21 Cara Menghindari Berita Bohong (HOAX)

Mengatasi Berita Bohong (HOAX) (1)

Menemukan hoax atau berita palsu di era teknologi yang berkembang begitu pesat seperti sekarang pasti tidak akan ada habisnya.

Begitu mudah dan cepatnya arus informasi di era digital ini, membuat banyak orang tak bisa lagi menyaring mana berita yang sesuai fakta, dan mana yang mengumbar kebohongan belaka.

Mengatasi Berita Bohong (HOAX) (1)

Sayangnya, banyak dari kita yang justru lebih tertarik pada berita bombastis, negatif, dan provokatif sehingga dengan begitu gampang disebar lalu jadi viral. Padahal, belum tentu berita tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Apakah kamu salah satunya?

Yuk, sama-sama kita belajar berbagai cara atau jurus ampuh untuk bisa selamat dari hoax alias berita palsu. Ingat, hoax tak pernah mengenal usia, jenis kelamin, kaya dan miskin, besar ataupun kecil, bahkan juga tingkat pendidikan. Siapa pun bisa kena. Jadi, tunggu apa lagi! Jangan sampai kita ikut jadi korban.

Berikut Cara Menghindari Berita Bohong (Hoax):

Baca Juga: 24 Tips Sederhana Agar Kita Terhindar dari Virus Corona

1. Perluas Wawasan

Cara Menghindari Berita Bohong yang pertama adalah jurus yang paling mendasar. Layaknya bela diri, kalau kita enggak punya guru atau buku sebagai panduan, maka latihannya ya bakal asal-asalan. Wawasan di sini bermakna segala hal. Jangan karena kalian lulusan fakultas kedokteran, wawasannya cuma melulu soal kesehatan.

Betul, zaman sekarang banyak sekali hoax yang bertebaran soal kesehatan. Kalau kamu punya wawasan yang luas di bidang ini, pasti enggak gampang ketipu berita palsu.

Misalnya saja isu yang paling hot sekarang soal virus corona. Apa iya, kalian percaya kalau virus yang satu ini bisa menular dari ponsel Xiaomi cuma karena berasal dari China? Tentu tidak, kan.

Dari sisi medis, penularan virus misalnya hanya dapat dilalui melalui ini, itu, ini, dan itu. Dari sini, wawasan yang luas akan membantu Anda untuk mengetahui kebenaran sebuah informasi. Tapi pertanyaannya, apakah virus corona cuma soal kesehatan?

Bagaimana kalau ada info soal pernyataan dari salah satu rumah sakit di Jakarta, kalau pasien mereka dinyatakan positif virus corona?
Percaya?

2. Sering Update Berita di Media yang Kredibel

Cara Menghindari Berita Bohong yang  media yang kredibel. Nah, untuk menjawab pertanyaan di atas, kuncinya adalah kita juga harus sering update berita soal virus corona ini. Bagaimana perkembangannya, apa yang harus dilakukan untuk mencegah penularannya, dan lain-lain, biasanya sudah tersaji di berbagai media tanah air.
Tapi ingat, media yang dibaca harus yang kredibel, ya. Salah-salah, kalian malah semakin tersesat oleh berita palsu yang tidak jelas darimana asalnya.

Jadi, kembali ke pertanyaan di atas, kalau kita selalu update soal virus corona di Indonesia, harusnya kita sudah tahu kalau yang berhak mengumumkan pasien itu positif terinfeksi corona hanya Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan. Sehingga info di atas sudah pasti hoax dan terbantahkan.

Kenapa?
Ya karena pengumumannya datang dari salah satu rumah sakit di Jakarta. Sesederhana itu.

3. Harus Curiga Jika Tak Ada Sumber Berita

Cara Menghindari Berita Bohong yang ketiga adalah curiga. Banyak dari kita yang tiba-tiba dapat pesan berantai entah darimana, lalu sampai ke Group WhatsApp yang dikirim oleh teman, bahkan keluarga sendiri. Tapi banyak juga dari informasi tersebut yang tidak mencantumkan sumber berita.

Dari sini, jurus yang ketiga harus kita keluarkan. Yap, kita wajib untuk curiga. Karena bagaimana informasi tersebut bisa dipastikan kebenarannya, kalau sumbernya saja tidak jelas darimana. Ini sama seperti Anda yang tiba-tiba saja dikirim box besar oleh orang tak dikenal, lantas Anda takut kalau itu adalah bom!

