21 Makanan Tradisional Khas Betawi Tempo Dulu

Siapa yang tidak mengenal Jakarta? Ibu kota negara Indonesia ini adalah salah satu kota terbesar dan terpadat di Indonesia.

Meskipun dicitrakan sebagai kota yang modern dan didatangi banyak pendatang dari berbagai daerah, Jakarta tetap menjaga identitas dan budaya asli daerahnya, khususnya budaya Suku Betawi.

Suku Betawi telah ada dan berkembang sejak jaman penjajahan Belanda. Keberadaan orang Belanda, Arab, dan Tiongkok yang hidup berdampingan dengan Suku Betawi turut memengaruhi kehidupan dan budaya orang-orang Betawi.

Baca Juga: 21 Cara Cerdas Menghindari/ Mengatasi Berita Bohong (HOAX)

Salah satunya dapat terlihat dari kuliner-kuliner khas Betawi yang beberapa diantaranya memiliki kemiripan/modifikasi dengan kuliner dari daerah lain.


 

Betawi memiliki beberapa makanan tradisional yang hingga kini masih dapat kita temui. Apa saja sih makanan-makanan tradisional khas Betawi? Berikut ini beberapa daftarnya.

Kerak Telor

Jika ada yang bertanya apa contoh kuliner khas Betawi, maka kerak telor pasti jadi salah satu jawabannya. Kerak telor merupakan kuliner tradisional asli dari daerah Betawi atau Jakarta.  Berdasarkan sejarahnya, kerak telor disebut telah ada sejak jaman penjajahan Belanda.

Kerak Telor

Makanan ini terbuat dari bahan-bahan yang cukup sederhana, seperti beras ketan putih, telur, dan bumbu-bumbu dapur lain seperti cabai, jahe, merica, bawang goreng, dan gula. Makanan ini hingga saat ini masih banyak yang menjualnya.

Kerak telor khususnya lebih mudah dijumpai ketika ada event-event tertentu yang mengangkat kebudayaan Betawi. Walau keberadaannya kini mulai kalah pamor dengan kuliner-kuliner lain yang lebih modern, namun kerak telor tetap menjadi ikon kuliner khas Betawi dan tetap terjaga keberadaannya hingga saat ni.

Kembang Goyang

Salah satu kue tradisional asal Betawi yang masih sering kita jumpai yaitu kembang goyang. Kue ini disebut kembang goyang karena memiliki bentuk seperti bunga (kembang) serta pada proses pembuatannya adonan digoyang-goyang hingga lepas dari cetakan.

Kembang ini menjadi sajian khas masyarakat Betawi yang umum disuguhkan pada hari-hari besar seperti lebaran dan acara-acara pernikahan atau hajatan. Selain itu, kue kembang goyang juga umum dijadikan suguhan untuk menjamu tamu yang berkunjung ke rumah.

Kue ini memiliki rasa yang cukup manis dan renyah. Seiring dengan perkembangan zaman, kembang goyang banyak dimodifikasi atau ditambah varian rasanya. Hal tersebut membuat kembang goyang sekarang memiliki beragam bentuk dan rasa yang berbeda.

Baca Juga: Rekomendasi Kolam Renang Terdekat Jakarta dan Sekitarnya

Kue Rangi

Kue Rangi juga dikenal dengan sebutan sagu ragi. Kue ini merupakan salah satu cemilan khas masyarakat Betawi.

Kue ini terbuat dari tepung tapioka (tepung kanji) yang dicapur dengan kelapa parut serta ditambah dengan sedikit air dan garam. Campuran bahan-bahan tersebut lalu dipanggang dengan cetakan di atas tungku kecil. Cetakan kue ini berukuran lebih kecil dibandingkan dengan cetakan pada kue bandros atau kue pancong.

Biasanya kue ini disajikan dengan olesan gula merah kental yang dicampur potongan buah (nangka atau nanas). Kue rangi memiliki rasa yang gurih serta aroma yang wangi, sehingga menggungah selera untuk memakannya. Kue rangi bersifat tidak tahan lama, dan akan basi apabila tidak segera dihabiskan dalam sehari.

Semur Jengkol

Pernah makan jengkol? Jengkol cukup digemari oleh masyarakat Betawi. Walaupun beberapa orang kurang menyukai jengkol karena baunya yang dianggap kurang sedap. Bau tersebut sebenarnya disebabkan oleh kandungan sulfur yang terkandung pada jengkol.

