Air Terjun Dwi Warna, Sangat Berbahaya?

Di Provinsi Sumatera Utara ada wisata air terjun yang unik, namanya air terjun Dwi Warna. Aiw terjun yang sangat indah tetapi “sangat berbahaya”. Sehingga untuk saat ini kami tidak merekomendasikan kalian untuk mengunjungi wisata ini.

So, kita hanya akan membahas mengenai keindahan air terjun ini, bukan sebuah rekomendasi untuk berkunjung. Ulasan ini hanya bersifat sebagai informasi dan pengetahuan,  betapa kaya dan indahnya tanah indonesia kita.

Air terjun dwiwarna, kata dwi merupakan kata yang berasal bahasa sansekerta yang artinya dua. Jika Kita artikan berdasarkan katanya dwi warna berarti air terjun ini memiliki dua warna. Cukup unik, sebab pada umumnya air terjun hanya memilikiwarna saja. Keindahan alam yang tidak akan ditemukan di tempat wisata lain.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai keunikan air terjun ini. Yuk Kita cari tahu lewat ulasan yang ada di bawah ini. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Kamu .

1. Terdiri Atas Dua Warna yang Saling Berpadu

Bukan hanya sekedar namanya saja, ternyata air terjun ini memiliki dua warna yang saling berpadanan satu sama lain. Kedua warna ini terdiri atas warna putih dan biru. Warna putih merupakan air yang mempunyai suhu hangat. Sedangkan, warna biru merupakan air dengan suhu dingin.

Kedua air ini mengalir di air terjun Dwi Warna. Konon dua warna ini bisa terjadi karena perbedaan letak sumber air yang ada. Sumber air dingin ini berasal dari hutan yang ada di Gunung Sibayak, sedangkan sumber air hangat ini melewati sumber panas dari aktivitas Gunung Sibayak sehingga airnya terasa hangat.

Kedua sumber air yang berbeda ini akhirnya bertemu pada suatu aliran sungai yang menyebabkan adanya degradasi warna yang begitu indah.

2. Ada Lebih dari Satu Air Terjun yang Mempesona di Sini

Hebatnya lagi air terjun Dwi Warna ini memiliki lebih dari satu air terjun.

Jumlahnya ada tiga buah yang saling berpisahan. Dulu saat dibuka Pengunjung bisa mengeksplore hutan di Gunung Sibayak melihat keindahan ketiga air terjun yang ada di objek wisata ini.

Ketiganya mempunyai pesona yang unik dengan dua suhu dan warna yang memberikan pesona yang indah.

3. Ada di Ketinggian Lebih dari 1000 Meter di Atas Permukaan Air Laut

Air terjun dwi warna berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

Ketinggian ini menyebabkan kondisi udara sepanjang perjalanan menuju air terjun terasa begitu menyegarkan khas dataran tinggi.

4. Digunakan Untuk Ziarah

Beberapa orang percaya bahwa air terjun dwi warna ini mempunyai kekuatan untuk memberikan keberuntungan bagi Mereka. Hal ini sudah berlangsung secara turun temurun dan seakan menjadi budaya yang tidak bisa lepas dari warga. Untuk hal ini Kamu boleh percaya maupun tidak percaya.

Lokasi Air Terjun Dwi Warna

Air terjun ini berada di Desa Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara. Letaknya ada di dekat Gunung Sibayak, menurut sejarah air terjun ini terbentuk karena letusan Gunung Sibayak.

Gunung ini memuntahkan lava ke luar dan menghasilkan lintasan sungai alami yang cukup panjang. Pada akhirnya terbentuklah air terjun Dwi Warna ini, setelah terjadi pertemuan antara air dari hutan dan air yang melewati sumber panas dari aktivitas vulkanik Gunung Sibayak.