Ya, itu cara berpikir yang tepat untuk mengantisipasi hoax di zaman yang sudah demikian edan ini. 

Baca Juga: 5 Tips Agar Tidak Menjalin Hubungan dengan Pria yang Salah

Sebaliknya, mencantumkan sumber berita bisa membuat kita meneliti lebih jauh tentang kebenaran informasi yang diperoleh. Karena salah satu langkah terbaik ketika menerima berita yang mencurigakan adalah dengan melakukan crosscheck.

4. Hati-hati dengan Sumber yang Tidak Kredibel

Cara Menghindari Berita Bohong yang keempat adalah hati-hati terhadap sumber yang tidak kredibel. Kalau sudah mencantumkan sumber berita, sudah pasti bukan hoax? Belum tentu juga. Pertanyaannya, apakah sumber berita itu kredibel?

Tentu kita sudah mengenal begitu banyak media-media mainstream terpercaya di Indonesia, seperti Kompas, Tempo, Republika, Media Indonesia, Jawa Pos, Kumparan, Tirto, dan masih banyak lagi.

Nah, sayangnya sekarang ini juga banyak media abal-abal bermunculan. Atau, ada yang memang sengaja dimunculkan sebagai platform untuk menyebar berita palsu.

Pada kasus yang lain, pernahkan kita cermat kalau ada saja informasi yang seolah-olah mendompleng nama media-media ternama sehingga penyebutannya terlihat sangat mirip padahal sebenarnya berbeda?

Contoh sederhana, bagaimana kalau Anda mendapati informasi yang berasal dari Tempo, tapi untuk media online-nya, yaitu tempo.com? Percaya? Tentu tidak. Karena media online untuk Tempo adalah tempo.co, jadi tempo.com adalah palsu.

5. Cek Link yang Diberikan sebagai Sumber Informasi

Cara Menghindari Berita Bohong selanjutnya adalah cek link sumber.  Misalnya saja Anda mendapatkan pesan berantai berbentuk sebuah narasi, lalu di dalamnya juga mencantumkan link dari berita media ternama. Apakah Anda langsung percaya? Tunggu dulu.

Faktanya, banyak bertebaran hoax jenis ini. Pembuat hoax sengaja mencantumkan link sebagai bahan ‘penguat’ berita bohong mereka, namun sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan narasi palsu yang dibuat.

Misalnya link yang diberikan isinya merupakan artikel berita media ternama soal data penduduk miskin dari instansi yang berwenang, eh tapi narasinya justru ditambah-tambahkan. Contohnya menjadi tentang jumlah penduduk miskin yang dilantarkan pemerintah lalu menjadi kelaparan sehingga mengalami gizi buruk.

Atau yang lebih ekstrim, misalnya tentang penduduk miskin yang tiba-tiba meninggal dunia setelah makan mie ayam di daerah Jakarta yang ternyata mengandung racun. Kan enggak nyambung.

Atau di kasus lain, cukup banyak juga link yang ternyata palsu. Begitu dibuka, ternyata tidak ada isinya sama sekali atau tidak memiliki hubungan. Tapi sayangnya, penerima hoax justru malas untuk melakukan cek atau membuka link yang disediakan itu.

Baca Juga: Ingin memulai Bisnis Startup? Mulai dari Hal berikut

6. Perhatikan Narasumber Berita

Cara Menghindari Berita Bohong selanjutnya adalah mengenai Nasrsum, Ini juga penting. Banyak berita hoax sekarang yang berani-beraninya mencatut nama tertentu supaya gampang dipercaya. Biasanya, nama yang dicatut adalah mereka yang memang sudah dikenal publik. Bisa itu pejabat pemerintah, artis, musisi, atau tokoh-tokoh terkenal lainnya.

Langkah yang mudah untuk dilakukan adalah dengan mencari informasi perihal quote narasumber tersebut di artikel atau pemberitaan yang lain. Biasanya, kalau dia memang merupakan seorang public figure, maka pernyataan atau quote serupa akan mudah didapatkan dari beberapa sumber berita yang lain.

Namun jika kita tidak menemukannya, kemudian curiga kalau narasumber tersebut sudah dicatut namanya, maka yang kita harus lakukan adalah menunggu klarifikasi resmi dari orang terkait, mengenai apakah info tersebut memang berasal dari dia atau bukan.

