Cara dan Strategi Meringankan Biaya Kuliah, Cekidot!

Sebagian besar orang percaya bahwa perguruan tinggi merupakan salah satu bekal untuk meraih kesuksesan dalam jangka panjang. Setelah lulus dari SMA, kebanyakan dari kita pasti sudah memiliki tujuan untuk mewujudkan mimpi.

Hanya saja, seringkali kendala muncul karena biaya kuliah cukup tinggi dan kehidupan di kampus yang mahal. Biaya yang harus digelontorkan untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah memang tidak sedikit. Dari mulai uang pendaftaran, uang gedung, pembayaran SKS maupun UKT , hingga biaya lainnya mengantri untuk dilunasi.

Bagi yang berasal dari keluarga sederhana, biaya tersebut bisa jadi sebuah beban yang sangat berat. Menurut hasil penelitian The Centre for Strategic and International Studies (CSIS), dari 40 juta orang generasi milenial, hanya sekitar 60 persen yang berpendidikan sampai SMA. Sebenarnya selain biaya, hal ini juga dipengaruhi oleh banyak faktor. 

Beberapa alasan diantara mereka ialah karena lebih baik bekerja untuk membantu keuangan keluarga dan orang tua. Ada juga yang memang sudah tergerak untuk langsung bekerja daripada harus menempuh pendidikan lebih lanjut.

Tidak heran inilah yang menyebabkan tak semua orang bisa mencicipi pendidikan di universitas. Dan bagi mereka yang sedang menimba ilmu di bangku kuliah pun harus berusaha sekuat tenaga untuk bisa melunasi biaya yang ada hingga waktunya meraih gelar sarjana.

Namun tidak ada yang tidak mungkin jika kita mempunyai kemauan yang kuat. Ibarat kalimat pepatah “banyak jalan menuju roma” begitu pula banyak cara untuk kita demi mewujudkan cita-cita. Apalagi pendidikan ini termasuk salah satu aspek yang penting dalam kehidupan, seperti kiasan “tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina” yang mengharuskan kita untuk menimba ilmu setinggi-tingginya.

Bagi yang berniat besar untuk melanjutkan kuliah dengan biaya sendiri tanpa mengandalkan orang tua, maka tentu harus memiliki gambaran awal mengenai bagaimana mengatasi sejumlah biaya tersebut. Karena pada saat sudah menjadi mahasiswa, pasti kebutuhan akan semakin banyak dan semakin mahal.

Baca Juga: Lagi Cari Kerja? 8 Aplikasi Ini Bisa Membantumu Mendapatkan Pekerjaan Impian  

Meskipun demikian, berikut ada beberapa tips dan strategi dari berbagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan “untuk meringankan biaya” pendidikan di perguruan tinggi :

1. Kampus yang Dekat

Jika kita memang ingin membiayai uang kuliah sendiri, maka sebisa mungkin kita harus berusaha untuk memangkas pengeluaran yang ada.

Daripada melanjutkan pendidikan di universitas luar kota, akan lebih bijak jika kita mencari universitas di dalam kota atau bahkan yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal. Sehingga tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya kos-kosan maupun biaya hidup lain.

Jadi sangat memungkinkan untuk menghemat biaya. Uang yang seharusnya digunakan untuk membayar kosan bisa dialokasikan untuk melunasi UKT maupun beberapa SKS. Kita pun juga tidak perlu merogoh kocek untuk jajan karena bisa pulang ketika jam istirahat makan siang.

2. Bekerja Paruh Waktu (Part-Time)

Agar pengeluaran bisa diatasi, kita sebaiknya mempunyai rencana keuangan dan menjaga uang keluar agar tetap sejalan dengan anggaran. Apalagi jika ketika kita kuliah masih memiliki banyak waktu luang. Kita bisa menggunakan waktu tersebut untuk mencari pekerjaan paruh waktu demi meningkatkan pendapatan. Hal ini juga bisa cukup banyak membantu untuk membayar uang kuliah maupun kebutuhan lain.

Ada banyak perusahaan yang menyediakan pekerjaan paruh waktu bagi kebanyakan mahasiswa. Misalnya saja bekerja sebagai pelayan restoran, mengajar di lembaga pendidikan, atau menjadi kasir di sebuah toko. Selain itu, kita juga bisa menjadi guru les privat untuk anak sekolah TK, SD, SMP, bahkan sampai SMA. Biasanya, jam les anak-anak bisa disesuaikan dengan jam kuliah sehingga jadwal kuliah kita pun juga tidak akan terganggu,

Saat ini di sejumlah kampus juga membuka lowongan pekerjaan part-time untuk mahasiswanya yang mau bekerja di kampus tersebut. Program ini biasa disebut dengan kelas karyawan, dimana kampus memberikan kuliah di sore hari setelah jam pulang kantor. Jadi siangnya kita bekerja, dan ketika malam tiba bisa melanjutkan kuliah.

