Asal Usul dan Fakta Tari Dolalak

Tari Dolalak d Purworejo
Tari Dolalak d Purworejo / Yt. Humas Purworejo Official

Kesenian tari dolalak adalah tari yang di mainkan oleh para wanita dalam satu grup, terdiri dari delapan orang. Gerakan tari dolalak tersebut berbeda dengan tarian tradisonal yang ada di Indonesia lainnya, karena musik dan lagunya mempunyai banyak unsur campuran yang terkandung dalam kesenian tari dolalak ini.

Tari ini dicirikan dengan gerakan tari yang lembut dan gerakan tari dolalak ini seperti garakan baris berbaris ala tentara, sehingga menambah variasi unsur tari dolalak ini. Atribut yang di gunakanya pun berbeda dengan tarian lainya karna atribut yang di gunakan mirip dengan tetara belanda di jaman penjajahan kala itu. Dari mulai topi yang mereka gunakan sampai baju yang mereka pakai untuk pertunjukan pentas seni tari dolalak meyerupai tentara.

Tarian ini pertama kali ditampilakan di Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah, tepatnya  Desa Trirejo Kecamtan Loano. Kesenian tradisional tari dolalak ini sudah ada sejak tahun 1915 saat negara kesatuan republik indonesia masih dalam penjajahan tentara belanda, dan tari tradisional dolalak sampai sekarang masih terus di pertahankan di pulau jawa khsusnya daerah Jawa Tengah.

Tari Dolalak d Purworejo
Tari Dolalak d Purworejo / Yt. Humas Purworejo Official

Saat ini tari dolalak tidak hanya ditemukan di kabupaten Purworejo saja, namun di berbagai kabupaten yang ada di provinsi jawa tengah misalnya grub tari tradisional dolalak yang ada di kabupaten Banjarnegara .Grup seni tari dolalak yang bernama “DEWI ARUM”. Grub Dewi Arum yang berasal dari kabupaten Banjarnegara Desa Panawaren Kecamatan Sigalu ini pertama kali di didirikan oleh seorang warga yang keseharianya sebagi petani.

walnya bapak tersebut hanya penggemar tari dolalak yang berasal dari Purworejo, hingga pada akhirnya bapak tersebut mulai terinspirasi dengan tarian tersebut dan mulai mengajak teman-temanya untuk ikut mendirikan grub tari dolalak sebagai kesenian budaya jawa. Awalnya mereka mulai latihan hanya dengan melihat gerakan dari DVD yang mereka tonton, namun perlahan latihan tersebut membuahkan hasil yang baik sehingga grub Dewi Arum mulai tampil pentas seni dari kampung ke kampung hingga ke kota-kota besar di Indonesia.

Tidak heran bila seni tari budaya tradisional yang satu ini banyak di minati dan di gemari oleh kalangan masyarakat indonesia terutama di daerah pedesaan, seperti di kabupaten Wonosobo .Tari ini sangat di gemari di daerah kabupaten wonosobo karena disana sering di adakan pertunjukan tari dolalak untuk menghibur masyarkat.

Tari dolalak ini sekarang sudah diresmikan oleh Pemerintah Indonesia sebagai kesenian budaya negara indonesia. Sungguh sesuatu yang sangat membanggakan terutama bagi para pecinta tari dolalak, mengingat perjuangnya untuk mempertahankan tarian ini para penari ini dulu rela menerima hujatan dari kalangan yang tidak menyukai tari dolalak karna pakaiannya yang bisa di bilang minim.

Akan tetapi hujatan hujatan itu tidak membuat para penari patah semangat mereka tetap sabar dan terus mempertahankan kesenian tersebut karena mereka yakin perjuangan mereka selama bertahun tahun akan membuahkan hasil yang baik di kesenian budaya tradisional jawa. Kesenian tari dolalak ini bisa menjadi saksi bagi para penari dolalak bahwa mereka mampu membawa sesuatu yang bisa menghibur masyarakat indonesia terutama para penggemar seni tari dolalak ini .

Bagi para penari dolalak, bahwa hujatan yang sering terdengar di telinga mereka sudah biasa dan meraeka membuat hujatan itu sebagai tantangan, lantas membuat hujatan tersebut sebagai motivasi mereka untuk terus mempertahankan dan melanjutkan perjuangan para pendahulunya sebagai warisan budaya bangsa yang akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Tari Tortor, Pusaka Suku Batak

ASAL USUL KESENIAN BUDAYA TARI TRADISIAN DOLALAK

 Pada zaman dahulu saat negara Indonesia masih dalam penjajahan tentara militer Belanda, tepatnya di tahun 1915 di desa trirejo, kecamatan loano, kabupaten purworejo, provinsi jawa tengah, kala itu kabupate purworejo di jadikan pusat pelatihan tentara militer blanda.

Dolalak
Tari Dolalak / Smandela Art

Saat para tentara Belanda sedang beristirahat, sesusai latihan para tentara belanda meluangkan waktu mereka untuk bernyanyi dan berdansa dengan lagu yang bernotasi DO LA LA dan gerakan yang meraka mainkan gayangan dengan gerakan baris-berbaris .