Walau demikian, rasanya yang legit serta pulen membuat banyak orang suka untuk mengonsumsinya, beberapa bahkan menggemarinya. Semur jengkol adalah salah satu bentuk olahan dari jengkol yang merupakan kuliner khas masyarakat Betawi.

Semur jengkol biasa disajikan untuk makanan sehari-hari ataupun pada hajatan-hajatan. Semur jengkol umumnya dikonsumsi bersama dengan nasi putih. Walaupun kemudian banyak juga yang mengeluhkan bau mulut akibat mengonsumsi semur jengkol.

Untuk mengakali baunya yang menyengat, jengkol biasanya direndam terlebih dahulu menggunakan air kapur lalu merebusnya dengan daun jeruk. Dengan cara ini, jengkol akan terbebas dari bau dan teksturnya jadi lebih empuk.

Walaupun banyak yang kurang menyukainya, jengkol sebenarnya mengandung zat yang berguna untuk kesehatan tubuh, seperti zat besi dan protein yang dapat bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan jaringan tubuh.

Soto Betawi

Berbagai daerah di Indonesia memiliki beragam jenis soto, tak terkecuali dengan Betawi. Soto Betawi adalah salah satu kuliner tradisional Betawi yang paling populer.

Istilah soto betawi sendiri dipopulerkan oleh Lie Boen Po yang berjualan soto betawi sekitar tahun 1977-1978. Berasal dari warung sotonya tersebut kemudian istilah soto betawi semakin dikenal.

Sama seperti beberapa jenis soto di daerah lain, soto betawi mengandung daging dan jeroan. Ciri khas soto betawi dengan soto lain yaitu kuahnya yang berwarna putih yang merupakan campuran dari santan dan susu.

Soto betawi juga biasanya diberi sajian pelengkap berupa emping. Soto ini biasa dihidangkan sebagai menu sarapan atau makan siang.

Baca Juga: 13 Tips Rahasia Membangun Bisnis Sampai Sukses

Kue Pancong

Apakah Anda pernah makan kue pancong? Selama ini mungkin kita menganggap kue pancong itu adalah adonan terigu yang dicampur dengan kelapa dan dipanggang diatas pan. Ternyata, kue pancong jenis seperti itu sebenarnya adalah kue pancong hasil modifikasi.

Kue pancong asli Betawi cukup berbeda dengan yang sering kita jumpai. Bisa dibilang kue pancong versi asli ini sudah sulit untuk ditemukan penjualnya. Kue pancong versi asli ini  memiliki rasa seperti kue cubit. Mungkin tidak banyak dari kita yang pernah memakan kue pancong ini.

Kue pancong versi modifikasi saat ini cukup mudah ditemui sebagai jajanan anak-anak sekolah. Kue pancong merupakan kue tadisional masyarakat Betawi. Kue ini berbentuk panjang dengan warna yang sedikit kekuningan di bagian bawahnya.

Kue pancong terbuat dari beberapa bahan, antara lain kelapa parut, tepung terigu, santan, dan gula pasir. Kue ini dibuat dengan menggunakan cetakan setengah lingkaran. Kue ini memiliki rasa yang manis sekaligus gurih, sehingga tidak heran banyak orang terutama anak-anak yang menyukai kue ini.

Kue pancong lebih nikmat dimakan selagi hangat dan bersama dengan teh atau kopi. Saat ini telah banyak modifikasi atau varian dari kue pancong ini. Contohnya ke pancong rasa cokelat, green tea, stroberi, dan varian-varian rasa lainnya.

Asinan Betawi

Satu lagi kuliner asli Betawi yang cukup terkenal yaitu asinan betawi. Asinan betawi memiliki rasa khas yang banyak disukai tidak hanya masyarakat Betawi, tapi juga masyarakat daerah-daerah lain. Makanan ini memiliki rasa yang merupakan perpaduan antara asam, manis, dan pedas. Biasanya juga diberi tambahan mie yang menambah kenikmatan dalam menyantap asinan betawi.