Bukan hanya itu, beberapa kampus lainnya bahkan memiliki kelas khusus untuk kuliah di akhir pekan saja, sementara hari kerja lainnya digunakan untuk beraktivitas / bekerja dengan penuh waktu. Pekerjaan ini biasanya diproritaskan untuk para mahasiswa yang kurang mampu secara keuangan. Hal ini cukup menguntungkan karena kita jadi memiliki pekerjaan tetap tanpa meninggalkan kuliah.

Untuk pekerjaan part-time di kampus, kalau kita tertarik dengan yang berbau akademik atau punya prestasi di bidang akademik, kita bisa mencoba peluang untuk menjadi asisten dosen. Peluang yang sangat menarik bukan?

Manajemen waktu sangat diperlukan ketika kita memutuskan untuk bekerja paruh waktu sambil kuliah. Jangan sampai kegiatan bekerja mengganggu perkuliahan yang tengah dilakukan. Memanfaatkan waktu di akhir pekan, siang maupun malam hari, hingga saat jam kuliah kosong bisa menjadi solusi yang baik. Jika kita kreatif, pasti ada banyak sekali sumber pendanaan yang bisa dimanfaatkan untuk membayar biaya kuliah tersebut.

Baca Juga: Pahami Hal ini Agar Pidatomu Berjalan Lancar

3. Menjadi Pekerja Lepas (Freelance)

Jika waktu kuliah cukup sibuk dan bekerja paruh waktu sambil kuliah dirasa terlalu berat, mungkin kita bisa mencoba opsi lain yaitu mencari pekerjaan freelance yang tidak terlalu memberatkan. Ini bisa menjadi pilihan tepat karena kita tetap bisa memiliki pendapatan ditengah kesibukan kuliah dan waktunya pun lebih fleksibel.

Apalagi menjadi freelancer ini bisa disesuaikan dengan hobi. Jika hobinya menulis, kita bisa menjadi penulis blog, artikel, penerjemah dan lain sebagainya. Contoh lain jika hobi di bidang fotografi, kita bisa menjadi fotografer. Atau kalau mempunyai hobi menggambar, kita juga bisa mengerjakan banyak proyek desain grafis.

Freelancer biasanya menerima berbagai pekerjaan yang bisa diatasi dengan baik secara online. Pekerjaan ini pun bisa menambah wawasan dan soft skill diri kita masing-masing. Bekerja menjadi seorang freelancer akan memberikan banyak waktu yang cukup untuk tetap menjalani masa kuliah dengan baik, sebab pekerjaan ini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja ketika kita memiliki kesempatan untuk mengerjakannya.

Hasil yang didapatkan dari kerja lepas ini sangat bisa dialokasikan sepenuhnya untuk membayar uang kuliah.

4. Mempunyai Bisnis Sampingan

Selain pekerjaan freelance, menjajal bisnis sampingan adalah pilihan yang layak untuk dicoba. Apalagi entrepreneur adalah pekerjaan yang cukup diminati oleh anak muda saat ini. Bisnis bukan lagi sebuah kegiatan yang sulit untuk dijalankan, sebab kemudahan untuk berbagi informasi saat ini akan sangat membantu dalam menjalankan bisnis dengan lebih efektif dan praktis. Kita bisa mencuri waktu di sela jam kuliah lalu menjual beragam barang di kampus.

Disamping itu, kita juga tidak harus menjualnya secara konvensional. Kemajuan teknologi yang semakin canggih membuat bisnis online dapat dilakukan dengan mudah dari mana saja, baik dari rumah maupun kos. Kuncinya hanya memanfaatkan sebaik-baiknya media sosial atau e-commerce yang ada. Bisnis ini bahkan tidak akan membutuhkan sejumlah modal yang besar, dimana kita dapat memilih untuk menjadi perantara bagi pemilik produk dengan para pelanggannya alias dropshipper.

Caranya cukup mudah, yaitu dengan melakukan kegiatan promosi melalui berbagai sosial media yang dimiliki. Jadi kita tidak perlu stok barang ataupun melakukan pengiriman, karena ketika nanti ada pesanan, kita hanya tinggal menyampaikannya ke supplier, dan ini menjadi tugas supplier untuk mengirimkannya ke customer.