Secara tidak sengaja ada tiga orang warga dari desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo tersebut yang sedang mencari rumput untuk kambing-kambingnya melihat para tentara Belanda yang sedang bernyanyi dan menari. Hingga pada akhirnya tiga orang tersebut terinspirasi dengan tarian dan nyanyian tersebut, dan mereka mulai mendirikan sebuah grub tarian dengan unsur campuran musik terbangan yang bersyiarkan nada dan lirik lagu islami. Musik tersebut dilengkapi dengan tarian gerak baris berbaris ala tentara belanda dan atribut yang dikenakan pun mirip dengan baju tentara Belanda saat itu.

Kala itu tarian tersebut mulai di gemari dan di kenal oleh masyarakat Purworejo sebagai tarian tradisional budaya jawa . Walaupun hingga pada akhirnya menimbulkan kata-kata dan hujatan yang di alami oleh para penari Dewi Arum karena sabagian masyarakt menganggap tarian tersebut tidak baik. Akan tetapi mereka tetap berdiri kokoh untuk melanjutkan kesenian tersebut, namun di balik semua itu banyak dukungan dari para penggemar tari yang membuat mereka semakin kuat dan sabar.

Saat itu karena tariannya yang khas dan sangat di gemari oleh masyarakat Purworejo, akhirnya orang-orang menyebutnya “TARI DOLALAK” dan tari dolalak masih bertahan hingga kini. Bahkan saat ini semakin di kenal di kalangan masyarakat dan banyak grub tari dolalak kini ikut membudayakan dan menjaganya agar tetap bertahan.

Saat ini penari dan penggemar tari sering memperingati tari dolalak untuk mengenang para pendahulu yang mendirikan seni tari dolalak ini dengan penuh perjuangan karena jasanya tari ini bisa menjadi kesenian budaya tradisional. Contohnya ketika para generasi tari dolalak ini memperingati hari untuk mengenang perjuangan para pendiri terdahulunya yang di gelar di alun-alun Purworejo tahun 2019. Pada peringatan Tari Dolalak ini dihadiri ribuan  penari dolalak dari penjuru daerah yang ikut membudayakan kesenian seni tari tradisional tari dolalak ini.

Dengan  bertambahnya kemajuan dan semakin moderenya zaman, tari dolalak juga menambah variasi-variasi untuk mengimbangi di zaman yang sudah modern, agar para penggemarnya semakin terhibur dan tetap mencintai tari dolalak. Karena tanpa para penggemarnya yang selau ada di setiap pertujukannya tari dolalak ini tentu pertunjukan menjadi sunyi, maka dari itu tari dolalak ini selalu menampilkan yang terbaik untuk mereka yang mencintainya.

Baca juga: Tips Jitu Mencegah dan Mengatasi Jerawat

FAKTA UNIK TARI DOLALAK

Kesenian tari dolalak ini meski tariannya terlihat sederhana dan musiknya terdengar sederhana namun tari dolalak tetap terlihat unik. Selalu tampil menarik di depan para penggemarnya yang selalu meramaikan panggung seni pertunjuakan tari dolalak .

Karna gerakanya yang terlihat khas dan berbeda dengan gerakan tari lainya, musiknya yang mengiringi setiap gerakanya,  sampai atribut  yang di gunakanya berbeda dengan seni tari tradisional lainya. Para penarinya pun di mainkan oleh gadis-gadis cantik yang membuat penggemarnya ingin terus melihat pertunjukan mereka.

Sekarang seirinng berjalanya waktu, lagu yang di nyanyikan untuk melengkapi tari dolalak bukan hanya lagu yang bersyiarkan islami saja, namun juga d tambah lagu-lagu lain seperti tembang khas jawa dan juga lagu dangdut untuk menambah variasi agar para penonton semakin terhibur.

Biasanya saat pertunjukan tari dolalak ini sampai di tengah-tengah pertunjukan, gadis-gadis penari katanya, biasanya kerasukan sejenis dayang. Namun hal tersebut tidak berbahaya, hanya untuk menambah hiburan saja. Karena sudah ada yang mengatasi dari penasehat dan pengurus tarian dolalak tersebut. Sehingga para penari tetap terkontrol dan tidak membahayakan para penontonya.

Nah, bagi teman-teman dan para pecinta tari dolalak dan kesenian tari tradisional lainya, tetaplah menjaga dan mempertahankan kesenian-kesenian budaya tradisional agar tetap hidup dan tidak hilang warisan budaya yang sudah di perjuangkan oleh para pendahulu.

Semoga kesenian yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat di seluruh tanah air ini, tetap bertahan sampai anak cucu kita nanti. Kesenian budaya tradisional ini tidak hanya sebagai seni pertunjukan saja namun juga menjadi alat untuk mempersatukan bangsa agar selau bersatu demi negeri Indonesia tercinta.

Oleh: D. Waluyo

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*