7. Crosscheck Langsung ke Website Resmi Pemberi Informasi

Cara Menghindari Berita Bohong selanjutnya crosscheck. Sekarang ini tak sedikit juga hoax penipuan berupa pengumuman pemenang undian berhadiah atau pembukaan lowongan pekerjaan di Perusahaan tertentu.

Informasi hoax tersebut bahkan berani mencantumkan jadwal seleksi hingga lokasi. Padahal, Perusahaan tersebut biasanya hanya akan menyampaikan pengumuman pemenang undian berhadiah dan membuka lowongan pekerjan melalui website resmi mereka.

Jadi, ketika kasus seperti ini terjadi, mudah saja, lakukan crosscheck langsung ke website resmi pemberi informasi agar Anda tahu itu penipuan atau bukan.

Contoh lain, misalnya saja ada pesan berantai yang mengumumkan kalau harga bahan bakar minyak (BBM) akan mengalami kenaikan pada periode tertentu, maka jangan langsung mudah percaya.

Karena pihak Pertamina sendiri sudah mengumumkan kalau segala informasi soal kenaikan harga BBM pasti akan disampaikan melalui website resmi Perusahaan. Artinya, info pesan berantai tersebut bisa dipastikan hoax.

8. Jangan Percaya Hanya Pada Judul Berita!

Cara Menghindari Berita Bohong selanjutnya jangan telan mentah-mentah judul berita. Jurus ini sangat perlu dilakukan. Karena jenis hoax tipe bersandar cuma pada judul berita ini sering kali justru gampang ‘dimakan’ oleh sang penerima hoax. Entah karena alasan tidak punya waktu untuk melakukan cek lebih jauh atau bukan, tapi biasanya penerima hoax semacam ini sudah keburu menyebar berita yang belum tentu benar hanya dengan membaca judulnya saja.

Agar pesan hoax terlihat lebih kuat dan meyakinkan, pembuat hoax biasanya akan mengambil berita dari media yang kredibel, namun hanya di-screenshot bagian judulnya saja, tanpa tahu isinya apa. Alhasil, orang bisa mengambil kesimpulan yang salah. Apalagi kalau pembuat hoax sengaja menambah narasi sesuka hati berdasarkan judul berita yang dimuat.

Mungkin ini salah satu kesalahan di beberapa media mainstream zaman sekarang yang kerap menuliskan judul clickbait supaya pembaca tertarik dan penasaran. Tapi di sini lain, ini bisa jadi boomerang karena kerap dimanfaatkan oleh para pembuat hoax.

Tapi seharusnya, penerima berita juga tidak boleh mudah percaya begitu saja. Sudah harus mulai dibiasakan untuk mencek ulang berita yang bertipe seperti ini.

Baru-baru ini, misalnya saja ramai informasi soal virus corona dengan judul berita seperti “Pasien Positif Corona ke-25 Meninggal Dunia”. Bagi mereka yang membaca judul saja, pasti sudah salah menangkap maksudnya. Karena jika membaca isi berita, pasien tersebut meninggal bukan karena virus corona, tapi karena bawaan penyakit yang sudah dideritanya sejak lama.

Baca Juga: Family Hub: Kulkas Canggih dan Pintar dari Samsung

9. Lihat isinya! Ada yang Janggal?

Cara Menghindari Berita Bohong selanjutnya agak rumit. Selain harus punya jurus di poin yang pertama, yaitu wawasan yang luas, kita juga harus terbiasa melakukan jurus pada poin yang kedua, update terhadap berita-berita terkini.

Hoax yang satu ini biasanya akan berisi narasi yang cukup panjang. Bisa jadi di bagian awal isinya adalah fakta, yang diikuti dengan informasi pendukung yang juga valid. Tapi ternyata, terselip hoax di bagian akhir narasi.

Nah, kalau kita punya wawasan dan selalu update, tentu akan dengan mudah mengetahui kalau ada info yang terasa janggal.

Perlu untuk cermat dengan jenis hoax yang satu ini, karena biasanya di bagian awal dia akan memaparkan data yang cukup kuat dan akurat. Namun pada akhirnya tetap saja hanya coba dihubung-hubungkan seenak jidat.

10. Jangan Mudah Percaya pada Informasi Lebay

Cara Menghindari Berita Bohong selanjutnya adalah jangan mudah percaya. Kalau Anda menemukan informasi yang isinya berlebihan atau lebay, maka sudah seharusnya untuk wajib curiga. Apalagi jika isinya cenderung tak masuk akal atau di luar logika. Jenis hoax yang seperti ini biasanya begitu mudah ditebak.