Komposisi asinan betawi terdiri dari beberapa bahan, yaitu beberapa jenis sayuran seperti selada,  kol, toge, timun, cabe rawit dan cabe merah, kacang tanah, dan ebi sangrai. Bahan-bahan tersebut cukup mudah ditemukan dijual di pasar, sehingga tidak sulit untuk Anda yang ingin membuatnya.

Dapat pula ditambahkan dengan tahu dan mie. Rasa yang khas dari asinan betawi memberika rasa segar terhadap orang yang menyantapnya.

Laksa Betawi

Mungkin saat ini tidak banyak orang yang mengetahui makanan khas Betawi yang satu ini. Laksa Betawi sekilas memiliki kuah yang hampir mirip dengan soto betawi. Tidak diketahui secara jelas bagaimana asal-susul dari laksa Betawi ini.

Namun jika dilihat dari komposisinya, laksa Betawi adalah makanan khas betawi yang merupakan gabungan/modifikasi dari makanan Melayu dan Tiongkok. Hal tersebut salah satunya nampak pada penggunaan ebi di dalamnya.

Laksa Betawi termasuk hidangan yang kini sulit ditemui dan penjualnya makin jarang ditemukan. Laksa Betawi adalah makanan berkuah berwarna kuning yang memiliki aroma harum. Aroma tersebut berasal dari empah-rempah yang digunakan dalam pembuatan makanan ini. Salah satu rempah-rempah khas yang dipakai pada laksa Betawi yaitu temu mangga.

Temu mangga merupakan tumbuhan sejenis empon-empon yang sekilas mirip dengan temu kunci, namun memiliki bentuk empon yang lebih besar. Saat dicium, akan terhirup aroma seperti daging buah mangga muda.

Adapaun rasa dari temu mangga ini yaitu asam segar, yang akan menjadi penyeimbang terhadap rasa pekat dari santan. Dapat dikatakan, Laksa Betawi tidak akan komplet rasanya jika tidak menggunakan temu mangga..

Laksa Betawi umumnya disajikan bersama dengan ketupat dan bihun yang terbuat dari tepung beras. Sebagai pelengkap diberi suwiran ayam, telur rebus, kemangi, serta kecambah. Laksa Betwai juga bisa dilengkapi dengan emping.

Gado-Gado

Siapa yang belum pernah makan gado-gado? Sepertinya hampir semua orang Indonesia pernah mencicipi makanan yang  satu ini. Gado-gado merupakan makanan tradisional masyarakat Betawi.

Makanan ini merupakan campuran dari sayur-sayuran (bayam, kentang, kecambah, dsb.)yang direbus menjadi satu kemudian diberi bumbu dari kacang yang telah dihaluskan. Untuk menambah kelezatan, pada gado-gado dapat ditambah dengan irisan timun, tahu, telur rebus, serta lontong.

Gado-gado merupakan makanan peranakan Tiongkok yang meniru menu Belanda. Ciri khusus dari gado-gado yaitu dari saus kacangnya. Campuran bahan ditambah dengan saus kacangnya membuat cita rasa gado-gadi disukai banyak orang.

Gado-gado termasuk kuliner yang mudah ditemui, baik di Jakarta maupun daerah-daerah lain. Baik di warung sederhana maupun di rumah maan mewah. Gado-gadi juga dapat dibuat sendiri di rumah karena bahan-bahan dan cara membuatnya yang mudah.

Baca Juga: Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia dalam Menjaga Alam

Sayur Babanci

Sayur babanci sering juga disebut dengan ketupat babanci. Sayur ini merupakan salah satu masakan tradisional asli Betawi yang cukup terkenal. Walau demikian, masakan ini sekarang cukup sulit dijumpai.

Hal tersebut disebabkan karena bahan atau rempah-rempah pembuatan sayur ini yang cukup sulit ditemukan. Oleh karena itu, sayur babanci biasanya hanya dapat ditemukan pada hari-hari khusus saja, seperti di bulan Ramadhan, hari raya lebaran dan idul fitri.

Sayur ini diberi nama sayur babanci karena dianggap tidak jelas jenis-jenisnya. Disebut sayur akan tetapi sebenarnya tidak terdapat campuran sayur. Rasa dari sayur babanci ini mirip dengan rasa gulai yang memiliki rasa dan aroma rempah yang kuat.

Ketoprak

Makanan khas Betawi lain yang cukup familiar yaitu ketoprak. Makanan ini cukup menjadi favorit banyak orang terutama untuk sarapan dan makan siang.

