Berwisata di Gedung Perundingan Linggarjati

Linggarjati terletak di selatan Cirebon yaitu sebuah kota kecil berada di kaki Gunung Ciremai. Gedung Perundingan Linggarjati menjadi saksi sejarah bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan.

Terdapat sejumlah foto dokumentasi terlihat menghiasi setiap dinding dan ada perabotan replika yang menggambarkan suasana pada saat itu.

Menurut keterangan pemandu wisata, foto-foto tersebut diperoleh dari kedutaan Belanda. Sangat rekomend untuk kamu ingin menikmati liburan yang penuh sejarah.

Sejarah Gedung Perundingan Linggarjati

Awalnya bangunan gubuk milik Ibu Jasitem yang berdiri pada tahun 1918, kemudian tahun 1921 dilakukan renovasi menjadi bangunan semi permanen oleh Tersana dari kebangsaan Belanda.

Pada tahun 1930 mengalami perbaikan dan dibangunlah suatu rumah tinggal permanen untuk keluarga Van Os. Di tahun 1935 rumah itu dikontrak oleh Theo Huitker, dijadikan sebagai hotel bernama RUSTOORD.

Perubahan nama hotel berlangsung hingga proklamasi kemerdekaan Indonesia telah dikumandangkan. Tahun 1946 gedung ini menjadi tempat perundingan dua negara yaitu pemerintah Indonesia dengan pemerintah Belanda, yang menghasilkan sebuah naskah Linggarjati.

Berawal dari sini hingga sekarang terkenal dengan nama Gedung Perundingan Linggarjati, pada tahun 1976 pemerintah telah menyerahkan bangunan ini kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian dibangunlah sebuah museum memorial yang berdiri sampai sekarang.

Lokasi Gedung Perundingan Linggarjati

Beralamat di wilayah Blok Wage, Dusun 3, Kampung Cipaku, Kecamatan Cilimus dan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Lokasi gedung ini berada di ketinggian ±400 m di atas permukaan laut.

Umumnya kondisi jalan menuju wisata ini sudah beraspal, kamu bisa berkunjung dengan kendaraan pribadi atau umum. Jarak tempuh ±15 km dari Kota Kuningan, jika dari Kota Cirebon jarak tempuh sekitar 27 km.

Informasi Tiket Wisata Gedung Perundingan Linggarjati

Hari Jam Buka Harga Parkir Pemandu
Senin – Jumat 07.00 – 15.00 3.000  2.000 (motor)
Sabtu – Minggu 08.00 – 17.00 5.000 (mobil)

Untuk informasi biaya pemandu wisata bisa ditanyakan langsung saat kamu berada di sana ya.

Fasilitas yang disediakan pengelola juga cukup memadai yaitu area parkir kendaraan yang luas, mushola, kamar mandi, penginapan dan lainnya.

Daya Tarik Gedung Perundingan Linggarjati

Keindahan objek wisata ini tak ada duanya, selain terletak di kawasan yang memiliki udara sejuk. Harga masuk sangat terjangkau, kamu bisa menikmati seluruh area di Gedung Perundingan Linggarjati.

Di sini juga terdapat replika benda-benda yang digunakan pada masa perundingan linggarjati dilaksanakan. Meskipun hanya replika akan tetapi para pengunjung ikut merasakan suasana pada zaman ketika perjanjian sedang berlangsung.

Hebatnya benda replika ini sangat memperhatikan setiap detail dari aslinya, sehingga terlihat sama seperti aslinya.

Jika kamu berkunjung bertepatan hari kemerdekaan Indonesia atau 17 agustus akan lebih seru. Karena di hari khusus kemerdekaan pihak pengelola museum linggarjati menyediakan banyak bendera merah putih.

Digunakan untuk mendekorasi Gedung Perundingan Linggarjati sampai halaman luar gedung dipenuhi bendera merah putih. Sehingga makin terasa perjuangan para pahlawan-pahlawan bangsa dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

Sebagai bentuk untuk memperingati hari jadi bangsa Indonesia dan mengingatkan kembali tentang perjuangan para pahlawan begitu besar jasanya memperjuangkan kemerdekaan dari penjajah.

Alangkah baiknya kita sebagai generasi penerus bangsa turut melestarikan warisan budaya, dan menjaga sumber daya alam bangsa ini dari tangan-tangan kotor. Kita juga harus saling gotong-royong, bersama-sama untuk mewujudkan Indonesia lebih maju dan harum namanya di kancah dunia.

Tak harus menjadi sama, karena setiap pribadi pasti memiliki keahlian yang berbeda-beda dan tetap berusaha menjadi terbaik dibidangnya. Akan tetapi jiwa, raga, misi, visi untuk melestarikan keanekaragaman bangsa tetap nomor satu ya.

oleh: sofiyani

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*