Debus Merupakan Kesenian yang Berasal Dari

Debus - Source: Yt. Hoax Membangun

Debus Merupakan Kesenian yang Berasal Dari Banten

Jika ditanya, sebutkan apa saja kesenian Indonesia yang terbilang ekstrim? Pasti debus menjadi salah satu dari beberapa jawaban yang Anda lontarkan ya.

Kesenian  ini ternyata menjadi salah satu cara yang digunakan untuk menyebarkan agama Islam.

Awalnya kesenian ini ada sejak abad ke-16 dimana pada saat itu kepemerintahan berada di masa Maulana Hasanuddin (1532–1570). Dan pada abad ke-18 kesenian debus mulai berkembang.

Meskipun bikin ngeri, tetapi debus ini memang sangat mengagumkan. Dalam kesenian bela diri ini, para pemain akan menunjukkan kemampuan mereka yang luar biasa diantaranya seperti kebal akan air keras, kebal dengan berbagai benda tajam, tahan cambuk, memakan bara api yang sangat panas dan lain sebagainya tanpa meninggalkan luka di tubuh para pemain, sangat luar biasa bukan?

Sisi Religius Kesenian Debus

Kesenian debus juga ternyata memiliki sisi religiusnya tersendiri karena terdapat upacara yang berkaitan erat dengan nilai-nilai agama Islam. Pada kesenian ini, masyarakat Banten beranggapan bahwa debus memadukan dua unsur yaitu unsur kesenian dan unsur keagamaan.

Debus – Source: Yt. Hoax Membangun

Hal tersebut dikarenakan sebelum atau saat ingin menunjukkan atraksi, ada beberapa unsur keagamaan yang harus dipenuhi untuk meminta keselamatan dan juga perlindungan kepada Allah SWT.

Iringan Musik Debus

 Ada berbagai hal yang perlu dipersiapkan untuk dapat memainkan atraksi debus yaitu para pemain harus menyiapkan fisik yang prima dan menyiapkan beberapa alat musik.

Alat musik ini berguna untuk mengiringi saat pertunjukan berlangsung. Nah, pemimpin debus atau bisa juga disebut dengan Syech biasanya memandu iringan musik tersebut.

Agar atraksi debus bisa berjalan dengan lancar, ada beberapa orang juga yang ditugaskan untuk berdzikir. Anda dapat melihat atraksi debus pada saat acara-acara besar seperti acara sunatan, acara penyambutan dan lain sebagainya.

Dapat kita lihat dari segi sejarah, sebenarnya debus ini berasal dari puisi yang berbentuk doa dan dibacakan oleh guru tasawuf (Mursyid) dengan suara merdunya yang lemah lembut dan dengan waktu yang cukup lama. Puisi berbentuk doa ini akan terus dibacakan hingga Mursyid dan para muridnya tidak sadarkan diri.

Pergeseran Kesenian Debus

 Dari segi tujuannya, kesenian debus saat ini memang mengalami pergeseran jika dibandingkan dengan kesenian debus zaman dulu. Karena meskipun saat ini kita cukup mudah untuk menjumpai padepokan debus baik di Banten maupun di luar Banten, tetapi tujuannya pun lebih kepada hiburan semata, mendatangkan uang dan aset pariwisata.

Sehingga hubungan antara tarekat dan debus bisa dikatakan sudah mulai renggang. Bahkan mayoritas dari pemain debus saat ini tidak mengetahui bahwa sebenarnya kesenian debus berasal dari tarekat.

Jenis Atraksi Debus

 Ada beberapa atraksi debus yang telah kita bahas sebelumnya. Sebenarnya ada berbagai jenis atraksi yang dimainkan pada kesenian debus, seperti:

  • Menusuk perut dengan tombak atau benda runcing tanpa terluka.
  • Mengiris bagian tubuh seperti lidah, perut, lengan, atau kaki dengan pedang, golok atau pisau.
  • Memakan api.
  • Menusukkan jarum ke lidah, pipi, hidung, atau telinga tanpa terluka.
  • Menyiram tubuh dengan air keras untuk memperlihatkan pakaian hancur, namun kulit tubuh tidak terluka atau rusak sedikitpun.
  • Membakar tubuh.
  • Menggoreng telur diatas kepala.
  • Berjalan diatas beling atau bara.
  • Dicambuk dengan kencang.

Meskipun mengerikan, ternyata kesenian debus tetap membuat kagum dan bahkan menjadi salah satu cara yang digunakan untuk menyebarkan agama Islam ya.

oleh: Marcyella

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*