Ketoprak terdiri dari campuran lontong, kecambah, dan bihun, yang kemudian disiram dengan saus bumbu kacang. Dapat juga ditambah dengan telur rebus untuk menambah kandungan gizi.

Ketoprak mudah dijumpai baik di Jakarta maupun di daerah-daerah lain. Ketoprak dijual di warung-warung, kaki lima, ataupun restoran. Di beberapa daerah ketoprak dijual secara berkeliling menggunakan gerobak. Cara membuat ketoprak sebenarnya cukup mudah.

Baang putih dan dan cabai dicampur dengan kacang yang sudah dihaluskan. Potongan lontong, tahu, kecambah, serta bihun lalu dicampur dan diaduk jadi satu. Setelah itu, bahan-bahan tersebut diberi dengan kecap manis dan kerupuk Ketropak memiliki rasa yang nikmat dan gurih, sekaligus mengenyangkan.

Soto Tangkar

Betawi tidak hanya memiliki soto Betawi saja. Terdapat juga soto tangkar yang merupakan soto jenis lain yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Betawi.Meskipun tidak sepopuler soto Betawi, soto tangkar adalah soto asli khas Betawi.

Nama tangkar berasal dari bahasa Betawi untuk menyebut iga sapi. Soto ini diketahui sudah ada sejak jaman kolonial Belanda. Pada jaman itu, para pimpinan Belanda yang mangadakan pesta umumnya akan memotong sapi untuk keperluan acara tersebut.

Sisa-sisa potongan seperti kepala, iga serta bagian-bagian dalam biasanya diberikan pada pekerjanya. Bagian iga inilah yang kemudian diolah menjadi soto tangkar.

Dalam pembuatannya, iga direbus sekitar dua jam. Kemudian, setelah itu dimasukkan bumbu-bumbu penyedap seperti kunyit, daun sereh, daun salam, lada, dan santan. Soto tangkar memiliki rasa yang gurih dan memiliki aroma rempah yang menggoda selera. Sampai sekarang soto ini masih dapat ditemukan, meskipun sudah tidak sebanyak dulu.

Nasi Uduk

Nasi uduk termasuk sebagai kuliner khas Betawi yang memiliki banyak penggemar. Nasi uduk nikmat untuk di santap baik pagi, siang, maupun malam hari. Rasanya yang nikmat serta mengenyangkan membuat banyak orang menyukai masakan yang satu ini.

Nasi uduk cukup mudah dijumpai, baik dijual di pinggir-pinggir jalan maupun di rumah makan. Banyaknya orang yang menggemari nasi uduk membuatnya cukup potensial dan menguntungkan untuk dijadikan salah satu usaha.

Nasi uduk biasanya disantap dengan beberapa jenis lauk sesuai selera. Misalnya telur balado, telur dadar, tempe orek, kentang balado, ayam goreng dsb. Untuk menambah kenikmatan juga bisa ditambah dengan kerupuk dan gorengan.

Dari komposisi bahannya, nasi uduk merupakan nasi yang dicampur dengan serai, daun jeruk, daun salam, dan santan kelapa. Nasi terasa lebih lembut di lidah.

Roti Gambang

Roti Gambang adalah roti khas Betawi yang memiliki cita rasa yang lezat. Bahkan roti gambang masuk ke dalam daftar 50 roti terbaik di dunia versi CNN bersama dengan baguette dari Prancis , roti canai dari Malaysia, serta ciabatta dari Italia. Roti gambang dipilih karena dianggap unik dan memiliki cita rasa sederhana.

Nama roti gambang diambil dari nama alat musik khas Betawi, yaitu gambang kromong. Alat musik ini memadukan gamelan dengan alat musik asal Tiongkok.

Roti gambang juga menjadi saksi sejarah perjuangan para pejuang melawan penjajahan. Ketika itu roti ini menjadi salah satu makanan yang dikonsumsi oleh para pejuang saat itu.

Roti ikonik ini terbuat dari gula merah yang cukup mudah didapatkan di Indonesia ketika itu. Gula merah membuat warna roti menjadi kecokelatan. Untuk menambah kelezatann, biasanya juga ditambahkan dengan kayu manis. Kayu manis termasuk bahan yang muda didapatkan di Indonesia. Sebagai pelengkap, wijen ditaburkan di atas roti.