Poin-poin diatas merupakan beberapa saran untuk membiayai kuliah dengan uang yang didapatkan secara mandiri. Namun sebenarnya masih ada jalan lain untuk membayar segala macam biaya tersebut. Beasiswa adalah salah satu jalan keluar agar kita bisa mendapatkan keringanan biaya kuliah.

Biasanya beasiswa selalu identik dengan seseorang yang memiliki kelebihan tersendiri. Kelebihan disini tidak melulu soal akademis, namun juga lebih ke masalah tekad ataupun niat seseorang terhadap suatu hal.

Sekarang sudah banyak kampus yang memberikan beasiswa bagi calon mahasiswanya, baik itu beasiswa partial (separuh) maupun beasiswa full (penuh). Dengan mendapatkan beasiswa partial, setidaknya kita bisa membuat biaya kuliah akan terasa lebih ringan. Apalagi, jika kita bisa mendapatkan beasiswa yang full, yang artinya kita tidak perlu lagi membayar uang kuliah sama sekali sampai lulus.

Selain dari universitas terkait, perlu diketahui terdapat banyak jenis beasiswa lain yang ditawarkan, seperti misalnya beasiswa yang didanai oleh pemerintah. Sudah jelas jika beasiswa pemerintah, khususnya dari kementerian pendidikan, adalah sebagai bentuk apresiasi dalam memajukan pendidikan bangsa.

Beasiswa ini biasa dinamakan dengan Bidikmisi, dimana bantuan ditujukan pada orang yang memang kurang mampu secara finansial.

Di sisi lain ada juga beasiswa dari perusahaan swasta, tokoh masyarakat, organisasi atau komunitas tertentu, dan sebagainya. Pihak-pihak tersebut biasanya sangat gencar memberikan beasiswa demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Sangat penting untuk mencari tahu jenis beasiswa agar mendapat kecocokan dengan disiplin ilmu yang akan dipelajari. Lakukan riset ke semua beasiswa yang ditemukan kemudian pelajari seluk beluk, prosedur, dan persyaratannya.

Sayangnya jumlah beasiswa masih cukup terbatas dan bisa dibilang berbanding terbalik dengan jumlah peminat yang semakin bertambah setiap tahunnya. Banyaknya beasiswa yang tersedia tidak serta-merta membuat kita mudah untuk mendapatkannya begitu saja.

Maka dari itu, syarat dan ketentuan yang berlaku sudah sepatutnya harus sangat dipersiapkan karena proses persaingan seleksi penerimaan beasiswa termasuk cukup ketat. Biasanya akan ada beberapa tahap penyeleksian mulai dari dokumentasi / administrasi, psikotes, wawancara, dan urusan lain yang sesuai dengan kebutuhan pemberi beasiswa.

Nah kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana kesempatan besar untuk mendapatkan program beasiswa, baik bagi calon maupun yang sudah menjadi mahasiswa :

1. Kampus yang Mempunyai Ikatan Dinas

Mencari universitas yang memiliki ikatan dinas dengan pemerintah bisa dijadikan salah satu cara jitu untuk mendapatkan beasiswa. Pasalnya beberapa departemen di pemerintahan memiliki kampus yang dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan mereka akan tenaga kerja.

Pada umumnya kuliah di beberapa universitas berikatan dinas tidak akan dikenakan biaya hingga kita lulus menjadi sarjana. Kalaupun ada, kemungkinan besar hanya dalam jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan biaya kuliah di kampus lainnya.

Baca Juga: Mouse Mahal: Bikin Geleng-geleng Kepala

Selain itu, kampus ikatan dinas bukan hanya memberikan fasilitas biaya kuliah gratis, tapi kita juga bisa disalurkan ke instansi bersangkutan yang sedang membutuhkan. Pekerjaan yang ditawarkan akan sesuai kontrak atau bahkan bisa langsung diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Contoh-contoh kampus ikatan dinas diantaranya ialah STAN, STIS, STSN, dan IPDN.

2. Riset dan Perbanyak Informasi

Beasiswa tidak datang secara tiba-tiba. Kita harus berusaha keras dan aktif untuk mencari tahu berbagai informasi di tempat yang semestinya. Biasanya pengumuman beasiswa akan dipampang di papan pengumuman kampus, website, maupun iklan-iklan lainnya.

Mencari informasi beasiswa ditengah kecanggihan teknologi internet saat ini juga membuat semuanya semakin mudah. Jika kita mendapatkan informasi di akun atau website pihak ketiga penyedia beasiswa, pastikan terlebih dahulu untuk mengecek ulang ke pihak pertama penyedia beasiswa agar mengetahui kebenaran dan keabsahan beasiswa yang dimaksud.