Tapi entah kenapa, masih saja ada sebagian masyarakat yang mudah tertipu.Misalnya saja ada narasi seperti ini:

“Gilaa!! Kemenkes baru saja memutuskan secara sepihak untuk menaikkan iuran BPJS hingga 1.000 kali lipat! Rakyat benar-benar dibuat sengsara oleh Pemerintah! Gara-gara ini ibu tua renta yang tak punya cukup uang untuk bayar iuran BPJS tak bisa berobat lagi. Padahal dia benar-benar membutuhkan pertolongan. Pemerintah terbukti abai terhadap nasib rakyat kecil.

Ya, terlihat lebay sekali, kan. Tapi info hoax seperti ini cukup sering bermunculan. Jadi, tetap pakai logika dan akal sehat, ya.

11. Waspada Kalau Narasi Provokatif

Ini juga mirip dengan yang sebelumnya. Bedanya, narasi yang satu ini disampaikan lebih provokatif. Di beberapa kasus, sampai ada perintah atau ajakan. Misalnya saja perintah untuk memboikot produk McD karena berasal dari Yahudi, dan sejenisnya.

Mengatasi Berita Bohong (HOAX) (1)

Sama halnya seperti narasi berikut ini:
“Gilaa!! Kemenkes baru saja memutuskan secara sepihak untuk menaikkan iuran BPJS hingga 1.000 kali lipat! Uangnya dikasih buat Pemerintah China!! Rakyat benar-benar dibuat sengsara oleh Pemerintah! Pemerintah kita komunis! Ayo kita demo besar-besaran ke Istana! Jangan mau jadi budak China!”

Seram memang. Biasanya lagi, info hoax yang provokatif seperti ini sengaja dibuat untuk mengadu domba. Narasi yang digunakan lebih banyak yang bermuatan politis. Jadi, tetap berhati-hati.

12. Menebar Kebencian atau SARA?

Nah, untuk yang satu ini biasanya akan muncul pada saat kampanye di tahun politik. Seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Legislatif (Pileg), maupun Pemilihan Presiden (Pilpres). Kita biasa mendengarnya dengan istilah kampanye hitam. Biasanya menyerang individu atau tokoh, namun bisa juga ke kelompok atau organisasi tertentu.

Contoh hoax ini sudah begitu banyak muncul di Pemilu 2019. Tapi karena dukungan yang membabi buta, kita jadi tidak peduli lagi mana yang salah dan mana yang benar. Karena aib atau kejelekan lawan, entah itu nyata atau fitnah, sudah tentu akan jadi barang bagus untuk melakukan serangan.

Sama seperti jurus antisipasi kesepuluh, jika kita tidak hati-hati dan terpancing isu hoax yang satu ini, maka yang terjadi bisa sampai muncul benih-benih permusuhan hingga menimbulkan pertumpahan darah. Mengerikan sekali.

13. Bandingkan dengan Sumber Lain yang Kredibel

Jurus lain yang harus kita miliki adalah tidak panik dan khawatir berlebih, sehingga terburu-buru atau tergesa-gesa dalam menyebar sebuah informasi. Caranya adalah dengan melakukan perbandingan. Tentu saja dengan sumber lain yang kredibel.

Misalnya, jika kita menemukan informasi soal 14.000 Tenaga Kerja Asing (TKA) berbondong-bondong datang menyerbu Indonesia dengan memaparkan angka dan data agar infonya terlihat seperti akurat, maka yang perlu dilakukan adalah mencari perbandingannya melalui sumber informasi lain yang kredibel.

Kalau cermat, biasanya fakta yang ditemukan akan berbeda. Misalnya saja ditemukan fakta kalau ternyata bukan 14.000 TKA yang telah datang, melainkan 14.000 turis asing yang sedang liburan ke Indonesia.

Cara melacaknya cukup mudah, tinggal browsing di Google saja dengan kata kunci yang spesifik.

14. Cermati Gambar/Foto Jika Ada

Jurus yang satu ini kadang dilupakan. Padahal di zaman sekarang, foto atau gambar begitu gampang untuk diedit. Bahayanya, proses editing sekarang kerap digunakan untuk sesuatu yang jahat, seperti menebarkan informasi palsu atau hoax.