Dulu saat dibuka pengunjung biasanya mengunjungi air terjun Dwi Warna menggunakan jalur dari Kota Medan menuju ke Bumi Perkemahan Sibolangit dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk sampai di sana tidak lebih dari dua jam perjalanan. Setelah sampai di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kamu bisa langsung menuju ke Air Terjun Dwi Warna tersebut.

Kondisi medan menuju ke air terjun tidaklah mudah untuk dilalui. Kita akan dihadapkan pada jalan menanjak dan menurun dengan berbagai rintangan alam yang menghadang, hal ini juga cukup berbahaya.

Wisata Air Terjun Dwi Warna?

Dahulu saat dibuka pihak pengelola  menyediakan fasilitas di objek wisata berupa jasa pemandu wisata. Jalur menuju ke air terjun cukup rumit untuk yang belum pernah ke objek wisata ini sehingga wajib hukumnya menggunakan jasa pemandu wisata lokal agar bisa sampai di air terjun.

Biaya yang dibutuhkan untuk membayar pemandu wisata berkisar antara Rp 100.000,00-Rp 300.000,00. Cukup mahal memang, tetapi ongkos yang dibayarkan ini sepadan dengan kondisi jalur yang akan dilewati sampai di air terjun Dwi Warna selama tiga jam perjalanan dari bumi perkemahan.

Selain pemandu wisata sudah tidak ada fasilitas lain kecuali penunjuk jalan menuju ke air terjun.

Tetapi saat ini air terjun dwi warna bukanlah tempat wisata umum, karena selain medan yang cukup berbahaya, air terjun ini bisa mendatangkan bahaya. Jadi air terjun ini bisa dikatakan bukan tempat wisata, tidak bisa dikunjungi sembarangan. Oleh sebab itu jangan sekali-kali datang ke air terjun dwi warna tanpa tahu potensi bahayanya.

Antara Potensi dan Bahaya Air Terjun Dwi Warna

Sebenarnya potensi wisata air terjun ini sangat besar karena memang air terjun ini sangat indah, tetapi air terjun ini menyimpan potensi bahaya.

Air terjun ini pernah menelan korban belasan orang karena sebuah bencana banjir bandang. Jika ditilik dari kejadian yang terjadi pada tahun 2016 itu, air terjun ini cukup berbahaya. Meskipun saat itu para korban ditemani oleh pemandu.

Kita tidak tahu entah suatu saat air terjun ini dikelola dengan manajemen yang baik dan dapat dibuka kembali.

Tetapi jika ingin membuka air terjun ini, manajeman pengelolaannya harus benar-benar baik. Terutama mengenai keselamatan pengunjung. Seperti air terjun terbesar didunia “niagara” juga sangat berbahaya, tetapi dapat dikunjungi dengan pengelolaan yang benar.

Sebelumnya perlu dikaji apakah memang air terjun dwi warna bisa dikunjungi dengan aman. SOP kunjungan juga harus diterapkan.

Saya tidak merekomendasikan kamu untuk mengunjungi air terjun ini karena cukup berbahaya, namun jika suatu saat air terjun dwi warna dibuka kembali dengan SOP kunjungan yang lebih baik, saran saya perhatikan hal ini. Ini saran bersifat umum jika kamu mengunjungi semua air terjun:

  • cari informasi terkini, apakah memang dibuka untuk umum atau tidak, bagaimana pengelolaannya, dan apakah benar-benar aman mengunjunginya?
  • jangan sekali-kali mengunjungi air terjun dimusim hujan
  • lihat cuaca sebelum berkunjung, jika ada tanda2 mendung urungkan
  • selalu perhatikan cuaca, jika ada tanda2 mendung sebaiknya segera akhiri wisatamu
  • wajib memakai pemandu!
  • pakai pakaian treking, terutama sepatu treking. jangan sampai hanya memakai sendal/sepatu yang licin.
  • tetap bawa jas hujan
  • jangan berenang atau terlalu dekat di air terjun
  • jangan aneh-aneh, jangan mengambil sesuatu
  • selalu berdoa

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*