Berwaspadalah terhadap perjanjian kontrak beasiswa karena ada beberapa oknum yang memanfaatkan untuk modus penipuan. Tidak ada salahnya menghubungi penyelenggara secara langsung seperti melalui e-mail untuk mendapatkan informasi detail mengenai syarat dan kewajiban yang diperlukan.

Di sisi lain, dengan menghubungi mereka, ini bisa menunjukkan bahwa kita menaruh minat besar atas beasiswa yang tersedia, memberikan kesan bahwa kita tak takut melakukan inisiatif dan sebagai cara untuk membuat kita berada dalam radar mereka.

Selain itu, kita juga bisa bertanya kepada pihak yang tepat. Seperti misalnya penasihat akademik univeritas, profesor, dosen, maupun guru di sekolah yang seringkali akan memberikan rekomendasi informasi. Jika mempunyai teman atau saudara yang pernah atau sedang mendapatkan beasiswa, kita pun bisa bertanya langsung kepada meraka. Salah satu keuntungan bertanya langsung adalah kita bisa mendapatkan pengalaman sekaligus tips dan triknya untuk mendapat beasiswa tersebut.

Jangan ragu untuk mencari tahu mulai dari jenis, kualifikasi yang dibutuhkan, program studi yang ditawarkan hingga deadline beasiswa itu sendiri. Disini kita sebaiknya membuat spreadsheet untuk mempermudah pencarian dan pengklasifikasian.

Intinya memang harus rajin mencari tahu hal-hal yang berkaitan dengan beasiswa tersebut. Jangan sampai kita gagal karena informasi yang ada tidak sampai di telinga. Hal ini tentunya akan membuat kita sangat kecewa.

3. Mempunyai Nilai Prestasi

Setelah rajin mencari informasi, kita juga bisa mendapatkan beasiswa dengan mengikuti dan memenangkan lomba. Ikuti saja berbagai lomba sesuai bakat. Mulai dari lomba menulis, lomba desain, lomba fotografi, dan masih banyak lainnya.

Hadiah yang diberikan berkisar antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Selain ini bisa menjadi nilai tambah untuk diri kita, uang pemenang yang kita dapatkan juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup yang lain.

Atau jika kita mempunyai ketertarikan terhadap suatu bidang akademik , manfaatkanlah hal tersebut untuk mengikuti berbagai macam kompetisi seperti menulis esai, karya ilmiah, cerdas cermat, debat, dan berbagai bidang lain. Ini akan membuat kita dinilai memiliki kemampuan akademik yang baik.

Biasanya ada beberapa beasiswa yang mensyaratkan mahasiswanya harus memiliki IPK yang baik di setiap semesternya. Walaupun ada juga beasiswa yang tidak terlalu membutuhkan nilai bintang, tetapi banyak dari mereka ingin tahu bagaimana keseriusan calon penerimanya ketika mendalami suatu ilmu.

4. Membuat Resume yang Menarik

Salah satu penilaian untuk calon penerima beasiswa adalah resume atau motivation letter. Coba tanya ke diri sendiri tentang “apa motivasi dalam mencari beasiswa?”, “apa kualifikasi yang kita punya untuk bisa mendapatkan beasiswa?”, dan “apa yang ingin dilakukan jika nanti berhasil mendapatkan beasiswa tersebut?”

Sedangkan resume bisa berisi kegiatan apa yang pernah dilakukan, peran kehidupan, dan aktivitas kampus maupun sekolah apa saja yang pernah dijalani. Sebaiknya kita memperkaya portfolio seperti organisasi kampus, perlombaan, atau seminar.

Selain itu kita juga bisa berkegiatan diluar kampus seperti berwirausaha, maupun menjadi relawan. Pastikan untuk menyoroti setiap pengalaman yang paling berkesan, perbarui semua kegiatan di kampus maupun sekolah, dan cobalah untuk menulis dengan ringkas. Akan lebih baik lagi jika kita sudah memiliki proyeksi dan rencana kedepan terkait jurusan yang diambil.

Melalui resume, asesor akan menilai kita sebagai pribadi yang positif dan produktif. Menunjukkan kemampuan yang tidak diminta adalah salah satu cara menonjolkan diri.

Untuk mempersiapkan biaya kuliah sendiri, mungkin akan membutuhkan upaya yang cukup besar. Namun hal ini tentu akan sebanding dengan apa yang didapatkan setelah menjadi seorang sarjana.

Pilihlah cara yang paling sesuai sehingga kita tidak mengalami kendala di tengah jalan. Karena pada akhirnya yang diperlukan dalam dunia perkuliahan ialah fokus untuk lulus tepat waktu dan mencapai cita-cita.

Oleh: Riskadevam

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*