Bagi orang yang paham teknik editing, mungkin akan dengan mudah mengetahui foto yang hoax. Tapi bagi orang awam, kita harus terbiasa melihat mana gambar yang asli, dan mana yang sengaja ditambahkan atau diubah. Biasanya, secara kasat mata hal tersebut masih bisa terlihat.

Pembuat hoax biasanya akan menggunakan foto atau gambar sebagai pendukung narasi mereka. Kita tentu sudah tak asing lagi dengan kata, “no pic, hoax!” Tapi masalahnya, sekarang foto atau gambar pun bisa hoax.

Atau dalam kasus lain, foto yang ditampilkan justru tidak menunjukkan peristiwa, lokasi, atau waktu yang sebenarnya, sehingga hanya dihubung-hubungkan saja.

Nah, pada kasus tertentu, kita sebenarnya bisa melakukan cek tentang peristiwa asli dari foto tersebut. Karena biasanya, foto yang diambil adalah persitiwa masa lalu, yang dijadikan seolah-olah baru saja terjadi.

Misalnya, ada foto gempa bumi yang meluluhlantahkan sebuah lokasi. Foto itu sebenarnya adalah peristiwa 10 tahun yang lalu dan sudah banyak dimuat di media massa. Tapi oleh pembuat hoax, disebutkan kalau foto itu merupakan peristiwa yang baru saja terjadi. Motif dari hoax ini biasanya untuk menimbulkan ketakutan dan kepanikan.

Baca Juga: Vava Dash : Kamera Dasbor Mobil Yang Mampu Merekam Kejadian Selama Perjalanan

15. Teliti Lagi Sebelum Berbagi

Yap, kita sudah sampai pada tahap akhir. Jurus berikut ini cukup krusial. Karena kalau tidak kita lakukan, akibatnya adalah penyebaran info hoax yang bisa berujung viral. Bila sengaja dilakukan, menyebarkan info hoax justru bisa terkena pidana, lho. Jadi hati-hati, ya.

Pastikan untuk teliti lagi info yang Anda terima sebelum berbagi atau disebar ke orang lain. Kalau Anda masih belum yakin, teliti kembali. Masih ada yang mencurigakan, teliti lagi. Keluarkan semua jurus yang diperlukan, mulai dari melakukan crosscheck, melihat apakah ada isi yang janggal, provokatif, lebay, menebar kebencian, hingga membandingkannya dengan sumber-sumber lain yang kredibel.

Biasanya, pembuat hoax justru memancing kita dengan narasi yang mengajak bahkan memaksa penerima informasi untuk menyebarkan berita palsu ini. Contohnya dengan narasi penutup: “Sebarkan info penculikan ini! kalau Anda tak mau menyesal keluarga atau anak Anda diculik!

Atau yang lebih ekstrim, “Sebarkan!! Kalau tidak disebarkan dalam waktu 24 jam, maka bisa dipastikan peristiwa buruk akan menimpa Anda!!”

16. Stop! Kalau Masih Enggak Yakin

Nah, kalau pada akhirnya Anda masih tidak yakin, atau masih ada setitik keraguan di hati, maka stop! Jangan disebarkan. Lebih baik menahan diri, daripada Anda yang tidak hati-hati ini malah ditahan polisi dan harus merasakan masuk ke sel besi.

Biasanya, sebagian orang sudah tidak akan peduli lagi apakah info yang diterima ini salah atau benar. Karena jika mereka lihat isinya begitu bombastis, maka tanpa pikir panjang langsung disebar begitu saja. Ini justru berbahaya.

Ingat! Kalau berpikir seperti itu, maka Anda salah besar. Jangan sampai malah menyesal di kemudian hari.

17. Tunggu Klarifikasi Resmi Pihak Terkait

Terus, kalau Anda sudah menahan diri untuk tidak menyebarkan berita yang mencurigakan, apa yang harus dilakukan berikutnya? Sabar. Tunggu informasi atau klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Biasanya, kalau info tersebut memang penting, klarifikasi tidak akan memakan waktu yang lama. Apalagi kalau menyangkut nama baik individu maupun kelompok tertentu yang nyata-nyata telah difitnah dengan informasi palsu. Atau dalam kasus lain, hal tersebut memang berbahaya kalau tidak segera diklarifikasi.

Jadi, kuncinya adalah bersabar.

