaimana dari waktu ke waktu, ruang beriklan di Facebook disediakan dengan lebih banyak.

Hal tersebut terutama dapat dilihat di sisi kiri atau kanan halaman, yang dipenuhi ileh berbagai macam iklan. Kemunculannya pun sudah ditentukan berdasarkan minat dari para pengguna, sehingga diharapkan iklan akan secara efektif langsung tertuju pada pembeli potensial.

Beberapa strategi lain juga dilakukan oleh Facebook untuk meningkatkan pundi-pundi uangnya. Diantaranya dengan membuka halaman bisnis yang ditujukan untuk para pengguna. Beberapa fitur yang ada di dalamnya menawarkan berbagai penunjang pada para pengguna untuk menjalankan bisnisnya.

Salah satu opsi yang disediakan yaitu layanan untuk publikasi, di mana para pengguna yang ingin memanfaatkan layanan tersebut perlu untuk membayar dalam jumlah tertentu. Layanan ini memberikan keuntungan. DI satu sisi pengguna dapat mempromosikan secara lebih luas, dan di sisi lain Facebook mendapatkan keuntunga pula secara finansial.

Dilihat dari cara Facebook meraup keuntungan dengan iklan, dan bagaimana Facebook memanfaatkannya dengan sangat cerdik, sepertinya belum ada media sosial lain yang mampu menandinginya.

Perkembangan bentuk-bentuk iklan baru seperti video-ads, juga menjadi salah satu incaran Facebook guna semakin menambah pundi-pundi uangnya. Walau tentu saja keberadaan iklan tersebut jangan sampai malah menyebabkan pengguna menjadi merasa terganggu karena tata letaknya/jenis iklannya yang dirasa kurang sesuai.

Masih Menarikkah Facebook?

Di tengah ramainya persaingan antar media sosial belakangan ini, kualitas jadi hal yang penting. Sehebat apapun promosi yang dilakukan, kualitas lah yang jadi faktor utama, apakah suatu produk tetap disukai atau tidak.

Facebook perlu menyusun strategi agar halamannya tetap dianggap menarik oleh para penggunanya, sehingga tetap tidak merasa bosan berlama-lama di media sosial yang didominasi oleh latar berwarna biru ini. Seacara konten, Facebook dapat disebut memiliki banyak daya tarik.

Mulai dari ide awalnya yang hanya berupa update status, kondisinya saat ini telah berkembang jauh. Berbagai macam aktivitas seperti berbagi foto dan video, berita terkini, messenger, telah membuat Facebook menjadi salah satu media sosial dengan layanan terlengkap.

Perkembangan yang cukup signifikan dan berbeda dengan kompetitor lainnya adalah cara Facebook untuk menjadikan halamannya sebagai tempat untuk berbisnis. Opsi untuk membuka halaman bisnis di Facebook cukup lengkap dan sangat menunjang untuk keperluan berbisnis.

Ditambah lagi dengan beberapa fitur yang memudahkan penggunanya untuk melakukan promosi barang atau jasa yang ditawarkannya, Facebook menjadi alat bisnis yang sangat menarik. Terutama untuk mereka yang ingin merintis bisnis yang dilakukan secara online.

Secara umum, kita bisa menyebut bahwa Facebook masih memiliki daya tarik yang tinggi. Dengan kualitasnya yang semakin baik dan fitur yang semakin lengkap, Facebook tetap menjadi salah satu media sosial yang membuat nyaman dan dipilih penggunanya.

Meskipun banyak pula pengamat yang menyebut dengan berbagai alasan bahwa Facebook akan mengalami penurunan drastis di bisnisnya, tetapi bila merujuk pada kondisi terkini yang ada, sepertinya hal tersebut belum akan terjadi. Setidaknya dalam beberapa tahun ke depan, Facebook akan tetap menjadi “raja” media sosial di dunia. Oh iya jangan lupa pula bahwa salah satu kandidat raja “IG” juga milik Facebook, spekulasi-spekulasi dapat berkembang dimasa depan!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*