Roti Buaya

Roti ikonik khas Betawi lain adalah roti buaya. Roti ini memiliki bentuk buaya, sehingga mudah untuk dikenali. Roti buaya memiliki rasa yang gurih dan manis .Roti buaya memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari kecil, sedang, hingga besar.

Roti ini sering dijumpai disajikan ketika acara pernikahan, khususnya pernikahan tradisional Betawi. Bentuk buaya ini sendiri memiliki filosofi tersendiri.

Masyarakat Betawi meyakini bahwa buaya adalah hewan yang “setia”, karena hanya kawin sekali dengan pasangannya. Hal tersebut membuat buaya menjadi simbol kesetiaan dalam pernikahan. Buaya juga dianggap memiliki sikap yang penyabar, yang ditunjukkan hewan ini ketika menunggu mangsa.

Selain kesetiaan dan kesabaran, buaya juga dijadikan simbol kemapanan. Saat acara pernikahan berlangsung, roti buaya biasanya diletakkan di dekat mempelai wanita dan para tamu.

Selain karena filosofinya, roti ini cukup digemari masyarakat karena rasanya yang manis dan gurih. Saat ini roti buaya juga tersedia dengan berbagai variasi rasa. Tidak hanya pada hari-hari besar, banyak juga masyarakat membeli roti ini sebagai jajanan sehari-hari. Hingga saat ini masih cukup banyak ditemukan penjual roti buaya, terutama di sekitar Jakarta.

Dodol Betawi

Dodol adalah salah satu jenis kuliner yang sering kita jumpai di beragai daerah di Indonesia. Tak terkecuali pada masyarakat Betawi. Masyarakat Betawi memiliki dodol khasnya sendiri yang dikenal dengan sebutan dodol Betawi.

Dodol Betawi tidak memiliki variasi rasa sebanyak dodol-dodol di daerah lain. Dodol Betawi terdiri dari ketan putih, ketan hitam, dan  durian. Dodol ini memiliki warna hitam kecoklatan. Seperti dodol pada umumnya, pembuatan dodol Betawi juga tergolong rumit dan membutuhkan proses yang lama. Hal tersebut membuat tidak banyak orang yang bisa untuk membuat panganan khas ini.

Dodol terbuat dari gula pasir, gula merah, ketan, dan santan. Campuran bahan-bahan tersebut lalu dimasak di atas tungku selama kurang lebih delapan jam. Semakin bagus kualitas bahannya, maka dodol yang dihasilkan akan semakin manis dan lebih tahan lama.

Dodol betawi biasanya dibuat sebagai sajian khusus untuk hajatan, bulan puasa, Idul Fitri maupun Idul Adha. Terutama menjelang hari raya, dodol betawi biasanya sangat diburu pembeli. Ada daerah di JKT yang masih memproduksi dodol betawi, seperti di Condet, Jakarta Timur  Bekasi, dan Bogor, .

Nasi Kebuli

Masyarakat Indonesia khususnya Betawi tidak bisa lepas dari nasi sebagai makanan pokoknya, sehingga cukup banyak makanan-makanan khas yang menjadikan nasi sebagai bahan dasar. Salah satunya yaitu nasi kebuli.

Nasi kebuli merupakan sajian nasi berbumbu yang memiliki rasa gurih. Nasi kebuli adalah salah satu kuliner khas dari masyarakat Betawi. Dalam kebudayaan Betawi, nasi kebuli umum disajikan pada perayaan agama Islam, seperti idul fitri, idul adha, dan maulid nabi.

Nasi ini berwarna kuning kecokelatan dan memiliki aroma yang khas. Nasi ini dimasak bersama dengan kaldu daging kambing, minyak samin, dan susu kambing (bisa juga digantim dengan santan). Kemudian diberi bumbu-bumbu seperti bawang putih, bawang merah, lada hitam, cengkih, ketumbar, jintan, kapulaga, kayu manis, dan pala yang telah dihaluskan.

Untuk pelengkapnya, nasi ini ditaburi dengan irisan kismis atau kurma, serta daging kambing goreng yang diiris kecil-kecil. Untuk yang menyukai rasa pedas, nasi kebuli bisa juga ditambahkan dengan sambal goreng hati.