18. Ikuti Akun-akun Kredibel yang Bahas Hoax

Selain itu, sekarang sudah banyak organisasi independen yang bekerjasama dengan Pemerintah untuk memberantas hoax. Melalui website resminya, mereka akan memberikan analisa yang akurat serta mengabarkannya dalam waktu yang cukup cepat terkait berita-berita hoax yang memang meresahkan masyarakat.

Dengan mengikuti akun-akun sosial media mereka, kita bisa selalu update informasi hoax yang tengah beredar dan viral. Selain itu, jika menerima berita yang diduga kuat sebagai hoax, atau masih ragu terkait keaslian sebuah informasi, kita juga bisa menanyakan secara langsung kepada admin akun tersebut untuk kemudian dapat dicek dan diteliti kebenarannya.

19. Tanya Langsung ke orang Terpercaya/Memiliki Hubungan Langsung dengan Peristiwa

Jurus berikutnya adalah bertanya langsung kepada orang yang mengalami peristiwa yang diceritakan dalam berita. Misalnya saja Anda menerima informasi dari pesan berantai di Group WhatsApp kalau terjadi tsunami di Aceh. Jika kita memiliki saudara di sana, tentu saja bisa langsung menghubungi mereka untuk melakukan konfirmasi.

Secara tidak sadar, sebetulnya hal ini sudah sering dilakukan banyak orang. Tapi mereka lebih sering untuk tidak membagikan informasi yang berharga ini ke orang lain. Padahal pada poin ini, kita justru bisa menjadi pihak yang turut membantu melakukan klarifikasi jika ternyata info yang tersebar memang keliru atau menyesatkan.

Jadi, jangan ragu untuk menjadi bagian dari pihak yang turut memerangi hoax. Siapa pun bisa melakukannya, kan?

20. Hubungi Langsung Pihak Berwenang yang Memberikan Update/Informasi

Sama seperti jurus sebelumnya, Anda hanya perlu menanyakan langsung kepada pihak terkait mengenai sebuah peristiwa yang masih simpang siur. Biasanya pihak berwenang, dalam hal ini pemerintah, memang membuka hotline sebagai sarana penyedia informasi resmi.

Contohnya saja hoax soal virus corona. Kementerian Kesehatan hingga Dinas Kesehatan di masing-masing wilayah telah memiliki hotline yang bisa dihubungi secara langsung jika ada pengaduan atau pertanyaan mengenai informasi yang dicurigai sebagai hoax.

Di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi bahkan sudah memiliki layanan khusus dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang berfungsi menangkal informasi palsu yang meresahkan masyarakat. Layanan seperti ini tentu saja menjadi penting karena dapat memudahkan kita untuk mengetahui informasi hoax yang sedang berkembang.

21. Datang Langsung ke Lapangan/Lokasi!

Cara Menghindari Berita Bohong ini yang terakhir. Jika Anda benar-benar anti hoax, dan ingin memberantas hoax dari muka bumi ini, maka menjadi saksi mata langsung sebuah peristiwa yang terkait dengan hoax adalah hal yang sangat membanggakan. Tentu saja ini hanya bisa dilakukan jika lokasi atau peristiwa tersebut memang terjadi di tempat yang mampu Anda jangkau.

Misalnya saja ada informasi soal kebakaran di salah satu pom bensin yang terletak tak jauh dari kantor. Jika Anda memiliki inisiatif tinggi, maka mendatangi lokasi tersebut untuk mencek kebenaran informasi adalah salah satu tugas yang mulia.

Bila ternyata informasi yang beredar tidak benar, Anda bisa memfoto atau merekam lokasi tersebut, lalu melakukan klarifikasi secara langsung.

Pada poin ini, Anda tak perlu lagi harus menunggu dan bersabar. Justru lebih cepat, akan lebih baik. Jadilah pahlawannya!

Ya, karena Informasi hoax memang tak pernah kenal waktu, orang, dan tempat, siapa tahu justru berasal dari lokasi atau orang terdekat. Jadi, saling mengingatkan kepada teman, bahkah saudara tentang bahaya hoax dan penyebarannya tentu akan sangat berguna.

Demikian tips Cara Menghindari Berita Bohong dari kami. Tetap waspada, dan ayo kita ikut ambil bagian melawan hoax dengan turut berkontribusi mengedukasi orang sekitar. Kita pasti bisa!

Oleh: Umair Shiddiq Yahsy

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*