Masakan ini cukup populer di kalangan warga Betawi warga keturunan Arab di Jakarta. Nasi kebuli memang memiliki pengaruh dari budaya Timur Tengah, khususnya budaya Arab Yaman. Nasi ini sekilas memang mirip dengan nasi Biryani yang populer di Timur Tengah.

Ayam Sampyok

Mungkin tidak banyak yang pernah mendengar atau mencicipi hidangan khas Betawi yang satu ini. Ayam sampyok adalah makanan khas Betawi yang teralkurturasi dari kebudayaan Tionghoa.

Jika dilihat sekilas, tampilan ayam sampyok memiliki kemiripan dengan rendang. Dari cita rasanya, ayam sampyok memiliki rasa asin dan gurih, yang nikmat untuk dimakan bersama dengan nasi. Ayam sampyok biasanya disajikan di acara-acara besar masyarakat Betawi.

Memasak ayam sampyok butuh proses yang cukup rumit dan lama. Ayam diberi bumbu yang sudah dihaluskan, kemudian dimasak hingga berwarna kecoklatan. Ayam sampyok membutuhkan proses pembumbuan sebanyak dua kali. Hal tersebut diperlukan supaya bumbunya dapat meresap sempurna ke dalam daging, sehingga rasa gurih ketika disantap akan lebih terasa. Ayam sampyok kini agak sulit dijumpai.

Kue Cente Manis

Mungkin banyak dari kita yang pernah mencicipi kue ini namun tidak tahu pasti apa nama dari kue tersebut. Kue cente manis adalah kue yang terbuat dari tepung hukwe. Untuk proses pembuatannya, kue cente manis dibuat dengan mencampurkan tepung hukwe, gula, santan, serta sagu mutiara. Bahan-bahan tersebut dibungkus dengan plastik, lalu kemudian dikukus.

Sererti namnya, kue ini memiliki rasa yang manis. Teksturnya lembut dan memiliki tampilan yang cantik dan menarik. Cente manis biasanya digunakan untuk suguhan pada tamu yang berkunjung. Kue cente manis memiliki harga yang cukup terjangkau.

Selendang Mayang

Saat cuaca sedang terik-teriknya, salah satu hal yang paling enak dan bisa membuat tubuh kembali segar yaitu dengan meminum sesuatu yang segar. Salah satu yang bisa jadi pilihan yaitu es selendang mayang. Es Selendang Mayang ini merupakan salah satu minuman khas yang berasal dari daerah Betawi. Minuman yang satu ini cukup menjadi favorit bagi  masyarakat. Selain karena  rasanya yang khas, minuman ini juga terasa segar di tenggorokan.

Selendang mayang terbuat dari tepung hukwe yang telah dimasak dengan campuran tepung beras, air daun suji, dan daun pandan. Minuman ini adalah salah satu minuman tradisional Betawi yang masih cukup mudah ditemui sekarang. Selendang mayang biasanya dijual secara keliling ataupun kaki lima. Masayakat cukup menggemari minuman ini, khususnya saat bulan puasa.

Kue Ape

Pernah makan kue ape? Kue khas Betawi yang dijual menggunakan gerobak ini masih ada hingga sekarang  Di tengah kehadiran banyak kuliner luar negeri, kue-kue tradisional seperti kue ape masih cukup digemari masyarakat. Rasanya yang sederhana tapi lezat mungkin jadi alasan banyak orang yang masih mencarinya.

Kue ape adalah jajanan khas Betawi. Kue ini memiliki tekstur yang lembut di bagian tengah  serta renyah dan garing di bagian pinggirnya. Kue ini memiliki aroma pandan yang cukup kuat, yang membuat kue ini cukup mengundang selera.

Kue ape terdiri dari beberapa bahan, antara lain tepung, gula merah,  pandan, vanili, dan santan, lalu  dicampur dengan air hingga menghasilkan adonan cair. Adonan tersebut kemudian disimpan dalam wadah.

Untuk membuatnya, adonan lalu dituang ke tungku atau wajan kecil, kemudian diratakan bagian pinggirnya. Berikutnya, wajan lalu ditutup dan didiamkan selama beberapa menit hingga nampak warna kecoklatan di bagian pinggirnya.

Oleh: Riyyan


 

You May Also Like

About the Author: Insfira

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *